King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Devil


__ADS_3

"Careless, kau benar-benar penghancur, kalau hanya ban saya yang terbelah bisa kita ganti bannya. dan ini sudah rusak total dan bengkok, bagaimana caranya untuk perbaiki?" tanya Elizabert dengan kesal.


"Bibi, jual kiloan saja dan beli baru!" jawab Careless dengan santai.


"Jual kepalamu! kenapa otakmu itu tidak pernah dipakai...ha? sehari saja kau tidak pernah membuat ku tenang. dan harus membuatku marah setiap hari!" bentak Elizabert dengan nada tinggi.


"Lagi pula kenapa memarahiku setiap hari? aku kan membantu bibi juga. mereka sengaja merusakan sepedaku. tentu saja aku tidak boleh diam. dan hasilnya mobil mereka juga rusak dan harus mengeluarkan banyak uangnya. bukankah kita menang banyak!"


"Menang banyak dari mana...ha? sepedamu ini sudah begini bentuknya, kita juga harus mengunakan uang untuk memperbaikinya. kau ini sebenarnya pintar atau bodoh?" bentak Elizabert.


"Aku tidak bodoh dan aku hanya tidak pintar saja. lagi pula kalau hanya ban saja yang rusak sangat tanggung dibawa ke bengkel," jawab Careless.


"A-apa maksudmu?" tanya Elizabert dengan menahan emosi.


"Maksudku adalah kalau hanya ban saja yang rusak dan harus bawa ke bengkel, sangat tanggung dan membuang waktuku, Bi!" jelas Careless.


"Lalu?" tanya Elizabert.


"Lalu aku melempar ke mobil agar rusaknya lebih parah baru aku membawanya ke bengkel, dengan begini maka tidak tanggung lagi dan tidak membuang waktuku, Bi!" jelas Careless.


"Kau...ini...,"ucap Elizabert yang ingin menelan keponakannya itu dengan hidup-hidup.


"Hari ini jika aku Elizabert tidak menghajarmu malam aku tidak akan bisa tidur!" teriak Elizabert yang merasa kesal dan mengejar gadis itu lagi.


"Singa mengamuk lagi!" teriak Cereless yang melarikan diri.


"Ha-ha-ha-ha...kenapa gadis ini bisa lucu sekali!" tawaan Daniel dengan terbahak-bahak.


"Gadis yang paling aneh!" gumam Mark.


Tidak lama kemudian Mark dan Daniel kembali ke mobil mereka dan meninggalkan tempat itu. sementara Elizabert masih sedang mengejar keponakannya sambil mengoceh di sepanjang jalan.


Malam hari.


"Aaarghh...."


"Aaarghh...."


"Aaarghh...."


"Aaarghh...."


Teriakan beberapa orang yang ditebas dan ditikam sehingga tergeletak di jalan dan sesaat kemudian mereka tewas.

__ADS_1


Seorang pembunuh yang mengenakan masker menutupi wajahnya sedang memegang senjata tajamnya yang berlumuran darah dan menetes ke jalan.


Tidak lama kemudian datang sekelompok pria yang memiliki pedang samurai berlari dan ingin menyerang pembunuh itu.


"Hiaaaak...," teriakan serentak mereka yang berlari ke arah sasarannya yang sedang berdiri tanpa bergerak.


Pembunuh itu lalu melompat tinggi dan sambil menebas leher-leher sekelompok pria itu. kemudian ia pun berdiri di tengah-tengah lawannya yang jumlahnya lebih banyak, dan membunuh mereka tanpa berhenti.


Srek...


"Aarghhh...."


Srek...


"Aarghhh...."


Srek...


"Aarghhh...."


Srek...


"Aarghhh...."


Srek...


"Aarghhh...."


Tidak butuh waktu yang lama sekelompok pembunuh itu tergeletak tidak bernyawa. darah berserakan di mana-mana. semua jasad korban tusukan dan leher mereka yang putus tewas secara mengenaskan.


