
"Fionez, seharusnya kau menjaga sikapmu, kau tahu kalau Mark berbeda dengan pria lain. dia tidak suka dipaksa. apa lagi kau menimbulkan masalah di rumahnya. jadi, dia mana mungkin akan memaafkanmu!" ujar Wesley yang duduk di kursinya.
"Papa, aku...."
"Jangan katakan apa-apa lagi! Mark sudah tegaskan tidak ingin bertunangan denganmu," kata Wesley.
"Apa, tidak bisa. aku tidak setuju. aku tetap ingin menikah dengannya," kata Fionez dengan tegas
"Fionez, sejak awal dia memang tidak berniat untuk menikahimu. hanya dirimu yang mengejarnya selama ini," ujar Wesley.
"Dia adalah milikku! semua ini karena wanita sialan itu, makanya dia membatalkan pernikahan ini," ketus Fionez.
"Walau tidak ada wanita itu, Mark juga tidak akan menikah denganmu. jadi, kemunculan wanita itu tidak mempengaruhi semua ini," jelas Wesley.
Pa, aku tidak puas!" gerutu Fionez.
"Tidak puas kau tetap harus menerimanya, kau tidak bisa membuka pintu hatinya yang selama ini tertutup rapat. tidak ada wanita yang mampu masuk ke dalam hatinya."
"Aku tidak percaya jika aku tidak bisa, aku tetap akan mencobanya!"ujar Fionez.
"Fionez, sesuatu yang bukan milikmu, walau kau kejar tetap tidak akan bisa mendapatkannya. jika bukan jodoh untuk apa dipaksa. apa kau tahu...Mark adalah pria yang dingin. di usianya yang sudah 35 tahun dia tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun. di dunia ini tidak ada wanita yang bisa menarik perhatiannya. papa hanya tidak ingin kau terlalu berharap dengan hubungan yang tidak pernah ada ini," kata Wesley
"Pa, bukankah sebelumnya papa berharap aku bisa menjadi istrinya, kenapa sekarang malah berubah," ucap Fionez.
"Fionez, Mark adalah pria keras kepala, tidak ada yang bisa memaksanya jika dia tidak mau. untuk saat ini jangan memaksa dia dulu. biarkan dia bertenang!"
"Aku hanya tidak ingin wanita itu mengambil kesempatan saja," kata Fionez.
"Mungkin dia hanya bermain dengan wanita itu, jangan menganggu dia dulu. dia pasti akan menjadi suamimu," ucap Wesley.
Keesokan harinya.
Toko bunga.
"Bibi...," teriak Careless dengan nada memenuhi satu ruangan toko.
"Apa kau gila ya, kenapa harus berteriak, telinga bibimu ini masih normal!" bentak bibinya yang merasa kesal dengan keponakannya itu.
"Bibi, aku lupa alamat ini! bunga ini mau antar ke kuburan siapa, Bi?" tanya Careless.
"Kuburan kepalamu!" bentak bibi dengan sangking kesalnya.
"Bibi, kenapa marah lagi, aku kan hanya bertanya saja. nanti kalau aku salah alamat aku pasti disalahkan," ketus Careless.
"Careless, ini tujuannya bukan ke kuburan, tapi ke tempat pesta ulang tahun. dengar baik-baik pesta ulang tahun yang diadakan di restoran," ujar bibi dengan nada tinggi.
"Iya..iya...!" jawab Careless dengan nada kesal.
"Padahal mulut dia kecil tapi bisa bicara dengan nada setinggi langit!" gumam Careless.
__ADS_1
Careless lalu mengantar sebuket bunga dengan mengunakan sepedanya.
"Lalalalala....lololololo...," nyanyian Careless yang sambil mengayuh sepeda.
Tidak lama kemudian Careless tiba ke sebuah restoran mewah. ia memakirkan sepedanya di luar dan melangkah masuk ke dalam dengan membawa sebuket bunga.
"Ups...siapa nama penerimanya? kenapa aku bisa lupa?" gumam Careless.
Careless yang lupa dengan nama penerima lalu ia melangkah ke dalam restoran dan bertanya pada pelayan di sana.
"Kakak, apakah di sini ada yang mengadakan pesta ulang tahun?" tanya Careless.
"Ada Nona. silakan berjalan lurus ke depan dan belok kiri, ruangan makan mereka ada di sana!" jawab pelayan dengan sopan.
"Baiklah, terima kasih!" ucap Careless yang berjalan sambil menuju ke arah yang ditunjukan oleh pelayan itu.
Sesuai dengan petunjuk pelayan restoran, Careless berjalan mencari ruangan itu.
"Apa ini ya ruangannya? sepertinya ada yang menyanyikan lagu ulang tahun!" ucap Careless yang sedang berdiri di pintu.
