King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Perkelahian Dua Wanita


__ADS_3

"Ternyata kehidupan Nona cukup menyedihkan," kata Calvin yang merasa iba.


"Paman jangan berkata seperti itu, aku merasa beruntung karena aku masih memiliki paman dan bibi yang sangat sayang padaku," ujar Careless.


"Baiklah, Nona. saya akan pergi mengambilkan obatnya dan pelayan akan mengantar ke sini obat dan baju tidur," ucap Calvin.


"Selamat malam, Paman," balas Careless.


Sesaat kemudian Calvin meninggalkan Careless di kamarnya.


"Apa kerja kakak tampan itu? kenapa dia bisa begitu kaya?" gumam Careless.


Jam dinding menunjukan pukul 01.00


Malam itu Mark masih duduk di ruangan pribadi, ia membaca laporan hasil penjualan setiap bulan.


"Bos, bulan ini hasil penjualan kita meningkat, pemasukan barang sebanyak delapan kali dalam sebulan ini. banyak dari kalangan mafia yang memesan narkotika dengan kita. mereka semua adalah pecandu," ujar Daniel.


"Awasi dengan baik setiap melakukan transaksi jangan sampai ada kelalaian!"perintah Mark.


"Iya, Bos," jawab Daniel.


Klek.


"Tuan, sudah malam, apa perlu saya siapkan makanan ringan untuk Anda?" tanya Calvin yang melangkah masuk ke dalam.


"Tidak perlu, Calvin. sebentar lagi aku ingin istirahat," jawab Mark.


"Baik, Tuan," jawab Calvin dengan sopan.


"Bagaimana dengan gadis itu, apakah dokter sudah mengobati lukanya?" tanya Mark.


"Nona menolak, dia bersikeras ingin mengobati lukanya sendiri. dan saya tidak menghubungi dokter," jawab Calvin.


"Daniel, bagaimana dengan sepedanya?" tanya Mark


"Sepedanya sedang diperbaiki. besok pagi-pagi akan diantar ke sini, Bos," jawab Daniel.


"Hm...iya sudah...kalian pergi istirahatlah!" ucap Mark.


Keesokan harinya.


Careless yang telah bangun ia langsung keluar dari kamarnya.


Ia berjalan menuruni anak tangga dan melihat rumah besar itu yang tidak ada siapapun di sana.

__ADS_1


"Rumah sebesar ini tapi sepi, yang benar saja... ke mana kakak tampan itu aku mau pulang dan di mana sepedaku," gumam Careless.


Tidak lama kemudian Calvin menghampiri Careless," selamat pagi, Nona."


"Paman, selamat pagi. di mana kakak tampan itu?"


"Tuan sedang berada di ruangan pribadinya," jawab Calvin dengan sopan.


"Paman, mana sepedaku, apakah sepedaku sudah siap diperbaiki?"


"Nona, silakan menunggu. orang bengkel akan mengantar ke sini. Nona, silakan duduk. saya sedang siapkan sarapan dan nona nanti makan bersama tuan," ucap Calvin.


"Aku tidak butuh sarapan, aku ingin cepat pulang, semalaman aku tidak pulang. bibi dan pamanku pasti khawatir," jawab Careless yang duduk bersandar ke sofa di ruang tamu itu.


"Lebih baik nona sarapan dulu sebelum pulang, sarapan akan segera disajikan. silakan menunggu sebentar!" kata Calvin yang sesaat kamudian melangkah pergi.


Setelah beberapa menit kemudian Careless yang sedang duduk di sofa sendirian ia diteriak oleh seorang wanita yang baru melangkah masuk ke dalam rumah.


"Hei...siapa kau, kenapa ada di sini?" tanya wanita itu dengan nada keras.


"Apa kamu tidak bisa bersikap sopan santun, kenapa baru masuk sudah berteriak-teriak!" bentak Celeress dengan kesal dan bangkit dari tempat duduknya.


"Memang kau siapa di sini ha...? berani sekali kau duduk di sofa mahal ini, kalau rusak apa kau sanggup mengantinya?" bentak wanita itu dengan nada tinggi.


