King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Diculik


__ADS_3

"Dasar gadis sia.lan, lain kali jangan membiarkan aku melihat batang hidungmu lagi...," bentak Detektif Khennet dengan kesal.


"Detektif Khennet, jangan marah! bocah itu memang selalu saja bicara sembarangan. jangan di simpan di dalam hati!" ujar Robert yang berusaha menenangkan Detektif Khennet.


"Sebenarnya dia anak siapa? kenapa bisa begitu rusuh?" tanya Detektif Khennet dengan menahan emosi.


"Mendiang orang tuanya sangat baik, dan anak ini sangat berbeda dengan mereka. yang penting adalah hatinya baik," jawab Robert.


"Iya, hatinya sangat baik. tapi sifatnya sangat luar biasa. sampaikan ke dia jangan muncul di sini lagi..kalau tidak, aku akan menembaknya," kecam Detektif Khennet.


"Paman, ingin menembakku? kalau aku mati dulu aku tidak bisa hadir ke pemakamanmu dan aku juga tidak bisa lagi memberimu bunga," kata Careless yang mengintip dari luar pintu.


"Pergi...dan jangan muncul lagi...," teriak Detektif Khennet dengan penuh emosi.


"Careless, apa kau tidak bisa diam?" bentak Robert.


Setelah beberapa menit kemudian Robert meninggalkan tempat itu.


"Hutang apa aku dengan gadis itu di hayat lalu, kenapa dia selalu muncul dan sering membuatku marah," ketus Detektif Khennet


Malam Hari.


Toko Bunga Elizabert.


Jam dinding menunjukan pukul 23.00.


Careless yang tidak bisa tidur ia turun dari ranjang dan keluar dari kamarnya.


Saat ia melewati depan kamar pamannya ia menghentikan langkahnya. ia mendekatkan telingannya di pintu dan mendengar percakapan paman dan bibinya yang berada di dalam sana.


"Bagaimana, apakah kamu sudah menghubungi keluarga pria itu?" tanya Elizabert.


"Sudah, lusa mereka akan bertemu," jawab Robert.


"Sudah saatnya Careless berkencan, dia butuh seorang pria yang bisa merawatnya," kata Elizabert.


"Aarrghhh...," jeritan Elizabert dan Robert dengan serentak. tidak tahu apa yang terjadi di dalam sana.


"Hah...apa yang terjadi, kenapa paman dan bibi berteriak? apakah mereka digigit ular?" gumam Careless.


"Aku harus menyelamatkan mereka," batin Careless.


"Aahh...," desa.han dari Elizabert.


Careless memundurkan langkahnya dan ingin mendobrak pintu kamar paman dan bibinya.


"Hiaak...," teriak Careless yang mendobrak pintu itu dengan tubuhnya.


Prak..


Prak..


Brak...


Suara pintu terbuka dan membanting ke tembok dengan keras.


"Aaarrgghh...," teriakan Elizabert dan Robert yang dikejutkan oleh kemunculan keponakannya.


"Ka-kalian ke-kenapa be-begini?" tanya Careless dengan terbata karena melihat paman dan bibinya yang sedang tanpa pakaian dan melakukan hubungan intim.


"Keluar...," teriak Elizabert dan Robert yang merasa malu ke ubun-ubun.

__ADS_1


"Iya, maafkan aku. tadi aku mengira bibi digigit ular beracun, ternyata dipatuk ular cobra paman," ucap Careless yang langsung meninggalkan kamar mereka.


Elizabert dan Robert harus menanggung malu karena posisi Robert yang berada di atas tubuh istrinya yang sedang melakukan gesekan dengan cepat, akan tetapi aksinya dilihat oleh keponakan mereka.


Keesokan harinya


Elizabert dan Robert duduk berhadapan dengan Careless. mereka menatap tajam pada keponakannya itu walau sebenarnya mereka sangat malu dengan kejadian semalam.


"Jangan melihatku seperti itu! jangan salahkan aku!" ucap Careless yang tanpa berdosa.


"Kenapa kau memdobrak pintu kami?" tanya Robert dengan menahan emosi.


"Aku mendengar kalian berteriak, oleh sebab itu aku ingin masuk ke dalam dan menyelamatkan kalian," jawab Careless.


"Careless, kau hebat sekali. tidak hanya Detektif Khennet saja yang bisa dibuat marah olehmu. tapi paman dan bibimu juga menjadi korbanmu," kata Robert.


"Lagi pula tidak bisa salahkan aku juga, kenapa kalian harus berteriak kalau hanya melakukan hubungan intim.aneh sekali... kalian seperti kesurupan saja setiap melakukannya," ujar Careless.


"Apa, apa maksudmu setiap kali?" tanya Elizabert.


"Dalam seminggu kalian melakukan sebanyak lima hari, hampir setiap malam aku tidak bisa tidur dan mendengar suara desa.han kalian. apakah kalian sudah lupa kalau kamar ku hanya di sebelah? aku baru berusia dua puluh tahun. tapi kalian sudah membuat mata dan telingaku ternoda," ujar Careless.


Paman dan bibinya hanya bisa terdiam saat mendengar ucapan keponakannya itu.


"Paman dan Bibi sudah tua, untuk apa begitu berusaha cetak anak? kalian bisa adopsi saja kalau butuh anak. aku akan membantu kalian merawat anak kalian," ucap Careless.


