
Di saat Careless menampar Fionez tiba-tiba lengannya ditarik oleh Mark dari belakang.
"Kakak, dia mencari masalah dulu denganku!" kata Careless yang ditarik hingga berdiri.
"Mark, wajahku sakit," rintihan Fionez yang sambil menangis.
"Daniel, bawa dia ke rumah sakit!" perintah Mark.
"Baik!" jawab Daniel dengan patuh.
"Mark, siapa dia?" tanya Fionez yang berusaha untuk berdiri.
"Fionez, aku tidak perlu memberi penjelasan, kenapa kau menimbulkan keributan di sini?" jawab Mark dengan kesal.
"Dasar Fiono tidak masuk akal!" ketus Carelees.
"Namaku adalah Fionez Andrianez Casolino, bukan Fiono!" ketusnya dengan kesal.
"Sama saja, Nono!" balas Careless yang tidak mau kalah.
"Kau...," ketus Fionez yang ingin melayangkan tangannya dan langsung ditahan oleh Mark.
"Apa kau sudah puas menimbulkan masalah," bentak Mark yang melepaskan tangan wanita itu.
"Mark, aku adalah calon istrimu, kau jangan lupa tentang ini!" ujar Fionez.
"Dari awal aku tidak pernah mengatakan ingin menikahimu," ketud Mark.
"Demi dia kau ingin menolak ku?" tanya Fionez dengan kesal.
"Tidak ada hubungan dengan dia!" jawab Mark.
"Dia telah memecahkan vas bungamu, kenapa kau tidak memarahinya? vas itu adalah kesukaanmu!" ujar Fionez.
"Hei...kau yang mendorongku makanya aku terjatuh. jadi, kau yang pecahkan bukan aku!" bentak Careless yang tidak mau kalah.
"Fionez, atas perbuatanmu aku bisa saja menuntutmu karena sudah menimbulkan keributan di tempatku," kecam Mark.
"Ingin menuntutku? Kakak, kita akan segera menikah. apakah dirimu akan melakukan itu demi wanita ini?" tanya Fionez.
"Demi ketenanganku, kau telah melakukan kesalahan besar," bentak Mark.
"Kakak tampan, tuntut saja dia," ujar Careless yang sengaja memprovokasi.
"Aku yang akan menuntutmu," ketus Fionez pada Careless.
__ADS_1
"Siapa yang takut denganmu, aneh!" ketus Careless.
"Apa kau sudah cukup menimbulkan keributan di sini? dari kau menginjak kaki ke sini kau sudah melakukan kesalahan," bentak Mark pada Fionez.
"Mark, aku hanya merasa tidak gembira ada wanita lain di rumahmu. kau tahu jika aku ini adalah calon istrimu. tentu saja aku merasa marah saat melihat ada wanita lain di rumahmu," kata Fionez.
"Aku bukan saja di sini, tapi aku juga tidur di sini. dan aku tidur bersama kakak tampan ini," ujar Careless dengan sengaja.
"Dasar gadis ini mulai akting lagi," batin Daniel.
"A-apa, kalian semalam tidur bersama?" tanya Fionez semakin histeris.
"Iya, kami tidur bersama dan saling berpelukan seperti ini," jawab Careless yang asal-asalan sambil memeluk Mark yang berdiri di sampingnya.
"Gawat, selama ini tidak ada wanita yang bisa memeluk bos. tapi wanita ini malah...,"batin Daniel.
"Aarrghh...ka-kau-" teriak Fionez.
"Kau apanya? kau sudah lihat,kan kalau kami adalah sepasang yang serasi, sementara dirimu bagaikan boneka yang sudah dilupakan," kata Careless dengan sengaja.
"Kakak, aku adalah calon istrimu, kenapa kau...," ucap Fionez yang terhenti.
"Calon istriku? aku tidak pernah menyetujui hubungan kita sama sekali dan selain itu jangan pernah menginjak kaki ke dalam rumahku lagi," kata Mark tegas.
"Daniel usir!" perintah Mark.
"Nona Fionez, silakan pergi!" seru Daniel dengan sopan.
"Aku akan mengadu pada papaku!" ketus Fionez dengan kesal.
"Dan kau ingat dengan kataku, aku tidak akan diam saja. suatu saat kau pasti akan dapat balasan dariku!" kecam Fionez pada Careless.
"Memangnya aku takut padamu," balas Careless dengan menantang
"Nona, Silakan pergi!" ucap Daniel pada Fionez.
Sesaat kemudian Fionez melangkah pergi dengan raut wajah tidak gembira, wajahnya merah akibat menerima tamparan dari Careless.
