King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Careless Dikurung


__ADS_3

Masuk ke kamarmu sana!" kata Elizabert.


"Bibi, biarkan aku temui kakak tampan sekali saja," pinta Careless.


"Tidak bisa!" jawab Elizabert dan Robert dengan serentak.


"Masuk ke kamarmu! Jangan banyak bicara," ujar Elizabert, tegas.


"Bibi, Paman...."


"Jangan pikirkan dia lagi! Dia adalah mafia untuk apa kamu temui dia," ujar Elizabert yang menarik lengan gadis itu.


"Bibi," seru Careless yang ikuti langkah bibinya.


"Masuk ke dalam dan tidur dengan sana," ucap Elizabert yang mendorong keponakannya masuk ke dalam kamar.


"Aku benar-benar khawatir dengan anak ini, Apa yang harus kita lakukan untuk dia?" tanya Robert.


"Satu-satunya cara adalah mengurungnya," jawab Elizabert


"Mengurungnya? mana mungkin kita melakukan itu padanya? ini cukup kejam," kata Robert.


"Hanya ini saja yang bisa kita lakukan untuk menghalangnya bertemu dengan pria itu. bocah itu tidak ingin mendengarkan kita. walau kita sudah melarangnya," ujar Elizabert.


" Apakah kamu yakin kita akan berhasil dengan cara ini?"


"Mereka baru kenal tidak lama, seharusnya hubungannya tidak begitu serius dan kita harus segera pisahkan mereka," jawab


Elizabert.

__ADS_1


"Apakah kamu yakin bocah ini mencintai Mark?"tanya Robert.


"Mungkin saja, Oleh karena itu kita harus segera mengurungnya," jawab Elizabert.


"Tapi, dia pasti bisa emosi," kata Robert.


"Lakukan saja sekarang, tidak perlu banyak bicara. dari pada suatu saat pria itu mengetahui siapa Careless, bukankah lebih bahaya baginya," ujar Elizabert yang menghampiri pintu kamar keponakan.


Elizabert mengunci kamar itu dari luar.


"Bibi, kenapa kunci dari luar?" teriak Careless yang dari dalam.


"Careless, walau kamu tidak suka perbuatan bibi juga tidak apa-apa, ini demi keselamatanmu," jawab Elizabert.


"Bibi, buka pintunya, aku tidak mau dikurung...," teriak Careless.


"Kalau kamu menyetujui permintaan bibi, maka bibi akan bebaskan kamu!"


"Jangan bertemu dengan Mark Davidson lagi!" jawab Elizabert.


"Tidak mungkin!" teriak Careless.


"Kalau kau tidak mendengar kataku, maka jangan salahkan aku menguncimu dari luar," kata Elizabert.


"Kenapa melarang hubungan kami? bibi juga tidak mengenal kakak tampan, kenapa tidak setuju dengan hubungan kami?" tanya Careless.


"Walaupun di dunia ini semua pria sudah lenyap, kau tetap tidak bisa bersamanya," jawab Elizabert dengan tegas.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Karena dia adalah mafia," jawab Elizabert.


"Kakak tampan sudah membantuku, Dia bukan penjahat sama sekali," ujar Careless.


"Dia akan membahayakanmu," kata Elizabert.


"Aku yakin dia akan melindungiku," kata Careless.


"Saat dia dalam bahaya mana mungkin dia mengutamakanmu lagi," kata Elizabert.


"Kakak tampan bukan pria yang takut mati, dia adalah pemberani," ucap Careless.


"Kalian baru kenal, kau juga belum mengetahui masa lalunya," ujar Robert dengan alasan.


"Untuk apa mengetahui masa lalunya? memangnya yang temani aku sampai tua adalah masa lalunya," ucap Careless.


"Kalau bibimu sudah melarang, kamu lebih baik dengar saja, masih banyak pria yang lebih tampan dan baik darinya," kata Robert.


"Aku tidak mau...," teriak Careless dengan kesal.


"Buka pintunya sebelum aku merobohkan," kecam Careless.


"Careless, jangan melawan!" teriak Elizabert.


"Katakan dulu alasan yang masuk akal, jangan mengunakan alasan yang tidak bisa ku terima," bentak Careless.


"Careless, dia akan membahayakanmu karena dia adalah mafia," ujar Elizabert.


"Alasan tidak masuk akal, aku tidak bisa terima...," teriak Careless dengan sangking kesalnya.

__ADS_1


"Careless...," ucap Elizabert.


"Kakak tampan salahnya di mana? kenapa kalian tidak setuju? yang bahagia adalah aku saat bersamanya, kalau aku harus tidak bersama dengannya yang sedih dan terluka adalah aku. sedangkan kalian tidak tahu apa-apa dan tidak memahami perasaanku," teriak Careless.


__ADS_2