King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Careless Ketakutan


__ADS_3

"Nona, apa perlu kami mengantarmu ke rumah sakit?" tanya Anto yang ingin mengambil kesempatan.


"Tidak perlu!" jawab Careless yang sedang lemas kakinya.


Anto dan Juliuz berniat buruk pada gadis cantik yang di depan matanya.


Careless yang memperhatikan mata mereka berdua ia langsung menyadari bahwa dirinya dalam bahaya. lalu ia mengeluarkan handphone miliknya dan menekan nomor tujuan.


"Siapa yang kamu hubungi?" tanya Juliuz yang sedang berwaspada.


"Papa angkatku, dia adalah pemabuk dan tidak tahu apakah bisa datang menjemputku atau tidak," jawab Careless.


"Begini saja, kalau saja papa angkatmu tidak bisa, maka kami yang akan mengantarmu," ujar Anto.


"Terima kasih, Kak. tapi aku coba bertanya pada papa angkatku yang pemabuk dan suka pemain wanita itu dulu, kalau saja dia tidak bisa maka aku akan ikut dengan kakak ke rumah sakit," jawab Careless yang duduk di lantai.


Gadis itu membuat panggilan ke seseorang, tidak lama kemudian panggilannya terhubung dengan orang di seberang sana.


Kantor polisi


Detektif Khennet yang sedang rapat ia harus menghentikan rapatnya dan menyalakan loudspeaker saat gadis itu menghubunginya.


"Ada apa lagi dengan dia," ketus Detektif Khennet.


"Mungkin saja dia ada masalah. Paman K, jawab saja!" kata salah satu rekannya.

__ADS_1


"Hallo, ada apa lagi?" sahut Detektif Khennet.


"Papa angkat, apa kamu masih hidup?" tanya Careless dengan sengaja dan didengar oleh semua rekan Detektif Khennet yang berada di ruang rapat.


"Aku belum mati, bahkan akan hidup lebih lama darimu," jawab Detektif Khennet dengan kesal.


"Papa angkat, tolong datang menjemputku antar aku


ke rumah sakit, aku ada di hotel barat. penyakitku kambuh lagi. cepat datang jemput aku!"


"Suaramu saja masih begitu lantang, mana mungkin kamu mengidap penyakit. kalau ada pun kamu harus pergi periksa otakmu yang tidak ada isinya!"


"Papa angkat, nyawaku di ujung tanduk, tapi kau begitu tega padaku, aku tahu kamu pasti sedang bersenang-senang dengan wanita lain di atas ranjang dan mabukan. aku bukannya tidak tahu kalau paman suka bernyanyi saat melakukan hubungan dengan setiap wanita. sama seperti dengan mama angkat juga begitu, kan?" tangisan Careless yang pura-pura.


"Papa angkat, kamu adalah seorang Detektif Khennet yang hebat, tapi kenapa sangat suka bermain wanita sampai tidak peduli dengan aku lagi. tubuhku gemetar dan kakiku semakin lemas. mungkin uratku sudah mulai putus. kalau papa angkat tidak bisa maka aku akan meminta dua kakak tampan ini mengantarku saja!"


Detektif Khennet dan lainnya merasa curiga dengan ucapan Careless.


"Baiklah, aku akan pergi, kalau aku sampai ke sana tidak melihatmu aku akan menembak mereka berdua," kata Detektif Khennet dengan sengaja.


"Papa angkat cepat datang tubuhku sakit sekali," tangisan Careless.


"Hei, cepat kita pergi!" ajak Juliuz pada Anto.


"Nona, kami masih ada urusan, kamu tunggu saja di sini ya," ucap Anto yang ingin pergi.

__ADS_1


"Iya," jawab Careless.


Tidak lama kemudian dua pria itu meninggalkan Careless di sana.


"Kakiku lemas sekali, apakah aku bisa lari atau tidak. nomor kakak tampan aku tidak ada. kalau ada, bisa ku hubungi dia," gumam Careless.


"Lebih baik aku hubungi paman gundul saja," gumam Careless yang menekan nomor tujuan Detektif Khennet.


Sesaat kemudian Detektif Khennet menjawab panggilannya.


"Hallo, apa kamu masih bernafas?" tanya Detektif Khennet yang sedang menyetir menuju ke hotel bersama rekannya.


"Nafasku sangat lancar, dan aku ingin paman gundul pergi ke restoran seadfood sekarang juga!"


"Untuk apa kami ke sana?"


"Dua pria tadi ingin pasang bom di mobil kakak tampan, hari ini kakak tampan akan ke sana. cepat pergi!"


"Baiklah aku akan ke sana, dan rekanku akan menjemputmu! ada lagi, apakah kamu ingat dengan wajah mereka?"


"Tidak bisa ingat, karena aku tidak bisa menghafal wajah seseorang makanya aku jadi lupa," jawab Careless yang memutuskan panggilannya.


"Dari pada aku menunggu di sini, lebih baik aku menuju ke sana juga," gumam Careless. gadis itu kembali ke lift dengan merangkak.


"Sialan, untung tidak ada orang di sini, malu sekali kalau ada yang melihatku merangkak. gara-gara mereka aku jadi ketakutan sehingga kakiku lemas dan tidak bisa berdiri," batin Careless.

__ADS_1


__ADS_2