King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Ancaman Bom


__ADS_3

"Bukan seperti itu, walau dia adalah ketua mafia, tapi bukan berarti kami bisa menangkap dia kalau dia tidak melakukan kesalahan," jawab Detektif Khennet.


"Lalu, kenapa paman menyuruhku jangan dekat dengan dia?"


"Careless, kamu harus tahu...dia adalah mafia yang akan dalam bahaya kapanpun dan di mana pun. seperti yang kamu lihat sebelumnya. sudah berapa kali musuhnya tiba-tiba muncul untuk membunuhnya. kamu masih memiliki seorang paman dan bibi. jadi jangan memgambil resiko," kata Detektif Khennet.


"Tapi, Paman. aku menyukai kakak tampan," kata Careless dengan terus terang.


"Careless, yang kamu katakan suka itu bukan cinta, aku tahu kalau dia tampan. tapi...dia tidak sesuai untukmu!"


"Ap karena dia adalah mafia?"


"Iya, lebih baik kamu lupakan dia saja!" jawab Detektif Khennet.


Saat mereka sedang berbicara tiba-tiba saja nada panggilan masuk ke handphone milik Detektif itu.


"Hallo," sahut Detektif Khennet yang menjawab panggilan itu.


"Paman K, di restoran King ada seseorang yang membawa bom bunuh diri. dia ingin semua orang yang di restoran itu ikut mati dengannya." kata rekan Khennet yang di seberang sana.


"Memang apa alasannya dia melakukan itu?" tanya Detektif Khennet.


"Katanya pemilik restoran itu berhutang dan tidak ingin membayarnya, dia emosi dan ingin mati bersama mereka," jawab Mulvin.


"Mulvin, apakah pasukan penjinak bom ada di sana?" tanya Detektif Khennet.


"Mereka sedang dalam perjalanan menuju ke sini."

__ADS_1


"Aku langsung ke sana!" kata Detektif Khennet yang memutuskan panggilannya.


"Aku akan mengantarmu pulang dulu!" ujar Detektif Khennet.


"Tidak usah, Paman! kita langsung ke sana saja sebelum ada jatuh korban. mereka pasti butuh bantuanmu!"


"Baiklah, tapi kau harus berjanji jangan menimbulkan masalah di sana!"


"Tenang saja, Paman! aku hanya akan duduk di dalam mobil dan melihat paman gundul menjadi pahlawan," jawab Careless.


Setelah beberapa menit kemudian Detektif Khennet tiba di lokasi kejadian. Khennet langsung keluar dari mobilnya menghampiri rekan-rekannya yang telah berkumpul di sana. sementara Careless masih duduk di dalam mobil.


Di lokasi tersebut bukan hanya pasukan detektif, para reporter juga telah berada di tempat untuk merekam kejadian tersebut.


Restoran itu telah di kepung oleh para pasukan detektif, seorang pria yang memegang bom di tangannya sedang mengancam para detektif dengan penuh emosi.


"Lepaskan sandra dan turunkan senjatamu! jangan sakiti orang yang tidak bersalah, kalau ada apa-apa katakan pada kami. apa kamu butuhkan?" tanya Detektif Khennet.


"Kalian jangan ikut campur! ini adalah urusanku dan pemilik restoran ini," jawab pria itu.


"Bicarakan dengan baik-baik dan jangan sakiti siapapun! katakan pada kami apa yang kamu inginkan?" tanya Detektif Khennet.


"Pemilik restoran ini telah memecatku, dan bukan hanya itu saja mereka juga adalah penipu yang telah menipu semua uangku," jawab pria itu yang dalam kondisi emosi. wanita yang ditahannya ketakutan hingga gemetar.


"Bagaimana caranya mereka bisa menipu uangmu?" tanya Detektif Khennet.


"Pria tua itu menyuruhku investasi ke restorannya dan akan membagi keuntungan denganku, tapi ternyata aku dibohongi. di saat ada keuntungan mereka bukan hanya tidak ingin membayarku tapi juga memecatku. semua uang tabunganku habis begitu saja," ungkap pria itu.

__ADS_1


"Kami akan menyelidiki kasus ini, kamu jangan cemas. dan sekarang lepaskan sandranya dan letakkan bomnya ke bawah!" kata Detektif Khennet yang berusaha membujuk pria itu.


"Sekumpulan bodoh, namanya juga sudah mengancam mana mungkin dia akan dengar katamu, sangat aneh cara Detektif Khennet gundul menyelesaikan masalah. kalau memang pemilik restoran itu bersalah kenapa tidak ledakan saja," gumam Careless yang sedang duduk di dalam mobil.


"Aku tidak akan mendengarkan kalian, aku ingin mereka semua mati bersamaku," bentak pria itu.


Tidak lama kemudian Careless keluar dari mobilnya dan sambil berteriak," hei, cepat ledakkan restorannya! kenapa masih menunggu...Ha? apa kamu tahu gara-gara menunggu paman gundul menyelesaikan masalahmu, aku harus menunggu di mobil dan menahan lapar. hari ini sangat panas sehingga tidak terlihat mataharinya. lihatlah aku sudah berkeringat seperti di benua asia!"


Kemunculan Careless telah menarik perhatian semua orang yang di sana. mereka yang sedang ketakutan akan tetapi Careless malah beraninya memancing emosi pria itu.


"Dasar bodoh, yang benar adalah benua afrika," gumam Detektif Khennet.


"Kau siapa...Ha?" tanya pria itu.


"Aku adalah nenekmu, dasar bodoh. kalau mau ledakan silakan saja, kenapa masih membuang waktu...," teriak Careless.


"Hei, apa kau bisa diam! masuk ke mobil sana!" teriak Detektif Khennet.


"Aku lapar, apa aku bisa makan dulu di restoran itu sebelum diledakan?" tanya Careless.


"Apa kau sudah bodoh ya? kalau lapar makan di tempat lain," ketus Detektif Khennet dengan kesal.


"Hei, bocah...cepat ledakan restorannya agar mereka semua bisa pulang dan tidak berdiri di sini sambil menjemur. kasihan dengan Detektif Khennet yang kulitnya sudah kering dan bertambah keriput," teriak Careless.


"Masuk ke mobil sekarang juga! jangan banyak bicara," bentak Detektif Khennet dengan kesal.


"Iya, aku tahu!" jawab Careless dengan patuh.

__ADS_1


"Ingin aku patuh, jangan berharap! hanya menghadapi bocah yang membawa bom palsu saja kalian ketakutan. nama saja polisi tapi tidak bisa membedakan bom asli sama bom palsu," gumam Careless.


__ADS_2