
"Mark, untuk apa perhitungkan masalah ini, kita semua di dunia yang sama. bukankah seharusnya saling membantu," ucap Jimz Haster.
"Saling membantu hanya omong kosongmu saja, siapa yang tidak tahu kalau kalian sangat takut mati," bentak Mark dengan kesal.
"Mark Davidson, kau jangan keterlaluan, tuan Haster lebih tua darimu," bentak Dominic.
"Kenapa kalau lebih tua dariku, dia bukan seniorku. walau kita sama mafia bukan berarti kita bisa akur. bukankah begitu selama ini," kata Mark.
"Ha-ha-ha...Mark, aku bukannya tidak tahu sifatmu yang tidak takut dengan langit dan bumi. mana mungkin dirimu menganggap ku sebagai tetuamu," ujar Jimz Haster dengan pura-pura tertawa.
"Tuan Haster, kalau kamu seorang yang bijaksana maka dirimu tidak akan ikut campur dalam hal ini, wilayah pelabuhan milikku dan tidak ada yang bisa merebutnya dariku," kata Mark dengan tegas.
"Bagaimana kalau aku bersikeras menyerahkan kepada Dominic?" tanya Jimz Haster.
"Aku berani janji bahwa kamu tidak akan bisa meninggalkan tempat ini dalam keadaan utuh," kecam Mark.
"Mark, kamu begitu berani mengancam tuan Haster, kau sangat keterlaluan," bentak Dominic.
"Seharusnya kau sudah tahu kalau aku orang yang tidak suka diusik, yang tidak ada hubungan dengannya dia malah ikut campur. jangan salahkan aku ketika mengancam ataupun melakukan apa saja," ujar Mark.
"Mark, kamu sama sekali tidak menghormati tetua," ketus Dominic.
"Orang yang menentangku tidak akan ku hormati, karena dia terlalu ikut campur," ketus Mark.
"Kalau ini adalah keputusanmu, jangan salahkan aku memaksamu menyetujuinya," kecam Jimz Haster yang memberi kode tangan pada dua pengawalnya.
Dua pengawal Jimz Haster menodong pistol ke arah Mark.
__ADS_1
begitu pula dengan Daniel yang juga menodong senjata ke arah Jimz Haster.
"Tuan Haster, apakah kau ingin mengunakan cara ini untuk memaksaku?" tanya mark yang bersikap santai.
"Jangan salahkan aku mengunakan cara ini, Mark Davidson," kata Jimz Haster.
"Tembak saja kalau kau sanggup! belum tentu kalian bisa keluar dalam keadaan hidup," ujar Mark dengan menantang.
Dominic yang mengeluarkan pistolnya dan menodong ke arah Mark. ia mengambil kesempatan ingin membunuh saingannya itu.
Di saat suasana tegang di dalam sana, terdapat juga sekelompok bersenjata melangkah masuk ke dalam restoran tersebut. tidak tahu siapa dan dari kelompok mana.
Tidak lama kemudian Careless tiba di depan restoran karena ia melihat mobil berwarna putih yang hampir menabraknya.
"Ternyata di sini mobilnya, dasar kurang ajar. aku akan meminta ganti rugi dengan brengsek tidak ada otak itu," ketus Careless yang turun dari sepedanya. ia berjalan menuju ke pintu besar restoran itu dan kemudian ia menghentikan langkahnya.
"Hah....rupanya mobil kakak tampan itu, apakah dia ada di sini? aku boleh menyapanya kalau melihat dia lagi. baiklah...sekarang aku temui dulu pemilik mobil putih ini. setelah itu baru temui kakak tampan," kata Careless yang kemudian melangkah masuk ke dalam.
Sementara kelompok bersenjata yang baru datang tadi menuju ke ruang makan yang di mana Mark dan lainnya sedang berada di sana.
Klek..
"Bos," sapa mereka pada Mark dengan hormat.
"Siapa mereka?" tanya Jimz Haster yang merasa cemas. ia melihat sekitar tiga puluh orang yang menodong senjata ke arahnya dan Dominic.
"Kalian berani sekali mengancam bos kami, apa tidak ingin hidup lagi," bentak salah satu anggota Mark yang berpostur tinggi.
__ADS_1
"Kau siapa, berani sekali bicara seperti ini dengan tuan Haster," tanya Dominic.
"Namaku adalah Cool, salah satu pengawal pribadi bos, jangan berharap kalian bisa lolos dari kami," ketusnya.
"Ha-ha-ha-ha...Mark, untuk apa kamu begitu serius? kita hanya sedang bercanda saja," ucap Jimz Haster yang mulai cemas.
"Aku tidak bercanda, ketika pengawalku ingin membunuh seseorang maka tidak ada yang bisa menghalangnya. termasuk aku," ucap Mark dengan senyum.
"Kau jangan lupa kalau tuan Haster adalah tetua kita," kata Dominic.
"Persetan dengan tetua, aku paling tidak suka di saat ada yang ikut campur dalam urusanku, siapa mengusikku dia harus mati," ketus Mark yang berdiri dan menodong senjatanya ke arah Jimz Haster.
Suasana mencekam saat mereka saling menodong pistol. mereka diam tanpa bicara selama beberapa saat.
Klek...
"Ternyata dirimu ada di sini...," teriak Careless yang membuka pintu dan melangkah masuk. dia hanya fokus pada Jimz Haster yang hampir menabraknya.
Semua mata berfokus pada gadis itu yang tiba-tiba muncul di sana.
"Paman Jimz Haster, mobil depan itu adalah mobilmu, kan? aku sudah bertanya pada pelayan restoran. kalau kamu ada di sini," bentak Careless yang tidak memerhatikan mereka yang sedang saling menodong.
"Kenapa dia bisa muncul di sini, dasar bodoh. apakah dia tidak tahu apa yang terjadi di sini," batin Mark.
"Hei, gadis. kau siapa...ha? kenapa kau begitu tidak sopan, apa kau ingin mati," bentak Dominic.
"Kalian semua memiliki pistol, apakah ini adalah pistol mainan, tujuanku hanya ingin meminta ganti rugi dengan dia, setelah itu aku mau pulang merawat bebekku yang sedang beranak, dan kambingku yang sedang bertelur," jawab Careless yang tidak sadar dengan ucapan sendiri.
__ADS_1