King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Careless Kesal


__ADS_3

"Usiamu masih muda, suatu saat kamu pasti akan bertemu dengan pria yang baik, untuk apa bersikeras harus bersama dengannya. di dunia ini laki-laki bukan hanya satu," kata Elizabert.


"Paman yang begitu jelek kenapa bibi memilih dia? dibandingkan dengan kakak tampan paman masih kalah sangat jauh," teriak Careless.


"Kenapa melibatkan pamanmu? pamanmu bukan mafia berbeda dengan Mark Davidson," ketus Elizabert.


"Aku tidak mau dengar lagi alasan kalian yang tidak masuk akal, buka pintunya aku ingin keluar," teriak Careless.


"Tidak bisa!" jawab Elizabert


"Buka!" pinta Careless.


"Tidak bisa!" jawab Elizabert dan Robert dengan serentak.


Careless yang berada di dalam kamar berusaha ingin membuka pintu itu. ia kemudian mendekati jendelanya dan periksa kaca jendela.


"Untung saja tidak dikunci, Kalau tidak, aku benar-benar tidak bisa bebas lagi," gumam Careless.


"Careless, tenangkan dirimu dulu! jangan gegabah dan emosi! apa yang kami lakukan demi kamu juga. kami tentu berharap kalau kamu bisa bahagia. tapi pria ini tidak akan bisa memberimu kebahagiaan," kata Elizabert.


"Bisa atau tidak bukan bibi yang tentukan...," balas Careless.


"Careless, lebih baik kamu mendengar nasehat kami, jangan melawan lagi!" bujuk Robert.

__ADS_1


"Tidak mau! alasan yang kalian berikan tidak masuk akal sama sekali, aku tidak ingin mendengarnya," jawab Careless.


"Paman dan Bibi selama ini selalu menyembunyikan kebenaran tentang masa laluku," teriak Careless.


"Kenapa dia bisa tahu?" bisik Elizabert pada suaminya.


"Kami tidak melakukan itu sama sekali!" jawab Robert.


"Katakan siapa orang tuaku? kenapa selama ini kalian tidak ingin memberitahuku?" tanya Careless.


"Orang tuamu dia--" jawab Robert yang dipotong oleh istrinya.


"Dia adalah orang yang baik, itu sudah pasti," sambung Elizabert.


"Kami hanya tidak ingin kamu mengenang masa lalu," jawab Elizabert dengan alasan.


"Alasan tidak masuk akal," ujar Careless.


"Careless...," ucap Robert.


"Selama ini kalian selalu saja menganggap aku bodoh, kalau aku pintar aku tidak mungkin tinggal di sini lagi," teriak Careless.


"Tenangkan dirimu dulu, jangan bahas yang lain. setelah kamu sudah tenang kita baru bicarakan lagi!" kata Elizabert.

__ADS_1


"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, semua jawaban kalian tidak benar. mengenai orang tuaku dan alasan kenapa aku tidak boleh bersama kakak tampan kalian tidak bisa memberitahu aku apa alasannya," teriak Careless.


"Bibi, tolong jangan mengurung aku lagi! buka pintunya atau tidak aku akan merobohkannya," teriak Careless dengan mengancam.


"Careless, sebaiknya kamu jangan keluar dulu!" ujar Robert.


"Kenapa aku tidak bisa keluar?" tanya Careless.


"Hanya demi kebaikanmu saja," jawab Robert.


"Jangan mengunakan alasan ini untuk mengurungku, buka pintunya," bentak Careless.


"Kami hanya ingin melindungimu saja, karena di luar lebih bahaya," kata Elizabert.


"Bukankah mengurungku di dalam sini lebih bahaya? semua ini hanya alasan kalian saja. dan katakan padaku apakah ada seseorang mengenal orang tuaku?" tanya Careless.


"Tentu saja tidak!" jawab Elizabert.


"Mana mungkin! kalau tidak ada yang mengenal orang tuaku. semalam ada orang yang mengikutiku. Apakah kalian tahu siapa mereka?" tanya Careless.


"Siapa yang mengikutimu?" tanya Robert dengan cemas.


"Namanya adalah Great Calvon, anggotanya yang mengikutiku," jawab Careless yang membuat Elizabert dan Robert terdiam dan saling memandang.

__ADS_1


"Kenapa nama ini tidak asing?" bisik Elizabert.


__ADS_2