"Tidak berguna!"ketus pria itu yang mengelap senjata tajam dengan mengunakan sapu tangan miliknya.


"Devil," panggil seseorang yang muncul di sana dengan menodong pistol ke arahnya.


"Semua anggotamu tidak berguna sama sekali, sekarang sisa kita berdua. mari kita selesaikan urusan kita."


"Aku akan membunuhmu dengan mengunakan pistolku ini, pelurunya akan menembus jantungmu," kecam pria itu dengan bersiap ingin melepaskan tembakan.


"Lakukan saja kalau kau merasa sanggup!" tantangnya dengan fokus melihat ke arah senjata lawannya itu.


"Devil, kau sudah membunuh semua anggotaku, jika malam ini aku masih tidak membunuhmu, maka aku tidak layak menjadi ketua kelompok," bentaknya dengan tatapan penuh dendam.


Suasana tegang di saat ketua kelompok itu sedang berfokus untuk melepaskan tembakan, sementara Devil yang dikenal sebagai iblis sadis yang membunuh tanpa ragu, sedang menatap tajam ke arah musuhnya itu.

__ADS_1


DOR...


Tembakan dilepaskan oleh ketua kumpulan ke arah Devil.


Devil yang memiliki penglihatan tajam mengelak dengan cepat dan langsung melemparkan pisaunya ke arah lawannya itu, dan berhasil menancap leher lawannya dan tidak lama kemudian pria itu tumbang dengan lehernya yang mengeluarkan darah yang banyak dan tidak lama kemudian ia tewas di tempat.


"Tidak berguna!" ketus Devil.


Setelah selesai membunuh musuhnya, Devil beranjak dari tempat itu. tidak ada yang mengenal atau melihat wajah seorang Devil. dirinya diberi nama Devil karena ia selalu berhasil membunuh setiap sasarannya. bagi pihak kepolisian telah mengincar dirinya selama beberapa tahun lamanya.


Penampilan pria bertubuh tinggi dan bermata besar itu tidak pernah muncul dengan tanpa masker. jaket kulit, sarung tangan dan sepatu bot adalah pakaian favoritnya. selama ini jika ingin melakukan pembunuhan, dirinya tidak pernah ragu walau di depan umum.


Rumah sakit tempat Fionez di rawat.


Fionez yang masih manaruh dendam terhadap Careless memerintahkan beberapa anggotanya untuk menemui dirinya di rumah sakit.


"Aku ingin kalian menangkap wanita itu! ikat dia di gudang. namanya adalah Careless!" perintah Fionez yang sedang duduk di ranjang.


"Baik Nona," jawab empat anggotanya dengan serentak.


Toko bunga Elizabert


Pagi itu ada dua orang detektif yang mendatangi toko bunga.


"Nona Careless, kita bertemu lagi," sapa salah satu Detektif.


"Ada apa? kali ini siapa yang ingin menuntutku?" tanya Careless.


"Pihak restoran menuntutmu dan juga remaja-remaja yang mengadakan ulang tahun kemarin."


"Careless, mereka sudah menuntutmu ingin meminta ganti rugi," kata Elizabert.


"Tenang saja, Bi. mereka tidak bisa memintaku ganti rugi. karena bukan salahku," jawab Careless dengan santai.


"Kau ini...sudah dituntut masih saja bersikap tenang," ujar pamannya.


"Paman, ini bukan pertama kali aku dituntut. jadi untuk apa aku merasa cemas, kalau saja aku harus menganti rugi aku akan mengadaikan bibi ke tetangga sebelah yang kaya raya itu," ucap Careless yang ceplas ceplos.


"Apakah sehari saja kau tidak membuatku marah kau tidak bisa hidup?" tanya Elizabert dengan kesal.


"Paman sebelah itu sangat kaya, tidak salahnya kalau aku mengadaikan bibi ke dia," ujar Careless.


"Sudah jangan banyak bicara! paman akan menemanimu!" kata pamannya.

__ADS_1


__ADS_2