
Setelah beberapa menit kemudian pasukan penjinak bom mendatangi lokasi kejadian.
Suasana tegang karena bom bunuh diri yang ikat pada tubuh si pelaku. pasukan detektif berusaha menenangkan pelaku itu yang sedang menahan seorang wanita sambil mengancam polisi.
"Tuan, silakan lepaskan nona ini! jangan libatkan orang yang tidak bersalah! mohon kerja samanya," ujar ketua pasukan penjinak bom.
Lokasi itu di kelilingi pasukan detektif dan pasukan penjinak bom serta reporter yang sedang melakukan rekaman kejadian itu. tentu saja rekaman tersebut menjadi tayangan secara langsung dan akan ditonton oleh seluruh warga di kota itu.
"Kalian semua letakkan senjatanya! kalau tidak, dia akan mati bersamaku," kecam pria itu sambil menahan wanita yang sudah ketakutan hingga gemetar.
"Turunkan senjata!" perintah Detektif Khennet yang meletakan pistolnya ke jalan. begitu juga dengan rekan lainnya.
"Katakan apa yang kamu inginkan?" tanya ketua penjinak bom.
"Aku ingin bertemu dengan pemiliknya!" jawab pria itu.
"Aku sudah lapar masih saja harus menunggu mereka, sampai kapan aku bisa pulang makan," gerutu Careless.
Karena tidak sabar, gadis itu menghidupkan mesin mobil Detektif Khennet.
"Setelah masuk gigi kemudian baru menginjak gas, seharusnya tidak salah. tapi yang mana gas dan yang mana rem?" ucap Careless yang sedang utak atik mobil Detektif Khennet.
"Hah...aku sudah tahu, kalau tidak salah saat itu aku melihat paman menginjak pidol rem yang di sebelah kanan. dan kiri adalah gas. kalau begitu aku akan mencoba menginjak pidol kanan dulu. kalau memang rem aku baru menginjak pidol kiri," ucap Careless yang menginjak pedal kanan.
Burm...Burm...
"Aaarrgghh....awas...," teriak Careless yang mobilnya langsung melaju ke depan yang di mana pria itu sedang berdiri.
Detektif Khennet langsung membulatkan mata besarnya melihat gadis itu yang mengendarai mobilnya.
Semua orang langsung berpencar karena mobil itu yang begitu laju ke arah mereka.
"Aarrghh...," teriakan Careless yang ketakutan. ia tidak bisa menyetir sama sekali. mobil yang dia bawa langsung menabrak pria itu sehingga menerobos ke dalam restoran. sementara wanita yang dia tahan langsung melepaskan tangan pria itu dan kemudian ia langsung berlari ke arah lain.
Brak...
__ADS_1
"Aaarggh...," teriakan pria yang ditabrak dan terbawa hingga ke dalam restoran sehingga membuat tubuh pria itu terlempar jauh.
Brugh...
"Aughk...."
"Kenapa pidol remnya tidak bisa berhenti...," teriak Careless yang langsung menginjak pedal kiri.
Saat pria itu ditabrak semua orang yang di sana langsung menjauh dan bertiarap.
Tidak lama kemudian mobil yang dibawa Careless langsung berhenti.
Brugh...
"Aauhk...," jeritan Careless yang kepalanya terbentur setir mobil.
"Kurang ajar! sakit sekali," ketus Careless.
Careless yang merasa kesal ia pun keluar dari mobilnya dengan terhuyung-huyung dan berjalan menghampiri pria itu yang sedang tergeletak kesakitan.
"Sakit sekali kepalaku," ketus Careless yang menarik pria itu sehingga keluar dari restoran.
"Dasar tidak berguna, mobilnya juga mobil murahan," ketus Careless dengan kesal.
Detektif dan pasukan penjinak bom serta reporter langsung berdiri melihat Careless yang menarik pria itu keluar dari restoran.
"Paman K, bu-bukankah itu adalah mobilmu?" tanya salah satu rekan yang menunjuk ke arah mobil itu yang berada di dalam restoran.
"Kau siapa...Ha? kenapa menabrakku?" tanya pria itu yang ditarik oleh Careless.
"Aku adalah reinkarnasi nenekmu, berani sekali kau membuat aku kelaparan, kalau kau ingin membalas dendam cari saja pemilik restorannya dan ledakan rumahnya. kenapa harus begitu rusuh sehingga merepotkan semua orang dengan bom palsumu ini," bentak Careless dengan kesal.
Mereka yang di sana mendengar ucapan Careless merasa tidak percaya bahwa bom yang dimiliki pria itu adalah palsu.
"Bom palsu?" tanya salah satu detektif.
__ADS_1
"Ternyata hanya bom palsu," kata salah rekan penjinak bom.
"Bagaimana kau bisa tahu kalau ini adalah bom palsu?" tanya pria itu yang sedang cemas.
"Walau banyak yang bilang aku bodoh, tapi aku tidak bodoh dan hanya tidak pintar saja. yang bodoh itu adalah mereka semua yang dibohongi olehmu," jawab Careless sambil menunjuk ke arah pasukan detektif dan pasukan penjinak bom.
"Aku harus menunggumu selesai mempermainkan mereka aku baru bisa pulang makan. karena kau bermain dengan bom tidak berguna ini aku menjadi kelaparan," bentak Careless yang menarik telinga pria itu dengan kuat.
"Aarrghh...," teriak pria itu yang kesakitan.
"Borgol pria itu dan bawa ke kantor polisi!" perintah Detektif Khennet.
Rekan Detektif Khennet kemudian menghampiri pria itu dan memborgol tangannya. sementara Detektif Khennet melihat mobilnya yang telah rusak di bagian depan dan sudah retak kaca mobilnya.
"Careles...," teriak Detektif Khennet dengan nada tinggi.
"Ada apa, aku hanya di sini, kenapa berteriak? aku belum tuli," ketus Careless dengan kesal.
"Apa kau tahu apa yang kau lakukan...Ha? lihatlah mobilku sudah rusak, kenapa kau menghidupkan mesinnya?" tanya Detektif Khennet.
"Paman gundul, jangan salahkan aku! itu karena mobil paman yang murahan. aku menginjak pidol rem tapi mobilnya malah melaju dan menabrak restoran," jawab Careless dengan kesal.
"Pi-pidol? apa itu pidol?" tanya Detektif Khennet.
"Paman gundul, kenapa menjadi bodoh. masa pidol saja tidak tahu, pidol itu adalah yang kita pijak di dalam mobil bagian bawah," ketus Careless
"Kau yang bodoh, itu namanya Pedal bukan pidol, dasar bodoh," bentak Detektif Khennet dengan sangking kesalnya.
"Berarti pedalnya sudah rusak," kata Careless yang tidak mau kalah.
"Memangnya pedal mana yang kau injak?"
"Pedal kanan."
"Pedal kanan adalah gas, dan kiri adalah rem. kau salah menginjak pedal. tapi masih saja tidak mau mengaku salah," bentak Detektif Khennet yang menarik telinga Careless.
__ADS_1
"Aarrghh...Paman gundul, lepaskan tanganmu...," teriak Careless yang kesakitan.