
"Lebih baik kamu segera lenyap dari hadapanku! jangan muncul di depan mataku lagi!" ucap Mark dengan tegas.
"Dasar mafia sombong, aku juga bukan datang mencarimu. walau wajahmu tampan tapi setelah sepuluh tahun kemudian pasti ada perubahan di wajahmu," kata Careless yang mengambil sepedanya yang sudah patah itu.
"Nona, sudah begitu malam bagaimana caranya kamu pulang?" tanya Daniel.
"Aku akan mengunakan UFO," jawab Careless dengan asal-asalan dan meninggalkan tempat itu.
"Ayo tinggalkan tempat ini!" perintah Mark.
"Baik," jawab Daniel dan lainnya.
Setelah setengah jam kemudian terdengar bunyi Sirene mobil polisi yang menuju ke restoran.
Saat Detektif Khennet datang ia melihat kaca besar itu pecah dan berserakan di jalan.
Detektif Khennet melangkah masuk ke dalam restoran dan hanya mendapati para pelayan sedang menyusun dan merapikan kursi dan meja, suasana dalam restoran seakan tidak terjadi apa-apa. kaca besar yang pecah mulai dipasang oleh pihak toko dan karyawannya.
"Paman K, bukankah katanya akan terjadi penembakan? kenapa tidak melihat ada jasad?" tanya salah satu rekan Detektif Khennet.
"Selain kaca pecah sepertinya mereka sedang memperbaiki restoran ini."
"Hei, bocah, kenapa tadi kamu mengatakan akan terjadi baku tembak di sini?" tanya Detektif Khennet pada pelayan yang melapor tadi.
"Detektif Khennet, tadi ada seorang gadis yang bilang begitu dan aku hanya ikuti permintaannya. dia menyuruh aku mencari paman gundul dan buat laporan," jawab pelayan itu.
"Dia suruh kamu buat laporan kamu ikuti perkataan dia, kalau saja dia menyuruhmu pergi mati apakah kau akan berdiri di tengah jalan sambil menunggu mobil datang ke arahmu," bentak Detektif Khennet.
__ADS_1
"Paman K, apakah gadis itu adalah Careless?" tanya rekannya.
"Selain dia siapa lagi, hanya dia yang selalu membuat onar," jawab Detektif Khennet dengan kesal.
"Detektif, ada yang perlu saya bantu?" tanya seorang manager dengan sopan.
"Ada apa dengan kaca kalian?" tanya Detektif Khennet.
"Kaca kami pecah karena ada pelanggan kami yang terjadi percekcokan, sehingga tanpa sengaja mereka memecahkan kacanya. dan semua ini sudah selesai karena mereka sudah membayar ganti rugi, maaf, kalau merepot Detektif," jawab Manager dengan ramah.
"Hanya percekcokan? kelihatannya kita benar-benar dipermainkan," kata salah satu rekan Detektif Khennet.
"Paman K, apa yang harus kita lakukan?"
"Besok aku akan seret gadis itu ke kantor polisi," jawab Detektif Khennet dengan kesal dan melangkah keluar.
"Jordan, Mike, mari kita pergi!" perintah Detektif Khennet.
"Yang kita lihat selama ini adalah, paman K yang naik darah," jawab Mike.
Keadaan restoran berubah hanya dalam beberapa menit, baku tembak telah merusakan sebagian barang-barang yang terdiri dari kursi, meja dan juga tembok yang ditancap butiran peluru. kini, seakan tidak ada kejadian apapun, hal ini membuat para detektif pergi tanpa curiga.
Di sisi lain Careless baru sampai ke rumahnya dengan mengangkat sepedanya yang sudah tidak berbentuk.
Kondisi sepeda itu tentu saja membuat paman dan bibinya lagi-lagi dibuat heran oleh keponakannya itu.
"Careless, apakah kamu melempar sepedamu lagi?" tanya Elizabert sambil menahan emosi.
__ADS_1
"Bukan, kali ini hanya kecelakaan dan bukan salahku," jawab Careless.
"Jangan kamu mengatakan sepedamu ini patah akibat ditabrak pesawat," ujar Robert.
"Paman, pesawat apa yang begitu bodoh bisa meluncur ke restoran?" tanya Careless
"Jangan bercanda lagi! apa yang terjadi...ha?" tanya Elizabert.
"Ada sekelompok orang yang menyerang restoran, dan mereka juga menginjak sepedaku. makanya bisa patah," jawab Careless.
"Apakah kau ingin mengatakan kalau sekelompok orang itu adalah perampok yang ingin merampok makanan?" kata Robert.
"Bukan, Paman. tapi ini karena baku tembak antara mafia," jawab Careless
"Careless, tadi pagi kau baru saja menghajar seorang pria dan malam ini kau menimbulkan masalah lagi," bentak Elizabert.
"Paman, Bibi, kenapa tidak percaya denganku? apa yang aku katakan adalah benar, aku tidak bohong," ujar Careless.
"Paman dan bibimu bukannya tidak tahu dengan sifatmu, selama tiga tahun sudah berapa kali sepedamu rusak dan diperbaiki...ha? dan sudah berapa kali beli yang baru? baru semalam kau membeli sepeda baru dan sekarang sudah kau patahkan lagi," bentak Robert.
"Anggap saja aku bantu penjual sepeda," ujar Careless.
"Apakah kami harus memujimu?" tanya Robert.
"Kalau tidak percaya bisa bertanya pada paman gundul, dia pasti ada di lokasi kejadian," kata Careless.
"Careless, kamu adalah seorang anak gadis, kenapa kau tidak memikirkan resikonya saat menimbulkan masalah, dirimu bisa saja dalam bahaya suatu saat nanti," ujar Robert.
__ADS_1
"Paman, kenapa anggap aku berbohong? pada hal apa yang aku katakan adalah benar," kata Careless.
"Kami juga bukan anak kecil yang bisa kamu bodohi," ujar Robert.