
"Uhuk...uhuk...," suara batuk Detektif Khennet yang berusaha memuntahkan semua daging yang mereka telan.
"Kalian kenapa? apakah burung elang ini tidak enak dagingnya?" tanya Careless yang tidak tahu apa-apa.
"Dasar bodoh, kenapa kau membakarnya tanpa membersihkan dalamnya," bentak Detektif Khennet dengan kesal.
"Paman juga bodoh, masa makan tanpa periksa dulu bagian dalamnya, kenapa langsung makan saja?" balas Careless yang tidak mau kalah.
"Kau ini...tidak masuk akal sekali, lihatlah burung ini sudah hitam macam arang dan kepala dan matanya juga tidak terlihat lagi. peluru juga tidak kamu keluarkan dibiarkan begitu saja. dalam usus juga tidak kau bersihkan. apa kau masih waras?" bentak Detektif Khennet.
"Paman gundul, di dunia ini tidak ada yang sempurna. setiap manusia pasti bisa melakukan kesalahan. seperti paman sama juga. sudah jelek, keriput, pendek dan gundul dan juga tidak pintar," jawab Careless yang tidak mau kalah.
"Itu bukan suatu kesalahan," ketus Detektif Khennet.
"Sama saja! itu adalah keburukan paman," jawab Careless.
"Kau benar-benar tidak masuk akal, cepat pergi!" bentak Detektif Khennet dengan kesal sambil meneguk minuman karena masih merasa jijik.
"Paman gundul, mana bayarannya?" pinta Careless dengan mengulurkan tangannya.
"Bayaran apa yang kamu minta?" tanya Detektif Khennet.
"Bayar uang burungnya dan juga bahan-bahannya," jawab Careless
"Hei, apa kamu masih waras, elang yang kamu bawa ini sama sekali tidak bersih dan tidak pantas dimakan," bentak Detektif Khennet.
"Tapi paman sudah memakannya, bahkan hanya sisa tulangnya," kata Careless.
"Tapi tidak ku telan dan aku sudah memuntahkan semuanya begitu juga dengan mereka."
"Tapi bagaimanapun dagingnya sudah masuk ke dalam mulut paman, jadi sudah termasuk makan," balas Careless.
"Kau... "
"Cepat bayar!" pinta Careless
__ADS_1
"Burung ini kau dapat dengan gratis, kenapa harus bayar?" tanya Detektif Khennet.
"Karena bahan-bahan harus dibeli dengan uang, aku juga membersihkan bulu-bulunya dan butuh waktu yang lama. jadi, paman harus bayar," jawab Careless.
"Kau ini sangat mata duitan," ketus Detektif Khennet.
"Di dunia ini tidak ada yang gratis, Paman," jawab Careless.
Detektif Khennet mengeluarkan lembaran uang dan memberikan kepada Careless dengan tatapan kesal.
"Ambil uang ini dan pergi!" ujar Detektif Khennet.
"Iya, aku tahu!" jawab Careless yang kemudian melangkah pergi.
"Paman K, peluru ini ada kode, sepertinya bukan dari pemburu," ujar salah satu rekannya yang melihat peluru itu .
"Tidak mungkin pembunuh mengunakan peluru ini hanya demi memburu seekor burung elang," ketus Detektif Khennet yang masih kesal dengan Careless sehingga tidak sadar apa yang dia katakan.
"Paman K, sepertinya peluru ini memang digunakan untuk membunuh."
"Bawa dia kembali ke sini!" perintah Detektif Khennet pada rekannya untuk membawa Careless.
Setelah lima menit kemudian terdengar suara teriakan Careless.
"Lepaskan aku...."
"Woi...apa yang kalian lakukan...," teriakan Careless dengan nada tinggi.
"A-apa yang kalian lakukan? aku hanya menyuruh kalian membawanya ke sini," tanya Detektif Khennet yang melihat gadis itu di angkat oleh empat rekannya.
"Paman gundul, apakah dengan cara begini kalian menindas wanita lemah seperti aku?" tanya Careless yang kedua kaki dan tangannya diangkat mereka.
"Lepaskan dia!" perintah Detektif Khennet.
Karena mendengar perintah dari atasannya mereka pun melepaskan tangannya sehingga tubuh gadis itu terhempas ke lantai.
__ADS_1
Brugh...
"Aauhkk...," jerit Careless yang kesakitan.
"Maaf, Nona," ucap mereka yang memapah gadis itu.
"Detektif Khennet gundul, aku tahu kamu menaruh dendam padaku, tapi jangan mengunakan cara ini untuk membalasku," bentak Careless.
"Bukan seperti itu, aku hanya ingin bertanya sesuatu," jelas Detektif Khennet.
"Tanya apa?" tanya Careless dengan kesal.
"Siapa yang membunuh burung ini?" tanya Detektif Khennet.
"Kenapa bertanya padaku?" balas Careless.
"Karena kamu yang mengambilnya dari pemburu," jawab Detektif Khennet.
"Aku tidak tahu, di saat aku menemukan dia, dia sudah mati. seharusnya paman bertanya saja pada dia," jawab Careless yang menunjuk ke arah tulang burung itu.
"Jangan bercanda lagi! cepat katakan!" ujar Detektif Khennet.
"Orang yang membunuhnya adalah pemilik peluru itu," jawab Careless
"Siapa yang tidak tahu kalau soal itu, maksudku adalah apakah kamu melihat orangnya?" tanya Detektif Khennet.
"Tidak!"
"Bukankah tadi kau mengatakan meminta dengan pemburu tapi kenapa sekarang kau malah mengatakan tidak melihatnya?"
"Kalau paman masih ingat dengan jawabanku, kenapa masih bertanya?" jawab Careless.
"Careless, katakan padaku apa ciri-ciri orang yang memberikan burung ini padamu?" tanya Detektif Khennet.
"Apakah hanya bunuh seekor burung juga akan dijatuhi hukuman?" batin Careless.
__ADS_1
"Paman gundul, apakah membunuh burung elang ini juga akan dihukum penjara?" tanya Careless.