"Kakak tampan, aku ingin pulang tapi sepedaku masih belum sampai," ujar Careless pada Mark dan melepaskan pelukannya.
"Sudah dalam perjalanan antar kemari," jawab Mark.
"Lalu, bagaimana dengan ini?" tanya Careless yang menunjukan jarinya ke arah vas yang sudah pecah.
"Bukan urusanmu!" jawab Mark. yang melangkah ke anak tangga.
__ADS_1
Setelah beberapa menit kemudian Careless menuju ke rumahnya. saat tiba ia menjelaskan semua kejadian yang menimpa drinya.
"Ternyata dalam sehari perjalanan hidupmu sangat tidak mudah, dari menghajar si breng.sek itu di hotel hingga dibawa ke kantor polisi dan kemudian bertemu dengan pria asing. apakah kau ada melihat alien dan predator juga?" tanya seorang wanita paruh baya yang sedang memegang rotan.
"Bibi, aku tidak berbohong. kenapa tidak percaya padaku," jawab Careless.
"Apa kau mengira aku adalah anak kecil...ha? apakah ditahan oleh Detektif Khennet sehingga kau tidak bisa pulang dan kau mengunakan alasan tinggal di rumah orang," bentak bibinya mulai merotan gadis itu.
"Bibi, hentikan....sakit sekali jangan pukul aku lagi!" teriak Careless yang menghindar.
"Masih berani menghindar," bentak bibinya dengan kesal dan memukul dengan rotan panjang miliknya.
"Aarrggh...sakit," teriakan Careless yang berlari sana sini.
"Semalaman kau tidak pulang apa kau ingin cari mati...ha?" bentak bibinya dengan kesal.
"Bibi, dalam sehari hidupku sudah cukup menderita di luar dan pulang masih dipukul olehmu. kenapa kau begitu kejam padaku," ketus Careless.
"Kejam padamu? kamu sangat sulit dijinakan," bentak bibinya.
"Aku bukan hewan kenapa harus menjinakan aku?"
"Kau lebih parah dari monyet, dalam sebulan berapa kali kau menimbulkan masalah di luar hingga ke kantor polisi. apakah tahu, namamu sudah sangat terkenal di sini. seorang anak gadis keluar masuk kantor polisi, apa kau tidak malu," bentak bibinya.
"Kenapa harus malu? kalau mereka mau aku bisa mengajak mereka masuk ke kantor polisi," jawab Careless dengan asal-asalan.
"Kenapa pamanmu bisa memiliki keponakan yang bodoh dan ceroboh sepertimu," bentak bibinya.
"Aku tidak bodoh aku hanya belum pintar," jawab Careless yang tidak ingin kalah.
"Dasar...hari ini kalau aku tidak menghajarmu bagaimana aku memberi penjelasan pada mendiang orang tuamu suatu saat aku mati," bentak bibinya yang sambil memukul keponakannya dengan rotan.
"Tolong...ada yang mengamuk...," teriak Careless yang melarikan diri dari tokonya.
"Hei...jangan lari...," teriak bibinya yang sambil mengejarnya.
Begitulah kehidupan Careless yang sudah sangat ceroboh dan pemberani dari sejak kecil, ia selalu saja menimbulkan masalah di luar sehingga membuat paman dan bibinya kerepotan.
Di sisi lain Fionez yang sedang terluka dibawa ke rumah sakit oleh Daniel, dan tidak lama kemudian Wesley yang adalah orang tua dari Fionez datang dengan ditemani oleh sejumlah pengawal andalannya.
Wesley adalah bos mafia yang memiliki bisnis besar serta memiliki sejumlah anggota di beberapa negara. ia adalah ketua mafia yang dikenal sangat kejam dan suka memaksa. impiannya adalah menginginkan putrinya menikah dengan Mark Davidson yang terkenal sebagai mafia bandar narkoba terbesar.
"Papa, aku ingin membalas dendam!" kata Fionez dengan bersikap manja.
"Fionez, papa sudah tahu semua kejadian itu, Mark sudah menjelaskan semuanya. ini semua salahmu karena memulainya dulu. kau tahu tempat itu adalah tempat tinggal Mark. akan tetapi kau malah melakukan kesalahan besar," ujar Welsey dengan teguran.
__ADS_1
"Papa, ini tidak benar! ada wanita lain yang tinggal di sana, aku sebagai calon istrinya aku berhak mengusir wanita itu. aku ingin menangkap wanita sialan itu dan membalasnya!" jawab Fionez dengan merasa kesal.
"Kalau wanita itu ada hubungan dengan Mark maka kau tidak akan bisa memyentuhnya. ini sama saja kita membangkitkan kemarahan Mark," ujar Wesley.