
"Kakak tampan, tolong selamatkan aku! kalau tidak, dia akan mengejarku terus," pinta Careless yang masih duduk di lantai sambil mengangkat kepalanya melihat ke arah Mark.
"Bukan urusanku," jawab Mark dengan cuek.
"Nona Careless, kamu di mana?" teriak pria itu yang dari arah lain.
Careless yang mendengar suara pria itu ia langsung memandang ke arah lain dengan tangannya sambil memukul sesuatu.
"Kakak, tolong aku dia sudah datang, kalau dia menangkapku sama saja aku akan mati," ucap Careless yang tangannya sambil memukul salah satu anggota tubuh Mark.
Daniel yang melihat gerakan tangan gadis itu ia mengeluarkan sapu tangan dan lap keringatnya. pengawal Mark merasa cemas kalau saja emosi bosnya meledak.
"Nona...Nona...," suara panggilan Daniel dengan nada kecil sehingga tidak didengar oleh Careless yang fokus melihat ke arah ujung sana sambil memukul bagian bawah Mark.
"Apakah kau ingin kehilangan tanganmu?" tanya Mark sambil mengeluarkan pistol dan diabaikan Careless.
"Nona Careless, kamu di mana?" suara teriakan pria itu yang dari ujung sana.
"Kakak, dia sudah datang, tolong aku," pinta Careless sambil menarik sesuatu.
"Kenapa aneh rasanya? apa yang aku tarik?" ucap Careless sambil mengenggam dengan erat karena merasa penasaran. ia tidak memandang ke arah tangannya dan hanya fokus ke arah ujung sana.
"Sepertinya benda yang lembek juga keras dan padat," batin Careless.
Karena penasaran Careless pun melihat ke arah tangannya yang sedang memegang pusaka Mark dengan erat
"Ma-maaf, aku mengira...," ucap Careless yang mengangkat kepalanya melihat ke arah pria itu yang sedang menodong pistol ke arahnya.
"Apa kau sudah bisa melepaskan tanganmu?" bentak Mark.
"Aku tidak sengaja, aku hanya fokus pada pria itu, semua ini salah badak itu. bukan salahku!" ucap Careless dan langsung melepaskan tangannya.
"Adik kecil, kau tidak seharusnya muncul di hadapanku," bentak Mark.
"Kali ini bos benar-benar marah, jangan-jangan gadis itu akan ditembak olehnya. selama ini tidak ada yang pernah menyentuh harta bos. tapi kali ini gadis ini malah menyentuhnya dan juga menyakitinya," batin Daniel.
"Pergi dari sini setelah hitungan ketiga," kecam Mark.
"Nona Careless, ternyata kamu di sini," teriak pria itu yang melangkah ke arah Carelessm
"Kenapa kau ke sini? pergi sana!" bentak Careless.
"Kenapa kau duduk di lantai?" tanya pria itu.
"Kakak tampan, tolong tembak dia saja!" pinta Careless yang langsung bersembunyi di belakang Mark.
"Ke-kenapa ada pistol?" tanya pria itu dengan terbata.
Mark yang kesal menarik lengan Careless dan mendorong ke arah pria itu.
"Jangan menyerahkan aku kepada dia!" teriak Careless yang didorong oleh Mark.
__ADS_1
"Bawa dia pergi! jangan muncul di hadapanku lagi! jika tidak, aku akan pecahkan kepala kalian," bentak Mark dengan mengancam.
"Baik...baik, kami segera pergi sekarang juga," jawab pria itu yang ketakutan dan mengangkat Careless ke pundaknya.
"Hei, turunkan aku...ini namanya penculikan," bentak Careless.
"Kakak tampan, tolong jangan begitu tega padaku...," teriak Careless.
"Kakak tampan, tolong selamatkan aku! aku berjanji tidak akan muncul di hadapanmu lagi," teriak Careless yang dibawa pergi oleh pria itu.
"Sudah! jangan berteriak lagi! kita akan menikah tidak lama lagi! setelah menikah aku bekerja di luar, dan tugasmu adalah di rumah. memasak, menyuci, mengepel, dan mengosok baju," ujar pria itu yang melangkah pergi.
"Gosok kepalamu," bentak Careless.
"Setelah aku pulang kau harus memijat seluruh tubuhku dan kemudian kita akan melakukan hubungan intim. aku ingin kamu melahirkan lima orang anak untukku," ujarnya.
"Memangnya aku mesin beranak, dasar pria kurang ajar. sudah jelek banyak permintaan lagi," bentak Careless dengan kesal.
"Perjanjianku pada pamanmu akan ku kabulkan, jadi kamu juga harus menurut padaku setelah kita menikah," kata pria itu.
"Menurut kepalamu? jangan bermimpi! aku adalah Careless selama ini tidak pernah menurut pada siapapun kecuali rotan bibiku," ketus Careless.
"Turunkan aku, dasar badak!" teriak Careless.
"Bos, kelihatannya nona Careless butuh bantuan, pria itu sepertinya bukan orang baik," kata Daniel.
"Bukan urusanku," jawab Mark yang melangkah ke kamar kecil.
Klek.
"Untuk apa pikirkan dia, seharusnya bukan urusanku," batin Mark.
Karena merasa khawatir Mark melangkah keluar dari toilet dan menyusuli langkah pria gemuk itu.
Pria itu menuju ke pintu restoran, dan di saat yang sama Detektif Khennet sedang makan siang bersama rekannya.
"Papa angkat...," teriak Careless yang membuat Detektif keselek makanan.