"Kau...ini...sudah jangan ikut campur. ini adalah urusan orang dewasa," kata Robert.


" Pergi antar bunga! ada yang pesan tadi, alamatnya ada di meja sana," ujar Elizabert.


"Tapi sepedaku belum dibeli," gerutu Careless.


"Jalan kaki saja karena tidak jauh juga!" jawab Robert.


"Iya, terserah kamu!" jawab Elizabert.


Setelah beberapa menit kemudian Careless mengantar bunga sesuai dengan alamat yang tercatat di nota. setelah selesai ia pun ingin kembali ke tokonya. di saat berjalan tiba-tiba saja muncul dua pria di depannya dan dua pria lagi di belakangnya.


"Siapa kalian?" tanya Careless.


"Kau adalah Careless yang melukai bos kami?" tanya salah satu pria berjas hitam itu.


"Aku tidak tahu siapa bosmu, karena aku memiliki banyak musuh!" jawab Careless yang tanpa merasa takut.


"Bawa dia!" perintah salah satu pria itu yang sedang berdiri di depannya. dua pria yang di belakang menahan tangan Careless ke belakang.


"Hei...lepaskan! siapa bos kalian? suruh dia keluar sekarang juga!" teriak Careless dengan meronta.


Empat pria itu membawa Careless pergi dengan paksa.


Gudang kosong.


Careless yang dipukul hingga pingsan tubuhnya dililit di sebuah kayu, kedua tangannya diikat ke belakang. dan tidak lama kemudian ia membuka matanya.


"Di mana ini? kenapa begitu asing?" batinnya.


Seorang wanita muncul di hadapannya dengan tatapan sinis.


"Akhirnya kau sadar juga!" ucap wanita itu yang tak lain adalah Fionez putri dari salah satu ketua mafia, Wesley.


"Ternyata kau pelakunya!" ketus Careless.

__ADS_1


"Bagaimana rasanya diikat di sini? apa kau masih bisa begitu berlagak dan melawanku? di sini tidak ada yang bisa menyelamatkanmu!" kata Fionez dengan senyum miring.


"Hei...Fiono, kalau kau berani maka lepaskan aku! kita akan bertarung!" ketus Careless.


"Aku tidak begitu bodoh sehingga harus bertarung denganmu, bagi yang ingin merebut pria ku, tidak akan bisa hidup dengan aman," kecam Fionez.


"Siapa yang ingin merebut pria mu? apa karena kau jelek? oleh karena itu kau takut jika dia tertarik padaku?"


"Jangan berharap kau bisa mendapatkan dia! dia hanya milikku!" kecam Fionez yang mengeluarkan pisau tajamnya.


Fionez mendekatkan pisau kecil itu ke leher Careless.


"Kau takut? jika kau takut kau bisa saja memohon padaku agar aku melepaskanmu!" kata Fionez dengan mengancam.


"Aku tidak akan memohon walau harus mati," jawab Careless dengan tegas.


"Aku tidak akan membunuhmu, akan tetapi aku ingin melihatmu digilir oleh enam anggotaku. aku merasa dengan posisimu yang sedang berdiri ini pasti bisa memuaskan mereka, kan?" ucap Fionez dengan senyum jahat.


"Kau adalah wanita brengsek! kau akan mendapatkan karmanya dan aku yakin kakak tampan itu pasti tidak akan menyukaimu. oleh sebab itu kau takut kehilangan dia, kan?" ketua Careless.


"Siapa yang mengatakan jika dia tidak menyukaiku, dia sangat menyukaiku sehingga akan menikahiku tidak lama lagi!"


"Ha-ha-ha-ha-ha...apa kau sedang berbohong pada diri sendiri? jika saja benar, kenapa kau malah menangkapku dan bukan sibuk dengan urusan pernikahan kalian!" ujar Careless dengan tertawa.


"Kau kurang ajar!" bentak Fionez yang ingin melukai wajah Careless dengan pisau miliknya.


Brugh...


"Aarrghh...," tendangan kuat dari Careless mengenai bagian perut Fionez.


"Nona!"teriak anggotanya dengan serentak.


"Beri pelajaran padanya!" perintah Fionez yang sedang menahan sakit.


"Baik Nona," jawab mereka dengan serentak.


Salah satu anggota Fionez menghampiri Careless dengan ingin melayangkan tangannya ke wajah gadis itu.


"Rasakan ini wanita kampung!" ketus pria itu yang maju ingin menamparnya.


Brugh...


Tendangan kuat dari Careless mengenai bagian perut anggota Fionez sehingga membuat pria itu jatuh dengan terlungkup.


"Aargghhh...," jeritan pria itu yang kesakitan.


"Coba saja kalau kalian ingin melukaiku! kalian semua adalah pengecut!" bentak Careless.


Dua anggota Fionez sama-sama maju ingin menampar gadis yang sedang terikat itu, saat mereka semakin dekat jaraknya, Careless langsung menedang dua pria itu.


Brugh...


"Aarghhh... "


Brugh...


"Aarghhh.... "


Jeritan mereka yang terkapar akibat tendangan kuat dari Careless.


"Tidak berguna! kalian semua serang sama-sama. tanggalkan bajunya dan biarkan dia melayani kalian sepuasnya!" perintah Fionez.

__ADS_1


"Kau wanita yang kurang ajar! aku berharap kakak tampan meninggalkanmu!" teriak Careless.


__ADS_2