
"Tapi, paman tenang saja! aku tetap akan membantumu menangkap pencopet itu," kata Careless dengan semangat.
"Lebih baik kau menginjak rem dari pada kau menangkap dia," ujar Detektif Khennet.
Pencopet lalu berlari ke salah satu restoran untuk bersembunyi, Careless yang melihat pria itu masuk ke dalam sana ia langsung menarik gas dan menuju ke restoran itu.
"Hei, hei, aku menyuruhmu menginjak rem bukan menarik gas, di sana adalah restoran, kita bisa menerobos ke dalam kalau kau tidak menginjak rem...," teriak Detektif Khennet yang ketakutan sambil memegang pundak Careless.
"Paman, aku sudah ingat di mana letaknya posisi rem itu," ujar Careless
"Kalau begitu jangan tunggu lagi, cepat injak remnya...," teriak Detektif Khennet.
"Baiklah, aku akan menginjak remnya, siap-siap serang!" teriak Careless.
"Se-serang apa maksudmu?" tanya Detektif Khennet.
"Serang ke restoran itu dan tangkap dia," jawab Careless yang menuju ke dalam restoran.
"Hei, apa kau gila... cepat hentikan motormu!" teriak Detektif Khennet yang melihat restoran itu semakin dekat jaraknya.
"Tenang saja! dia tidak akan lolos," teriak Careless yang menarik gas dan menerobos ke dalam restoran.
"Aarrggh...," teriak Detektif Khennet.
Prang...prang...
Pecahan kaca pintu akibat motor Careless yang menebos langsung ke dalam restoran sehingga para pengunjung sana beranjak dari tempat duduk mereka.
"Saatnya injak rem," teriak Careless yang melihat pencopet itu dan langsung menabraknya.
Pencopet yang ditabrak Careless langsung terlempar ke meja depan sana.
"Aarrghh....," teriak pria itu yang langsung terjatuh ke atas meja.
__ADS_1
Careless langsung menginjak rem mendadak membuatnya dan Detektif Khennet terlempar ke arah yang sama dengan pencopet itu.
"Aarrgghh...," teriak Detektif Khennet dan Careless dengan serentak. mereka sama-sama terlempar ke atas meja dan menimpa pencopet itu.
Prak...
Suara meja bundar itu yang patah akibat tidak bisa menahan beban berat tiga orang.
Brugh...
"Aarrghh...," jeritan pencopet itu yang kemudian tidak sadarkan diri akibat di timpa Careless dan Detektif Khennet..
Semua orang yang duduk di dekat meja bundar itu sama sekali tidak beranjak dan hanya melihat perlakuan mereka yang saling menimpa di depan mata mereka.
"Sakit sekali," rintihan Careless yang menimpa pencopet itu yang telah pingsan. sementara Detektif Khennet menimpa Careless.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Detektif Khennet yang bangkit dari dan berdiri.
Detektif Khennet langsung terdiam saat melihat pria-pria yang tetap duduk tidak beranjak dari sana ternyata adalah para ketua mafia, yang salah satunya adalah Mark Davidson.
"Maaf, kami hanya kecelakaan, remnya ada masalah, oleh sebab itu dia tidak sengaja menerobos ke dalam restoran dan menganggu kalian," jelas Detektif Khennet mencari alasan.
"Paman gundul, kau sudah salah, aku memang sengaja ingin menerobos masuk ke dalam restoran agar mudah langsung menangkap pencopet ini. dan rencanaku berhasil. dia telah ditangkap dengan mudah," kata Careless yang terus terang.
"Sepertinya kerusakan ini tidak sedikit, pintu kaca yang pecah serta meja dan hidangan juga berantakan," ujar Daniel.
"Kakak tampan, ternyata kamu ada di sini, ke mana pun kita pergi kita bisa bertemu, apakah ini tandanya jodoh kita sudah berakhir," ujar Careless.
"Yang benar adalah jodoh tiada akhir, dasar bodoh," ucap Detektif Khennet.
Mark hanya terdiam tidak ingin melayani gadis itu, sementara mafia lainnya merasa heran dengan gadis itu yang tidak takut pada ketua mafia yang kejam dan angkuh itu.
"Tuan, mengenai kerusakan ini pihak restoran akan memperhitungkan kerugiannya berapa," kata seorang manager yang menghampiri Detektif Khennet..
__ADS_1
"Siapa yang bertanggung jawab menganti rugi kejadian ini?" tanya Manager.
"Dia," jawab Careless dan Detektif Khennet yang saling menunjuk.
"Dia membawa motornya," jelas
Detektif Khennet.
"Aku hanya membantu Detektif Khennet menangkap pencopet ini, aku ingin menumpaskan kejahatan dan mafia bejat," jawab Careless dengan bersemangat. dirinya tidak sadar para ketua mafia sedang memandang ke arahnya.
"Apa kau bisa diam," kata Detektif Khennet dengan nada kecil karena ia sadar mereka yang di sana adalah para mafia yang sudah terkenal, terutama Mark Davidson
"Kalau begitu kami akan menagihnya dengan Detektif Khennet," ucap Manager dengan sopan.
"Paman gundul, kita telah berhasil menangkap pencopet ini, apakah paman akan naik pangkat?"
"Naik pangkat tidak, yang ada naik tensi, jawab Detektif Khennet sambil menahan emosi dan memborgol pencopet itu.
"Kakak tampan, maaf. aku memang sengaja menerobos ke dalam sini, dengan begitu kami tidak perlu mengejar lagi pencopet ini. dan tidak ku sangka kamu juga makan di sini juga," ucap Careless dengan mendekati Mark yang duduk dengan bersilang kaki dan melipat kedua tangannya. raut wajahnya yang tampan hanya diam dan tidak gembira.
Tidak lama kemudian datang sekelompok pria yang membawa tongkat baseball dan pedang menyerang ke restoran itu.
"Hei, Mark Davidson, kami ingin mengambil nyawamu hari ini," bentak mereka yang adalah gangster dari suatu kelompok.
"Apakah ini adalah pertarungan antara mafia dan gangster? kelihatannya seru," ujar Careless.
"Seru kepalamu, apakah kau bisa diam dan pergi," bentak Detektif Khennet..
Mark dan ketua mafia lainnya berdiri dan berhadapan dengan mereka. suasana tegang karena akan terjadi pembantai dua kelompok.
"Kalian semua turunkan senjata!" bentak Detektif Khennet yang menodong pistolnya.
"Paman, mereka ada puluhan, sedangkan pistol paman hanya satu, mereka mana mungkin takut,"bisikan Careless di telinga Detektif Khennet.
__ADS_1