"Uhuk...uhuk...uhuk...," suara batuk Detektif Khennet yang menyembur makanan mengenai wajah rekannya.
"Maaf, aku tidak sengaja. sepertinya aku sudah gila karena mendengar teriakan bocah itu," ucap Detektif Khennet.
"Paman K, yang kamu dengar memang tidak salah, dia memang sedang menuju ke mari," kata rekannya sambil lap wajahnya dengan tisu.
"Kenapa aku sial sekali, ke mana pun aku pergi masih bisa bertemu dengannya. lebih baik aku berpura-pura tidak mengenalnya," kata Detektif Khennet yang menundukan kepalanya.
"Papa angkat, tolong aku. aku diculik dan dipaksa nikah," teriak Caraless dengan memenuhi satu restoran itu.
"Lebih baik aku pergi saja!" ucap Detektif Khennet yang bangkit dari tempat duduknya.
"Detektif Khennet...cepat selamatkan aku...," teriak Careless yang mengema satu restoran sehingga menarik perhatikan para pengunjung yang di sana.
__ADS_1
"Dasar bocah jahanam, cepat atau lambat aku pasti pendek umur," gumam Detektif Khennet.
"Lepaskan aku! Detektif Khennet adalah papa angkatku, dia akan menangkapmu," teriak Careless.
Detektif Khennet menghentikan langkahnya karena semua mata tertuju pada dirinya, sehingga ia harus mencampuri urusan gadis itu.
"Hufff...kalau saja aku pergi mereka pasti akan menilaiku sebagai Detektif Khennet yang tidak melindungi warga biasa," batin Detektif Khennet.
"Berhenti! apa yang kau lakukan pada gadis ini?" tanya Detektif Khennet yang menghentikan langkah pria itu.
"Aku adalah calon suaminya, paman," jawab pria itu.
"Ehem...gadis seperti ini bisa ada yang mau, maka pria ini pasti bisa sial tujuh keturunan," gumam Detektif Khennet.
"Aku mendengar apa yang kamu katakan, Paman gundul," bentak Careless.
"Jangan panggil aku paman gundul!" bentak Detektif Khennet dengan kesal.
"Cepat suruh dia turunkan aku dulu! aku sesak nafas, karena darahku sudah turun ke kepalaku," ucap Careless.
"Bukan turun tapi naik ke kepala," kata Detektif Khennet.
"Kepalaku dalam posisi ke bawah mana mungkin naik," ketus Careless yang sedang kesal.
"Turunkan dia sekarang juga!" titah Detektif Khennet.
Mendengar perintah Detektif Khennet, pria itu lalu menurunkan Careless.
Setelah Careless berdiri dia langsung melayangkan pukulan mengenai hidung pria itu.
Bruk...
"Aauhkk...," jeritan pria itu yang kesakitan dan mengeluarkan darah di hidungnya.
"Hei, jangan menyerang orang, apa kau tidak melihat Detektif ada di sini," ucap Detektif Khennet.
"Kurang ajar! kau mengira aku siapa...ha? melahirkan anakmu, memasak, menyuci, mengepel, mengosok dan juga ingin aku memijatmu. berani sekali kau ingin melakukan hubungan intim denganku. aku adalah anak perawan yang tidak akan melakukan hubungan intim denganmu. dasar beruang kutub selatan," bentak Careless dengan kesal.
"Yang benar adalah beruang kutub utara," ujar Detektif Khennet.
"Apa kau tahu, kalau tampangmu lebih jelek dari Detektif Khennet, dan kau hanya lebih tinggi sedikit dan muda dari Detektif Khennet. dengan paman gundul yang hampir botak saja kau sudah kalah mana mungkin bisa menjadi suamiku. kau hanya lebih kaya dan tidak kolot seperti Detektif Khennet. tapi...walau begitu, aku tetap tidak ingin menikah denganmu," ocehan Careless tanpa berhenti.
Detektif Khennet lagi-lagi menahan emosi dan serasa ingin menelan gadis itu hidup-hidup. semua pengunjung di sana menahan tawa dengan semua ucapan Careless yang meluapkan emosinya.
"Paman K, jangan simpan dalam hati, dia hanya terus terang saja, tapi setidaknya dia ada memujimu walau hanya sedikit," ucap Rekan Detektif Khennet yang melihat raut wajah atasannya yang sedang menahan emosi.
ππππππππππ
Happy New Yearππππ buat teman-teman setiaπππππselama saya menulis selalu menemani saya dan juga selalu mendukung setiap karya yang saya buat.ππππ
Tahun lalu di tanggal 31-12-2022 adalah episod terakhir karya berjudul MAFIA BERDARAH DINGIN. hingga kini karya itu membuat saya merindukan masa-masa proses selama menulis serta mendapat dukungan dari teman-teman sehingga saya bisa menulis hingga tamatπ₯° MAFIA BERDARAH DINGIN adalah karya yang paling penting dan membangkitkan semangat saya untuk melanjutkan menjadi seorang penulis
__ADS_1
Maaf ya teman-teman, hingga saat ini setiap karya saya masih ada kesalahan dalam penulisan dan bahasa yang kadang mungkin agak sulit dipahami. saya berusaha semaksimal mungkin untuk menulis dengan baikπππ terima kasih pada teman-teman masih setia dan tidak bosan dengan karya yang saya tulisππππππ
Semoga kita semua menjalani hidup bahagia dan semakin maju dan sukses di tahun 2023. salam buat teman-temanππππππππππ.