
"Memangnya aku peduli kau kakak komodo atau adik komodo, aku adalah Careless yang tidak takut langit dan bumi. jadi, mana mungkin aku takut dengan adikmu," ucap Careless yang membanggakan dirinya.
"Gadis ini benar-benar tidak sadar dengan apa yang dia lakukan," gumam Detektif Khennet.
"Khennet, tulis surat tuntutan untuk gadis ini, karena dia telah melukai orang yang tidak bersalah, dan dia juga menghancurkan kaca kantor detektif!" perintah Komandan dengan tegas.
"Pak Komodo, kakakmu yang menyerangku dulu, aku hanya melindungi diri saja, apa salahku? lagi pula aku diserang di kantor kalian tapi kalian malah diam saja. kalau saja aku beritahu orang luar kalian akan menanggung malu," jawab Careless.
"Careless, menimbulkan keributan di dalam kantor hanya akan membuatmu dalam masalah, aku sebagai anggota keluarga dia aku bisa menuntutmu," kata Komandan tegas.
"Kalau begitu aku juga akan menuntutmu karena menuntutku, dan aku juga akan menuntut kakakmu karena menyerangku," balas Careless yang tidak mau kalah.
"Khennet, tulis surat tuntutan sekarang juga!" perintah Komandan dengan tegas.
"Paman gundul, tulis dua surat tuntutan sekarang juga!" pinta Careless yang tidak mau kalah
"Komandan, ini hanyalah kesalahpahaman," kata Detektif Khennet yang berusaha membujuk atasannya itu.
"Kesalahapahaman? baiklah...asalkan dia meminta maaf pada kakakku dan juga aku, serta ganti rugi kerusakan ini maka aku akan tarik tuntutannya," kata Komandan.
"Tidak perlu cabut tuntutan, karena aku tidak akan meminta maaf, dan aku juga tidak akan ganti rugi. karena yang memecahkan kaca kalian adalah kakakmu, bukan aku," ketus Careless yang tidak mau kalah.
"Kau tidak akan lolos dari tindak pidana karena telah melukai orang," bentak Komandan.
"Aku tidak takut denganmu, tanpa masyarakat kau juga tidak bisa menjadi komodo," ketus Careless.
"Apa maksudmu?" tanya Komandan
"Seorang Komodo menindas seorang gadis berusia dua puluh tahun, kalau sampai diketahui orang luar. bagaimana tanggapan mereka? dan setelah itu aku tidak yakin atasanmu tidak akan menegurmu," jawab Careless.
__ADS_1
"Kau--" ucap Komanda yang dipotong.
"Komandan, gadis ini hanya bercanda, jangan diambil hati!" kata Detektif Khennet yang berusaha menenangkan emosi Komandan.
"Kalau dia meminta maaf dan menganti rugi, maka aku akan mencabut tuntutan," jawab Komandan dengan tegas.
"Kau sudah menyakitiku, dan masih saja berani melawan," bentak pemilik restoran yang kesakitan dan menghampiri gadis itu.
"kau adalah pengecut," ketus Careless pada pemilik restoran.
"Berani sekali kau memarahiku," bentaknya yang ingin melayangkan tangannya akan tetapi langsung ditahan oleh Detektif Khennet.
"Jangan bertindak sembarangan! aku bisa menangkapmu!" kecam Detektif Khennet dengan tegas.
"Khennet, kau berani sekali mengancam kakakku," ketus Komandan dengan kesal.
"Komandan, walau dia adalah kakak Anda, tapi dia adalah warga biasa, ketika melakukan kesalahan tetap harus di adili," kata Khennet dengan tegas.
"Bukan dilicutkan, tapi dilucutkan," kata Khennet.
"Khennet, kau harus sadar kalau aku adalah atasanmu, dan aku juga bisa memindahkanmu ke jalan," kecam Komandan.
"Aku yakin atasan bisa menilai kinerja kita," jawab Khennet.
"Aneh sekali, kenapa orang sepertimu bisa menjabat pangkat ini. jangan-jangan saat dulu kamu mengunakan cara curang untuk mendapatkan posisi ini," kata Careless dengan mengejek.
Komandan yang kesal dan hilang kesabarannya langsung menaikan tangannya dengan berniat menampar Careless. dan diwaktu yang sama tangan pria itu ditahan oleh seseorang.
"Apa yang kau lakukan, Komandan Tiller?" tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul dan menahan tangan Komandan.
__ADS_1
"Kakak tampan," panggil Careless.
"Ke-kenapa kau ada di sini?" tanya Komandan.
"Apa perlu aku melapor padamu?" tanya Mark yang melepaskan tangan Komandan dengan kasar.
"Tuan Davidson, kenapa Anda bisa ada di sini?" tanya Khennet.
"Aku datang menjemput Careless, dan aku melihat sesuatu yang tidak menyenangkan," jawab Mark yang menatap dengan tatapan tajam ke arah Komandan.
"Kakak tampan, komodo ini dia menindasku, kakaknya menyerangku dan aku balas demi melindungi diri sendiri. tapi aku yang dituntut," kata Careless.
"Apa kamu terluka?" tanya Mark.
"Aku tidak terluka, aku hanya ketakutan sehingga detak jantungku tidak normal saat dia mengancamku," jawab Careless.
"Mulai akting lagi," batin Detektif Khennet.
"Komandan, bukankah seharusnya kau mengatakan sesuatu?" tanya Mark dengan tegas.
"Hanya salah paham saja, bukan masalah besar sebenarnya," jawab Komandan yang cemas melihat ketua mafia itu.
"Kakak tampan, tadi dia memaksaku harus minta maaf dan ganti rugi, kalau aku tidak mau maka aku akan dituntut dan dihukum buang ke negara onta," ujar Careless.
"Apa?" tanya Mark.
"Selain itu aku harus meminta maaf dengan berlutut di hadapannya, kalau tidak hukumanku akan sangat berat. aku akan dibuang ke negara onta selama sepuluh tahun," kata Careless yang asal-asalan.
"Komandan, kelihatannya dirimu yang harus ke sana," ujar Mark.
__ADS_1
"Bu-bukan seperti itu, itu tidak benar," jelas Komandan.