King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Burung panggang


__ADS_3

Setelah satu jam kemudian.


Mark dan Careless sarapan bersama.


"Kakak tampan, apakah bisa ajarkan aku bagaimana cara masak mi ini? rasanya enak sekali," tanya Careless yang sambil menyantap dengan lahap.


"Tanya saja dengan asisten rumah tanggaku," jawab Mark.


"Oh...iya nanti aku tanya," jawab Careless.


"Kakak tampan, kamu lihat ini burung elang yang aku bakar semalam!" kata Careless yang membuka penutup dan memperlihatkan hewan yang dia tembak semalam.


Mark yang melihat burung itu ia langsung keselek makanan.


"Uhuk...uhuk...uhuk...," suara batuk Mark.


"Kakak, minum dulu! jangan cepat-cepat makannya!" ujar Careless yang memberikan minuman kepada Mark.


"Apa kamu tidak ingin mencobanya?"


"Tidak usah!" jawab Mark.


"Aku rasa daging burungnya pasti enak," kata Careless dengan yakin.


"Bawa pergi hewan ini!" titah Mark.


"Iya...iya...aku akan membawanya dan mengantar ke kantor polisi. Kakak tampan, apakah aku bisa meminta satu gelas mie istans? aku ingin makan di kantor polisi," tanya Careless.


"Ambil saja di lemari dapur!" jawab Mark.


"Terima kasih! kalau begitu aku tidak sungkan," ucap Careless yang menuju ke dapur.


Setelah satu jam kemudian Careless menuju ke kantor polisi. dia meletakan bingkisan yang berisi burung bakar untuk detektif Khennet.


"Apa ini?" tanya Detektif Khennet.


"Paman gundul, ini untukmu! coba makan. aku membakarnya dengan bumbu yang berkualitas!" jawab Careless.


Semua rekan detektif Khennet merasa penasaran dengan isi dalam bingkisan itu. tentu saja mereka tidak yakin bahwa gadis rusuh itu bisa memasak dengan benar.

__ADS_1


"Paman, cepat buka dan cicipi!"


"Aku tidak yakin kau bisa membakar burung," ucap detektif Khennet yang tidak percaya dan sambil membuka bingkisan itu.


Saat bingkisan di buka detektif Khennet mengeluarkan burung panggang itu yang letak di piring keramix.


Semua mata berfokus pada burung bakar itu, mata mereka tidak berkedip dan melotot saat melihat kondisi burung itu.


"Apakah aku boleh bertanya?" tanya salah satu rekan detektif Khennet.


"Silakan!" jawab Careless..


"Ini...burung apa?" tanya rekan detektif Khennet dengan heran.


"Burung elang, kenapa?"


"Gadis usil, aku tidak yakin kalau burung ini adalah burung elang," kata detektif Khennet.


"Kenapa tidak yakin? lihat saja kepalanya juga masih ada dan badannya masih utuh," tanya Careless.


"Burung ini lebih mirip arang dari pada burung bakar, lihat saja warnanya sama dengan arang," ujar detektif Khennet.


"Eh...dasar bodoh, mana ada yang bakar burung bisa begitu hitam dan mirip dengan arang," ketus detektif Khennet..


"Paman gundul, sangat jahat. demi paman aku kesulitan mencari burung ini, dan aku membakarnya hingga larut malam. karena mengantuk aku pun salah masuk kamar. semua ini gara-gara paman," gerutu Careless.


"Cepat makan! kalau tidak, aku akan antar ke rumah paman saja," ucap Careless.


Detektif Khennet dan lainnya terpaksa membagi daging elang itu, ada yang mengambil kakinya dan ada juga yang mengambil bagian kepalanya. sedangkan detektif Khennet makan bagian daging perutnya.


Saat mereka mencobanya daging elang itu terasa sangat lembut dan enak.


"Lumayan juga! walau warna sangat jelek, tapi daging tidak hangus," ucap salah satu rekan detektif Khennet.


"Dagingnya lembut dan tidak keras," kata detektif Khennet.


"Dari mana kamu beli daging elang ini?" tanya detektif Khennet.


"Aku memintanya dengan pemburu," jawab Careless.

__ADS_1


"Pemburu?" tanya detektif Khennet dengan heran.


"Iya, dengan pemburu, lagi pula kalau beli harganya pasti mahal. selagi ada gratis aku tidak ingin sia-siakan," jawab Careless.


"Aauhhkk...," rintihan detektif Khennet yang mengigit sesuatu yang keras sehingga patah giginya.


Detektif Khennet mengeluarkan daging yang dia kunyah dan melihat sebutir peluru.


"Ke-kenapa bisa ada.peluru di sini?" tanya detektif Khennet dengan heran.


"Oh...dia kan mati ditembak, makanya ada pelurunya," jawab Careless dengan santai.


"Bukankah seharusnya kamu buang dulu pelurunya baru di panggang," ujar detektif Khennet.


"Paman gundul, jangan banyak protes, seharusnya kamu harus merasa beruntung karena dapat makan gratis," ujar Careless.


"Uhuk...uhuk...ini apa? kenapa rasanya sangat aneh?" tanya detektif Khennet yang mengunyah makannya sambil menahan sakit pada gusinya.


"Oh, mungkin bahannya," jawab Careless.


Detektif Khennet yang sedang makan melihat usus burung itu masih lengkap dengan organ lainnya, begitu juga dengan rekannya yang mendapati alat kelamin burung itu masih melekat di buntutnya.


"Nona, saat kamu membakar burung ini, apakah kamu membersihkannya dulu?"


"Aku mencabut semua bulunya dan mencucinya hingga bersih," jawab Careless


"Bagaimana dengan bagian dalamnya, apakah tidak dibuang?" tanya detektif Khennet.


"Ssmua organ dalam tidak ku buang dan masih utuh, aku hanya membuang bulunya saja. usus, jantung, hati dan buntutnya aku tidak buang," jawab Careless.


"Jangan mengatakan bahwa kotoran burung juga tidak kau bersihkan," ujar detektif Khennet yang berhenti mengunyah karena melihat banyak kotoran yang di dalam usus elang.


"Paman gundul, untuk apa dibuang sangat membazir, lagi pula untuk paman sangat cocok kalau makan itu, agar lebih bergizi dan panjang umur," jawab Careless..


Woak....woak....


Detektif Khennet dan rekannya langsung memuntahkan semua makanan yang mereka telah tadi.


"Paman gundul, kenapa muntahkan semua makanannya?" tanya Careless.

__ADS_1


__ADS_2