King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Mengejar Pencopet


__ADS_3

"Mark Davidson, kau sangat merendahkan orang, sebenarnya dalam kepalamu itu di isi apa, kenapa kau selalu saja melakukan sesuka hatimu," bentak Rosio dengan nada ketus.


Mark bangkit dari tempat duduknya dan mengambil gelasnya yang berisi minuman. lalu ia menghampiri pria kasar itu," apakah dirimu baru di dunia mafia? kau tidak mengerti bagaimana caranya agar bisa tetap bertahan di dunia kejam dan penuh kegelapan ini. kalau kita masih saja memberi lawan kita bernafas. maka pada akhirnya kita yang akan mati."


"Katakan saja kalau kau ingin menjadi yang paling hebat dari semua mafia," bentak Rosio.


Mark dengan santainya meneguk minuman sehingga habis dalam sekali tegukan, setelah itu ia meletakan gelasnya ke meja.


"Kau datang dengan tujuan apa?" tanya Mark.


"Aku ingin membunuhmu," jawab Rosio dengan ketus.


Mark langsung melayangkan pukulan mengenai hidung Rosio sehingga membuat pria itu langsung tergeletak tidak bergerak.


Bruk...


Semua ketua mafia hanya terdiam saat melihat aksi Mark, bagi mereka sudah tidak heran seorang Mark Davidson mampu menumbangkan seseorang hanya dengan satu pukulan.


Sesaat kemudian anggota Mark masuk ke dalam restoran itu.


"Seret dia keluar dan hancurkan tempatnya!" perintah Mark pada anggotanya.


"Baik, Bos," jawab anggotanya dengan serentak.


"Kalian semua harus ingat! ke depannya kalau masih ada manusia seperti ini yang meninggikan suara di depan kita, bunuh saja!" perintah Mark.


Semua ketua mafia yang duduk di sana setuju dengan mengangguk.


"Lanjutkan dengan perbincangan kita!"titah Mark yang duduk kembali ke kursinya.


"Mark, barang yang kita pesan telah tiba di bagian utara, kapal akan tiba di pelabuhan minggu depan," kata salah satu ketua mafia.


"Lakukan sesuai rencana kita! jangan sampai ada kesalahan sedikitpun. perhatikan setiap gerak-gerik pihak kepolisian. kalau ada yang tidak beres segera hentikan transaksi agar tidak menimbulkan kecurigaan mereka terhadap kita!" perintah Mark.


"Baik," jawab mereka dengan serentak.


Di sisi lain Careless sedang mengantar bunga ke alamat pelanggan, setelah selesai tugasnya ia pun ingin mengendarai motornya pulang ke toko.

__ADS_1


Saat dalam perjalanan ia melihat seorang pria paruh baya sedang berlari dengan cepat.


"Ada apa dengan paman itu, siapa yang dia kejar?" gumam Careless.


"Jangan lari!" teriak pria itu yang sedang mengejar seseorang yang berlari dengan jarak yang cukup jauh.


"Dia adalah paman gundul, siapa yang dia kejar?" gumam Careless yang menarik gas dan menghampiri pria paruh baya itu yang tak lain adalah detektif Khennet.


"Paman gundul, kamu sedang mengejar siapa dan di mana mobilmu?" tanya Careless yang berhentikan motornya di depan detektif Khennet.


"Hah, kenapa kamu bisa ada di sini? jangan menghalang jalanku!" kata detektif Khennet.


"Apakah paman mengejar orang itu?" tanya Careless yang melihat ke arah pria yang sedang melarikan diri itu.


"Iya," jawab detektif Khennet yang kewalahan.


"Naik saja, Paman. biar aku membantumu menangkap dia!"


"Apa, kau membantuku?"


"Iya, cepat dia sudah jauh, cepat naik!" jawab Careless.


"Hati-hati! jangan terlalu laju!" pinta detektif Khennet yang merasa cemas.


"Paman gundul, dia siapa sebenarnya?" tanya Careless sambil melewati beberapa mobil dan kendaraan lainnya.


"Dia adalah pencopet," jawab detektif Khennet sambil gemetar karena kelajuan motor yang dibawa oleh gadis itu.


"Kenapa tidak mengunakan mobil?"


"Mobil tidak bisa masuk ke dalam gang kecil."


"Kalau begitu kita akan menangkap dia hari ini, aku ingin melihat selaju apa dia bisa lari," ujar Careless.


Careless membawa motor itu dengan melewati beberapa kendaraan lainnya serta melewati beberapa polisi tidur sehingga motornya melompat-lompat. sementara detektif Khennet ketakutan dan memegang erat motor itu sambil berdoa.


"Iya ampun, mudah-mudahan saja gadis ini tidak mengantarku ke kamar mayat," batin detektif Khennet..

__ADS_1


"Apakah kau bisa menghentikan motormu?" tanya detektif Khennet.


"Kenapa?" tanya Careless yang sambil fokus pada jalan depan dan pencopet itu.


"Apakah kau yakin kau bisa membawa motor ini?" tanya detektif Khennet dengan cemas.


"Aku tidak yakin," jawabnya dengan santai.


"A-apa?"


"Dulu aku pernah mengunakan kecepatan seratus."


"Lalu?"


"Aku menabrak mobil orang yang berhenti di lampu lalu lintas," jawab Careless.


"Kemudian apa yang terjadi?" tanya detektif Khennet.


"Motorku masuk ke bengkel sementara aku masuk ke rumah sakit, setidaknya tidak ke kamar mayat," jawab Careless


"Bagaimana dengan pemilik mobilnya?" tanya detektif Khennet.


"Dia berurusan dengan pemilik motor."


"Apakah bukan motor pamanmu?"


"Bukan! dulu aku bekerja di luar sebagai pengantar makanan, setelah dua hari bekerja aku dipecat karena menghancurkan mobil orang," jawab Careless.


Tidak lama kemudian mereka menuju ke jalan besar yang terdapat banyak orang yang lalu lalang di sana.


"Hei, hei, hati-hati! di depan sana banyak orang," ujar detektif Khennet yang merasa cemas.


"Paman, orangnya larinya sangat cepat, dari gang kecil sampai ke jalan besar," ucap Careless


"Cepat...cepat injak rem!"


"Paman, masalahnya aku lupa rem di bagian mana," jawab Careless

__ADS_1


"Apa...," teriak detektif Khennet yang semakin ketakutan.


__ADS_2