King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Kekhawatiran Elizabert


__ADS_3

"Bukan seperti itu, kami hanya tidak menyangka bahwa keponakan kami yang ceroboh bisa ada yang suka, apa lagi seorang ketua mafia " jawab Careless yang kakinya mulai lemas.


"Nona Careless sangat manis dan bos kami sangat menyukainya. sifatnya sangat lucu sehingga mampu menarik perhatian bos kami," ujar Daniel.


"Dasar gadis ceroboh, di dunia ini begitu banyak pria tapi malah menarik perhatian ketua mafia," gumam Elizabert.


"Apa yang bibi katakan?" tanya Daniel.


"Oh...tidak! aku hanya tidak menyangka keponakan kami yang memiliki wajah jelek, ceroboh, bodoh dan sering sesat jalan bisa membuat bos kalian tertarik," jawab Elizabert. dengan sengaja.


"Hei! apa perlu kamu menghina keponakan sendiri di depan orang," kata Robert.


"Aku hanya berkata yang sebenarnya," jawab Elizabert yang menepuk tangan suaminya.


"Asal kamu tahu saja... Careless tidak bisa memasak, mencuci, membersih-bersih rumah. Dia hanya tahu menimbulkan masalah. Apa baiknya bosmu menyukainya? bukankah sama saja menyakiti diri sendiri," kata Elizabert dengan sengaja.


"Aku melihat nona adalah gadis yang baik, Aku yakin bos tidak akan peduli dengan kekurangannya. Karena semua orang memiliki kekurangan," kaya Daniel.


"Paman, Bibi," suara panggilan Careless.


"Careless, bagaimana denganmu?" tanya Elizabert yang menghampiri keponakannya.


"Aku baik-baik saja, dokter mengatakan aku harus makan makanan yang lunak," jawab Careless.


"Itu mudah saja! bibi akan menyiapkan makanan yang sesuai untukmu," jawab Elizabert.

__ADS_1


"Paman, Bibi, bagaimana dengan kalian? apakah terluka?" tanya Mark.


Robert dan Elizabert yang melihat Mark, mereka lagi-lagi mulai lemas dan cemas.


"Paman, Bibi, ada apa dengan kalian?" tanya Careless.


"Tidak ada! mungkin kami sedikit shock karena kejadian siang tadi sehingga kaki kami agak lemas," jawab Robert.


"Daniel, apakah dokter tidak periksa kaki mereka?" tanya Mark.


"Kaki kami tidak apa-apa! hanya...berdiri terlalu lama makanya menjadi tidak bertenaga," jawab Elizabert.


"Gigiku yang tanggal, tapi kenapa kondisi kalian malah lebih parah dariku?" tanya Careless.


"Terima kasih, Tuan. karena telah menyelamatkan kami. dan kami harus pulang sekarang," ucap Robert.


"Careless cepat kita pulang!" ajak Elizabert yang senyum paksa pada ketua mafia itu.


"Aku akan mengantar kalian pulang," ujar Mark.


"I- itu tidak perlu! kami akan pulang sendiri saja," jawab Elizabert yang ingin menghindar.


"Jangan menolak tawaranku! tidak ada salahnya aku mengantar kalian pulang," kata Mark yang memegang tangan Careless dan melangkah pergi.


Elizabert dan Robert hanya bisa saling memandang dan akhir memilih menurut dengan kata Mark.

__ADS_1


"Kenapa kami malah merasa nyawa sudah di ujung tanduk," batin Elizabert.


Malam hari.


Toko bunga Elizabert.


Malam itu Elizabert sedang makan malam bersama paman dan bibinya. gadis itu hanya bisa menelan bubur sesuap demi sesuap.


"Bibi, kenapa buburnya tawarnya sekali?" tanya Careless.


"Mungkin bibi lupa mencampurkan bumbunya penyedapnya," jawab Elizabert.


"Dan ayam ini kenapa tawar juga?" tanya Careless yang sedang mengigit daging ayam goreng.


"Elizabert, kenapa masakanmu hari ini semuanya tawar? sayur ini juga tidak ada rasa sama sekali," tanya Robert yang sedang mencicipi kuah sayur.


"Garam sudah habis," jawab Elizabert dengan alasan.


"Bibi, kenapa sayur ini selain tawar juga tidak cukup matang?" tanya Careless.


"Kalau kamu suka makan saja, kalau tidak suka jangan makan!" jawab Elizabert.


"Apakah hari ini bibi diserang demam terkejut? Sehingga tidak fokus?" tanya Careless.


"Jangan banyak bicara! bicara tentang hubunganmu dengan ketua mafia itu dulu," kata Elizabert

__ADS_1


__ADS_2