
"Pria itu sangat gengsi dan tidak mudah mengaku kalah, mungkin saja dia ingin membalas Careless atau ada tujuan lain," kata Mark.
Careless yang tiba di depan markas Great ia langsung turun dari taksi. saat itu terdapat beberapa anggota musuhnya yang berdiri di depan.
Gadis itu bukan datang dengan tangan kosong, akan tetapi ia membawa tongkat baseball dan ingin menghajar mereka semua.
"Aku ingin bertemu dengan ketua kalian," kata Careless.
"Nona, kau siapa? apakah kau sadar ini tempat apa?" tanya salah satu anggota Great.
"Tahu, ini adalah markas kalian dan aku ingin menemui bosmu," jawab Careless.
"Memangnya kamu siapa?"
"Aku adalah Careless, kalian membawa pergi paman dan bibiku. sekarang aku ingin bertemu dengan bos kalian. aku ingin membawa mereka pulang," jawabnya.
"Oh...ternyata kamu adalah gadis yang mempermalukan kami di depan bos, apakah kamu sudah bosan hidup sehingga berani sekali datang mencari masalah!"
"Kalian yang bosan hidup karena mencari masalah denganku," ketus Careless yang tidak mau kalah.
Careless melayangkan tongkat baseball mengenai kepala salah satu anggota Great.
Buk...
"Aarghh...," jeritan anggota Great yang langsung tumbang.
__ADS_1
"Tangkap dia!" perintah anggota lainnya.
Puluhan anggota Great menyerang Careless yang hanya seorang diri.
Careless berusaha melawan dengan senjata yang dia miliki. ia melayangkan tongkat baseball ke arah mereka yang menghampirinya.
Buk...
"Aarghh...."
Salah satu anggota Great memeluk Careless dari belakang, dan teman mereka lainnya serang dari depan.
Careless yang kedua tangannya dipeluk ia mengunakan kedua kakinya menendang lawannya yang serang dari depan.
Brugh...
"Kurang ajar, kalian hanya berani menindas seorang gadis, bermain keroyok," bentak Careless yang berusaha meronta-ronta.
"Lepaskan dia!" perintah salah satu anggota Great yang keluar dari markas.
Mendengar perintah dari pria itu mereka melepaskan gadis itu.
"Di mana paman dan bibiku? kalau ingin membalas maka cari aku saja, jangan sakiti mereka!" ketus Careless.
"Lepaskan senjata jelekmu itu, kalau kau masih ingin bertemu dengan mereka," bentak pria itu
__ADS_1
"Dasar pengecut!" ketus Careless yang membanting tongkat baseballnya ke atas tanah.
Pria itu membawa Careless bertemu dengan Great yang berada di aula. sementara Elizabert dan Robert diikat dan ditahan oleh anggotanya.
"Great Shotters, lepaskan mereka!" bentak Careless dengan nada tinggi.
"Tidak ada sopan santun, apakah kau mengira di sini adalah tempatmu," bentak seorang pria yang berpostur tinggi yang adalah pengawal Great. pria itu langsung menampar wajah Careless dengan keras sehingga gadis itu terhempas ke lantai.
Plak...
"Careless...," teriak Elizabert dan Robert.
Gigi gadis itu tanggal akibat tamparan keras dari pria itu.
"Kalian adalah binatang, melakukan kekerasan terhadap seorang gadis," bentak Robert dengan kesal.
"Pergi dari sini, jangan peduli dengan kami!" teriak Elizabert.
Careless yang hampir pingsan akibat pukulan itu, ia berusaha bangkit dan berdiri. gadis itu mengelap bibirnya yang mengeluarkan banyak darah dengan mengunakan lengan panjangnya.
"Gigiku tanggal satu, dasar jahanam," ketus Careless yang menahan sakit.
"Kalian adalah kumpulan pengecut yang paling memalukan, menangkap paman dan bibiku karena tidak puas denganku. Great Shotters aku tidak takut denganmu!" bentak Careless.
"Ha ha ha...gadis kecil, usiamu masih muda tapi keberanianmu melebihi orang dewasa, sangat luar biasa!" ucap Great.
__ADS_1
"Lepaskan paman dan bibiku!" bentak Careless