
Salah satu pria itu menyerang kepala Careless dengan pukulan kayu, gadis itu mengelak ke samping dan menendang dengan lutut mengenai bagian perut lawannya itu.
Brugh...
"Aauhkk," jeritannya hingga membungkuk sambil memegang bagian perutnya.
Careless langsung merebut kayu dari tangan lawannya dan kemudian langsung memukul punggung lawannya yang masih sedang membungkuk.
Bruk...
"Auhhkk..."pekiknya yang merasa sakit akibat pukulan keras yang dilakukan oleh Careless.
Tiga anggota Great lainnya menyerang sama-sama.
" Berani kau melawan kami, rasakan ini!" bentak mereka dengan kesal dan sambil melayangkan kayu mereka ke arah Careless.
Careless berusaha mengelak dan membalas dengan kayu yang di tangannya.
Bruk...
Saling serang menyerang masing-masing mendapatkan hantaman dari tubuh mereka. salah satu anggota Great mendorong Careless hingga punggungnya menabrak meja yang meletakan bunga. pria itu memeluk tubuh Careless dari belakang dengan erat sehingga gadis itu tidak bisa bergerak.
"Hajar terus...," teriak Elizabert yang melihat keponakannya melawan empat pria itu.
Saat Careless dipeluk, anggota Great. lainnya berlari menghampiri dan ingin melayangkan kayu ke arah gadis itu.
"Hiaaaak..." teriakan pria itu dan menghampiri sasarannya.
Careless langsung menginjak kaki lawannya yang sedang memeluknya.
Bruk...
Injakan kaki Careless yang kuat mengenai kaki lawannya sehingga terlepas pelukan dari lawannya itu.
Careless menarik pria itu untuk menghadang serangan dari lawan lainnya yang sedang menghampirinya.
Bruk...
__ADS_1
Pukulan dari pria itu mengenai kepala temannya sendiri yang dijadikan Careless sebagai penghadang.
"Aarrghh..." jeritan sesaat temannya dan langsung tumbang akibat darah yang mengalir dari kepalanya.
Careless langsung memukul kepala lawannya dengan kayu.
Bruk...
"Aarrghh...." jeritan lawannya yang tumbang dan kemudian penglihatannya mulai buram, kepalanya berdarah mengalir mengotori lantai itu.
Dua anggota lainnya yang menyerang sama-sama. Careless berusaha mengelak dari pukulan mereka. salah satu pria itu mendorong Careless sehingga keduanya terhempas ke lantai.
Lawannya berada di atas tubuh
Careless dan menampar wajahnya.
Plak...
Tamparan yang dilakukan oleh pria itu mengenai wajah Careless sehingga bibirnya mengeluarkan darah.
"Melawan kami sama saja sudah bosan hidup," bentak pria itu yang sedang melayangkan tamparan mengenai wajah Careless.
Plak...
"Hati-hati!" teriak Robert.
Careless langsung mencakar wajah lawannya yang sedang duduk di atas tubuhnya.
"Aarghh...," jeritan pria itu yang kesakitan dan wajahnya pun mengeluarkan banyak darah.
Careless langsung mendorong pria itu ke samping dengan kuat sehingga tubuh pria itu terhempas ke lantai.
Brugh...
Gadis itu langsung bangkit dan mengambil kursi melempar ke arah lawannya yang ingin menuju ke arahnya.
Brugh
__ADS_1
Lemparan kursi mengenai kepala pria itu dan menyebabkan lawannya terkapar kesakitan.
"Aarggh...."
"Bagus!" teriak Robert dengan semangat.
"Kalian maju!" perintah Great pada empat anggota lainnya.
"Tunjukan kehebatanmu!" teriak Elizabert pada keponakannya itu.
"Bibi, jangan lupa catat kerusakannya!"
"Siap," jawab Elizbert sambil menulis.
"Jangan hitung murah, hitung mahal untuk biaya keringatku," kata Careless yang maju dan melompat sambil menendang dua pria yang menyerangnya itu.
Brugh...
"Aarghh...."
Brugh...
"Aarghh...."
Dua anggota Great langsung terkapar tergeletak di lantai.
Salah satu lawannya menyerang Careless dengan kaki panjangnya. gadis itu menghindar ke samping dan kemudian membalikan meja makan untuk menghadang tendangan pria itu.
Brak..
Tendangan lawannya mengenai meja makan dan mengerang kesakitan.
"Auhkk...."
"Tidak berguna!" bentak Careless yang melompat melangkahi meja itu dan melayangkan pukulan mengenai wajah lawannya.
Brugh...
__ADS_1
"Aarghh...," jeritan lawannya yang kesakitan.
Dua anggota Great menyerang Careless dari belakang. gadis itu langsung mengelak dan mengeluarkan pisau yang dia simpan di saku belakangnya.