
"Kakak tampan, apakah aku bisa menumpang bakar burung elang ini di rumahmu?" tanya Careless sambil menunjukan elang yang di tangannya.
"Tidak ada kerjaan!" jawab Mark yang kembali masuk ke dalam mobil. Careless langsung ikut masuk ke mobil dan duduk di samping Mark sambil memegang burung elang itu.
"Bawa keluar burung itu!" bentak Mark.
"Biarkan aku menumpang dapurmu membakar burung ini, jam segini kalau aku pulang aku pasti diusir dan harus tidur di luar," ucap Careless.
"Apa kau bisa buang dulu elang ini?" tanya Mark dengan kesal.
"Burung ini cukup besar, sangat sayang kalau dibuang. berikan saja pada paman gundul, selama ini aku memang ingin mentraktir dia makan ayam panggang. tapi aku tidak punya uang membeli ayamnya. dan sekarang aku dapat burung gratis jadi aku bakar saja sebagai penganti ayam," ucap Careless
"Kau sangat tidak waras," ketus Mark dengan kesal.
"Jalan!" perintah Mark pada Daniel.
Di malam itu Careless sedang membersihkan bulu-bulu elang dan kemudian mencuci bersih hewan itu. gadis itu kemudian mulai mencampur bahan dapur untuk membakar daging tersebut, ia tidak memotong hewan itu dan hanya membersihkan bagian luarnya.
__ADS_1
Tidak tahu apa yang terjadi pada elang itu yang dibumbui, kecap dan bahan lainnya.
Daniel sedang berada di ruang baca Mark.
"Bos, apakah aman kalau gadis itu membakar elang itu di dapur?" tanya Daniel dengan khawatir.
"Ada pembantu yang mengawasi, jadi biarkan saja!" jawab Mark.
"Bos, kalau saja dapurnya sampai meledak apa yang harus kita lakukan?" tanya Daniel yang khawatir.
"Lemparkan saja dia laut!" jawab Mark.
Tengah malam
Careless yang tidur di kediaman Mark, ia terbangun saat di tengah malam.
Dengan dalam kondisi setengah sadar ia keluar mencari kamar mandi. padahal di dalam kamarnya juga ada kamar mandi.
__ADS_1
"Rumah ini benar-benar menyusahkan saja, hanya mau mencari kamar mandi saja begitu sulit," gumam Careless yang tidak sadar ke mana dia pergi.
Gadis itu sambil mengucek matanya dan masuk ke salah satu kamar yang tidak jauh jarak dari kamarnya. ia memasuki kamar mandi dan
setelah selesai buang air kecil ia langsung menghempaskan diri di atas kasur tanpa melihat ada seseorang di sana.
"Nyaman sekali," gumam Cereless yang memeluk orang yang di sampingnya itu.
Gadis itu yang setengah tidur tidak sadar sama sekali bahwa dirinya sedang tidur di samping Mark. tanpa dia sadari dia telah salah masuk kamar.
Mark terbangun akibat pelukan gadis itu.
"Kenapa si rusuh ini bisa ada di sini," ketus Mark yang ingin bangkit akan tetapi tubuhnya dipeluk erat oleh Careless.
"Bangun!" bentak Mark yang melepaskan tangan gadis itu.
"Bibi, jangan bising aku mau tidur," ucap Careless yang tidak sadar. gadis itu langsung tidur di atas tubuh Mark.
__ADS_1
"Bibi, nyaman sekali, biarkan sesekali aku bermanja denganmu. selama ini aku tidak pernah bermanja dengan mama dan papaku. aku hanya bisa bermanja denganmu," ucap Careless sambil memejamkan matanya.
Mendengar ucapan gadis itu Mark akhirnya luluh karena iba, dia pun membiarkan gadis itu tidur di atas tubuhnya. walau sebenarnya dirinya merasa terganggu dan kesulitan untuk tidur.