Ceklek...
"Permisi! apakah ada yang pesan bunga?" sapa Careless yang melangkah masuk ke dalam ruangan itu.
Di dalam ruangan itu terdapat dua pria dan tiga wanita. salah satu wanita tersebut merayakan hari ulang tahunnya, karena kehadiran Careless di sana mereka menatapnya dengan tatapan hina dan senyum mengejek.
"Apa kamu adalah gadis bunga? jika iya aku mau batalkan saja. karena sudah lewat dan tidak tepat waktu!" ketus wanita itu.
"Namaku adalah Fiorancy bukan Viona!"
"Aku datang pada waktu yang tepat, sama sekali tidak lewat sedikit pun. bayar uangnya dan ambil bunganya!" jawab Careless dengan ketus.
"Gadis bunga, apakah kau hanya demi uang yang tidak seberapa itu sehingga begitu memaksa kami harus membelinya!" kata salah satu teman Fiorancy
"Bunga ini adalah pesanan dia, oleh karena itu dia harus membayarnya, kalau sudah dipesan tidak bisa dibatalkan!" jawab Careless dengan tegas.
"Kalau kau tidak mau memangnya kenapa?" tanya Fiorancy dengan tertawa, begitu juga temannya yang ikutan tertawa dengan sambil menghina.
"Ha-ha-ha-ha...."
"Gadis bunga, bagaimana kalau kami traktir dirimu makan dulu! kelihatannya kau hanyalah gadis kampung yang tidak pernah merasakan makanan lezat, bagaimana jika kami memberikan sop walet ini untukmu!" ujar salah satu pria dengan menghina.
"Tidak perlu! apa kalian begitu miskin hanya sebuket bunga saja kalian tidak sanggup membayarnya. sangat memalukan sekali!" ketus Careless dengan kesal.
"Kau menghinaku, dasar wanita kampungan!" bentak Fiorancy yang menyiram jus sehingga mengenai kemeja Careless.
"Ha-ha-ha-ha-ha...gadis kampung...gadis kampung...gadis kampung..." tertawa mereka dengan serentak.
"Apa kau mau makan? ambil sop ikan ini!" ujar salah satu pria yang menyiram sop yang ada di mangkoknya dan mengenai kemeja yang dikenakan oleh Careless
__ADS_1
"Ha-ha-ha-ha-ha..." suara tertawa mereka semua.
Karena merasa kesal Careless membalikkan meja bundar yang terdapat cake dan lauk-lauk yang serba mewah.
"Aaargghh...," teriak Careless yang mengamuk sambil membalikan meja itu sehingga semua makanan berserakan di lantai.
Prang...
Prang...
"Kurang ajar! hari ini adalah ulang tahunku. tapi kau malah menghancurkan semuanya, aku ingin memberi pelajaran padamu!" teriak Fiorancy yang ingin melayangkan tangannya.
Careless langsung menahan tangan Fiorancy lalu menendang perut wanita itu dengan kuat.
Brugh...
Tendangan kuat dari Careless mengenai perut Fiorancy sehingga membuat wanita itu terhempas ke lantai.
Bruk..
"Aarrghh...," jeritan Fiorancy yang sedang kesakitan.
"Fiorancy!" teriak dua teman cewek lainnya.
Salah satu teman prianya menahan pundak Careless sambil berkata," dasar gadis kampung, berani sekali kau melawan kami, kau tidak tahu siapa kami!"
Careless langsung melayangkan pukulan mengenai hidung pria itu.
Brugh...
"Aarrghh...," pekik pria itu yang hidungnya mengeluarkan darah.
Dua teman wanita Fiorancy menahan tangan Careless ke belakang.
"Lepaskan aku!" bentak Careless yang sedang berusaha melawan..
"Melawan kami adalah suatu kesalahan, dasar kampungan!" ketus salah wanita itu.
Di saat Careless sedang ditahan tangannya, teman pria Fiorancy yang lainnya langsung menghampiri ingin menyerang Careless, ia yang melihat pria itu ingin menyakitinya lalu ia pun menendang bagian bawah tubuh pria itu.
Brugh...
"Aarrghh...." teriakan pria itu yang sedang kesakitan sambil melompat-lompat.
"Rasakan ini!" ketus Careless yang menginjak kaki salah satu wanita yang sedang menahan tangannya.
Bruk...
"Aarghh...." teriakan wanita itu yang kesakitan.
__ADS_1
Careless membalikan badannya ke belakang dan berhadapan dengan wanita lainnya yang sedang menahan tangannya.
"Ingin menindasku, rasakan ini!" ketus Careless yang memukul wajah wanita itu sehingga tanggal giginya.