
Kalau aku tidak mau, apa yang ingin kau lakukan?" tanya Great dengan senyum sinis.
"Sebenarnya apa yang kau inginkan?" tanya Careless dengan kesal.
"Aku hanya ingin tahu siapa nama orang tuamu, tapi mereka malah menolak untuk memberitahuku!" jawab Great.
"Hanya ingin tahu nama orang tuaku saja kalian harus menangkap mereka? apakah kamu tidak ada alasan yang lebih masuk akal?" tanya Careless dengan kesal.
"Apa susahnya memberitahu nama orang tuamu," ketus Great.
"Untuk apa kamu ingin tahu? kalau kau ingin tahu temui saja dia di sana," jawab Careless.
"Dia ada di mana?" tanya Great.
"Di alam lain, kalau kamu ingin tahu bunuh diri dan bisa bertemu dengan dia," jawab Careless dengan ketus.
"Kurang ajar," bentak pengawal Great yang ingin melayangkan pukulan ke arah Careless.
Careless yang kesal langsung menendang bagian bawah pria itu.
Brugh...
"Aargh...," jeritan pria itu yang kesakitan.
"Bos dan anak buah sama saja tidak berguna," bentak Careless.
Sementara kelompok Mark telah tiba di depan markas Great.
__ADS_1
Mark bersama pengawalnya turun dari mobil dan menuju ke pintu masuk markas yang ada di depan mereka. sekitar delapan mobil yang mendatangi kawasan Great Shotters.
"Siapa kalian?" tanya anggota yang berjaga di luar. mereka menghadang Mark yang ingin masuk ke dalam.
Para anggota Mark mengeluarkan pistol dan menodong ke arah mereka. Anggota andalan Mark menghajar mereka sehingga tidak berkutik.
"Bos! Bos! ada sekelompok orang yang datang menghajar anggota kita," teriak salah satu anggota Great.
"Siapa yang berani datang ke sini?" tanyanya yang bangkit dari tempat duduknya.
"Sepertinya kelompok mafia."
"Apakah kakak tampan sudah tiba," batin Careless.
"Bos, aku akan pergi melihat siapa yang berani datang ke sini membuat keributan," ujar salah satu anggotanyam
"Careless, apakah kamu tidak apa-apa?" tanya Robert.
"Gigimu sudah tanggal satu? pasti sakit, kan?" tanya Elizabert.
"Paman, Bibi, mungkin aku harus minum susu selama gusiku sakit," ujar Careless.
"Baiklah! baiklah! tidak apa-apa, bibi akan masakan bubur untukmu," jawab Elizabert.
Tidak lama kemudian Mark dan anggotanya memasuki aula markas Great Shotters.
Semua anggota Great tidak berkutik sama sekali karena ditodong senjata dari anggota Mark.
__ADS_1
Daniel melepaskan ikatan Robert dan Elizabert.
"Bagaimana kalian bisa datang ke sini?" tanya Elizabert.
"Jangan takut! kami datang untuk menyelamatkan kalian," jawab Daniel.
"Kakak tampan," seru Careless yang menghampiri Mark.
"Dia adalah pria itu," ucap Elizabert yang memandang ke arah Mark.
"Siapa?" tanya Robert.
"Aku lupa namanya, kalau aku tidak salah ingat dia adalah mafia, dan pernah mengantar Careless pulang ke rumah," jawab Elizabert
"Kenapa bocah itu selalu saja berurusan dengan mafia," ucap Robert.
"Apa yang terjadi dengan wajahmu dan mulut, kenapa berdarah?" tanya Mark yang menyentuh wajah gadis itu.
"Pria itu menamparku, dan gigiku juga tanggal satu," jawab Careless yang menunjukan ke arah pengawal Great.
"Mark Davidson, Kenapa kalian bisa muncul di sini?" tanya Great.
"Menculik orang tanpa sebab, apakah ini adalah kerja kalian sebagai mafia?" tanya Mark.
"Kalian sangat berani datang tanpa di undang," bentak pengawal Great yang ingin menendang Mark, dan ditepis langsung oleh Mark dengan kakinya. kemudian ketua mafia itu langsung mencengkeram leher lawannya dengan erat.
"Aarghh...," jeritan pria itu yang kesakitan.
__ADS_1