"Aku akan menjadi nyonya di rumah ini tidak lama lagi!" jawab wanita itu dengan gaya sombongnya


"Tidak lama lagi? memangnya kapan? bisa jadi besok kau sudah gagal menjadi calon nyonya rumah ini, berarti kau adalah calon istri kakak tampan itu ya!" kata Careless.


"Benar! kau siapa?" tanya wanita itu dengan ketus.


"Aku adalah tamunya, dan siapa namamu?"


"Ingat baik-baik namaku! nama ku adalah Fionez Andrianez Casolino," sebutnya dengan bangga.


"...kenapa panjang sekali namamu?" tanya Careless yang susah menyebut nama wanita itu.


"Kalau kau tidak bisa menyebutnya itu tandanya adalah dirimu tidak pernah bersekolah," ketusnya dengan menghina.


"Memangnya kau pernah sekolah?" tanya Careless.


"Aku adalah mahasiswi di perguruan tinggi, aku mendapatkan pendidikan dengan biaya yang paling mahal," jawab Fionez dengan tatapan sinis.


"Tapi, kenapa tingkahmu dan sikapmu seperti orang tidak bersekolah!" tanya Careless dengan mengejek.


"Apa maksudmu dengan berkata seperti itu, kau sangat tidak sopan!" ketus Fionez yang ingin melayangkan tangannya akan tetapi langsung ditahan oleh Careless.

__ADS_1


"Apa kau ingin menamparku? kau seperti tidak berpendidikan sama sekali," bentak Careless yang sedang menahan tangan Fionez.


"Bos, wanita itu datang lagi, kali ini dia malah mencari masalah dengan nona itu," ujar Daniel yang sedang berdiri di lantai tiga bersama bosnya. tidak tahu sejak kapan mereka ada di sana.


"Biarkan saja! lagi pula dia memang sangat suka mencari masalah. dengan begini aku bisa menolak langsung pernikahan ini," jawab Mark.


"Bagaimana dengan Wesley, apakah dia akan menyalahkan bos?" tanya Daniel.


"Biarkan saja! aku lebih berharap kalau dia tidak berniat menikahkan putrinya padaku, lagi pula aku tidak berniat ingin menikahi putrinya," jawab Mark.


"Kurang ajar! kau sangat berani menghinaku, priaku adalah orang hebat, dan papaku juga. jika kau menyinggung papaku maka hidupmu akan segera berakhir!" kecam Fionez dengan bersikap sombong.


"Memangnya papamu sehebat apa? apakah dia keturunan malaikat pencabut nyawa? aku juga tidak peduli siapa papamu. aku hanya merasa heran padamu!" balas Careless dengan santai.


"Apa maksudmu?" tanya Fionez.


"Kau mengatakan jika kau adalah mahasiswi perguruan tinggi tapi sifatmu tidak berlogika," ketus Careless dengan mengejek.


"Kau sangat keterlaluan!" bentak Fionez yang mendorong Careless sehingga jatuh mengenai vas bunga yang ada di meja belakang tempat Careless berdiri.


Prang...prang...


Bunyi pecahan vas bunga yang berkeping-keping dan berserakan di lantai.


"Aarghh...," teriakan Careless yang merasa kesakitan.


"Dasar kampungan! kau memecahkan vasnya, kau harus ganti rugi!" bentak Fionez.


"Ganti kepalamu!" bentak Careless yang berdiri dan mendorong Fionez sehingga tersungkur. dan bukan hanya itu Careless juga melompat dan duduk di atas tubuh wanita itu.


Brugh...


"Aarghh..."teriakan Fionez yang kesakitan.


Plak...plak...plak....plak...


Tamparan dilakukan oleh Careless yang sedang merasa kesal.


"Aarrghh...," pekik Fionez yang sedang ditampar oleh Careless berkali-kali.


"Bos, bukankah ini akan terjadi masalah besar?" tanya Daniel. yang merasa khawatir.


"Adik kecil ini sangat berani," ucap Mark dengan senyum dan melangkah pergi menuju ke lantai bawah.


"Ingin menindasku jangan berharap! aku adalah Cereless selama hidup aku yang menindas orang," bentaknya yang sambil menampar wanita itu tanpa berhenti.

__ADS_1


__ADS_2