King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Rasa Penasaran Great Calvon


__ADS_3

"Aku masih ada urusan, aku harus pergi!" ucap Great Calvon.


"Sebaiknya jangan bertemu lagi," balas Mark dengan ancaman.


Tidak lama kemudian Great Calvon pergi meninggalkan kantor polisi.


"Kakak tampan, kenapa kamu ada di sini?" tanya Careless.


"Seharusnya aku yang bertanya padamu," jawab Mark.


"Seperti yang ku katakan, anak buahnya mengikutiku dan kemudian kami ke sini," jelas Careless.


"Apakah kamu terluka? mereka ada menyentuhmu?" tanya Mark.


"Tidak ada!" jawab Careless.


"Detektif, apakah Cereless sudah bisa pulang?" tanya Mark.


"Dari tadi dia sudah bisa pulang," jawab Detektif Khennet.


"Ayo, kita pergi!" ajak Mark yang memegang tangan gadis itu.


"Hubungan mereka sangat dekat, bagaimana pun pria itu adalah mafia. tidak baik kalau gadis itu bersama seorang mafia. nasibnya akan sama dengan orang tuanya," batin Mark.


Toko bunga Elizabert.


"Ke mana bocah itu, kenapa jam segini masih saja belum pulang?" tanya Elizabert yang mondar mandir di depan tokonya.


"Elizabert, jangan mondar mandir terus, kepalaku pusing melihatanya!" ujar Robert.

__ADS_1


"Kalau begitu kamu jangan melihat," kata Elizabert.


"Dia tidak masalah karena barusan menghubungiku dan menyuruhku menyedikan bunga umtuk mantan suamimu," ucap Robert.


"Mantan suamiku? memangnya aku menikah berapa kali? dasar bocah sialan," ketus Elizabert.


"Lebih kamu bertanya saat dia sudah pulang," jawab Robert.


"Anak ini selalu saja bicara sembarangan, kenapa tidak mirip dengan kakakku," gerutu Elizabert.


"Tapi, apa yang terjadi sebenarnya, kenapa dia mengatakan mantan suami hanya hidup sebentar," ujar Robert dengan penasaran.


"Siapa yang tahu maksud gadis itu, selalu saja bicara yang tidak masuk akal," jawab Elizabert


Tidak lama kemudian sebuah mobil berhenti di depan mereka. Careless langsung keluar dan menghampiri paman dan bibinya. Mark tidak turun dan langsung pergi begitu saja.


"Paman, Bibi," sapa Careless.


"Saat aku membuang sampah, aku ikuti oleh beberapa orang. kemudian kami ke kantor polisi. dan sekarang semua suda selesai," jelas Careless.


"Siapa yang mengikutimu?" tanya Elizabert.


"Great Calvon nama bos mereka, seorang mafia juga. wajahnya kelihatan sangat jahat," jawab Careless.


"Ayo, kita masuk dalam dulu baru bicara," ajak Elizabert yang melangkah masuk ke dalam sana.


"Kenapa dia mengutuskan anggotanya mengikutimu? apakah kamu yakin tidak pernah menyinggungnya?" tanya Robert.


"Aku tidak mengenalnya, paman, tapi tidak tahu kenapa aku merasa tidak gembira melihat dia," jawab Careless.

__ADS_1


"Lalu, kenapa tuan Davidson mengantarmu pulang?" tanya Elizabert.


"Dia mengetahui aku berada di kantor polisi, oleh sebab itu dia menjemputku. mungkin saja dia tahu kalau Great Calvon adalah penjahat," jawab Careless.


"Careless, untuk sementara ini kamu jangan keluar dulu, ingat itu! kita tidak tahu siapa pria yang kamu temui tadi. lebih baik jaga jarak dari dia!" kata Elizabert.


"Kami tidak mungkin bertemu lagi, Bibi. mungkin memang hanya kebetulan saja kejadian tadi," jawab Careless.


"Mulai besok kamu jangan keluar dan jaga toko saja," ucap Robert.


"Tapi, Paman...."


"Sudah! dengarkan saja kata kami, hanya demi kebaikanmu," jawab Robert.


"Sayang sekali aku tidak tahu di mana alamat pria itu, kenapa aku penasaran dengannya dan tatapannya juga seperti mengenalku. aku harus tahu siapa aku sebenarnya," batin Careless.


"Mungkin saja kakak tampan tahu siapa dia, aku akan temui dia besok," gumam Careless.


Di sisi lain Great Calvon telah kembali ke apartemennya.


Raut wajah pria sangat kesal dengan kejadian tadi. dirinya yang adalah ketua mafia dipermainkan oleh seorang gadis biasa.


"Bos, Anda tidak apa-apa?" tanya Peter.


"Semua anggota tidak berguna, hanya mengikuti seorang gadis saja bisa sampai ketahuan," ketus Great Calvon sambil melepaskan jasnya dan melempar ke sofa.


"Maaf, Bos. aku akan mengutuskan anggota lain," ucap Peter.


"Kenapa Mark Davidson bersamanya?hubungan mereka cukup dekat," kata Great Calvon dengan penasaran.

__ADS_1


"Bos, perlu aku selidiki?"


"Aku hanya penasaran, apakah gadis itu adalah putri Zavier atau bukan, kalau memang dia...nasibnya akan segera berubah karena aku akan membunuhnya," jawab Great Calvon.


__ADS_2