King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Lamaran


__ADS_3

"Suatu saat apakah kamu akan meninggalkan dia?" tanya Robert.


"Apakah kamu akan menyakitinya bila kamu bertemu dengan wanita lain?" tanya Elizabert.


"Tidak akan ada pihak ketiga dalam hubungan kami. Aku berharap untuk selamanya Careless tidak mengetahui siapa orang tuanya," jawab Mark.


"Tapi, selama ini dia selalu bertanya apa kerja orang tuanya dulu," ucap Elizabert.


"Kita hanya perlu merekayasa sebuah cerita yang bisa membuatnya yakin dan tidak akan bertanya lagi. Zanilla bukanlah gadis bodoh. dia hanya menyembunyikan kepintarannya. karena penasaran dia bisa menyelidiki latar belakangnya dengan caranya sendiri," ujar Mark.


"Merekayasa masa lalunya? Apakah kamu yakin tidak akan menyakitinya apa pun yang terjadi?" tanya Robert yang masih ragu.


"Aku adalah seorang ketua mafia yang berpegang pada janji. Apa yang aku janjikan sekarang akan ku kabulkan hingga akhir hayatku," jawab Mark.


Satu jam kemudian.


"Aku sudah pulang," teriak Careless sambil membawa belanjaan.


"Aku sedang menunggumu," sahut Mark dengan senyum dan bangkit menghampiri gadis itu.


"Aku mengira kamu sudah pulang," ujarnya.


"Mana mungkin aku pulang, Masih ada yang ingin aku bicarakan denganmu," jawab Mark dengan senyum.


"Careless, kamu temani Mark, biarkan bibi dan paman yang menyediakan makanan," kata Elizabert yang mengambilkan belanjaan gadis itu.

__ADS_1


"Kenapa tidak menyuruh aku yang masak?" tanya Careless.


"Memangnya lauk apa yang kamu bisa masak? selama ini kalau bukan terlalu asin, Ya terlalu manis," jawab Robert.


"Aku belajar dengan istrimu sehingga masakanku tidak enak," kata Careless yang tidak mau kalah.


"Sudah! Sudah! hari ini ada Mark di sini, Kami tidak ingin berdebat denganmu," ujar Elizabert yang kemudian melangkah masuk ke dalam.


"Mari kita ke suatu tempat!" ajak Mark yang memegang tangan gadis itu dan meninggalkan toko bunga.


"Kita akan ke mana?" tanya Careless yang ikuti langkah mafia itu.


"Ke tempat yang kamu datangi," jawab Mark.


Satu jam kemudian.


"Kenapa membawa aku ke sini?"


"Aku ingin melamarmu," jawab Mark dengan senyum.


"Melamarku?" tanya Careless yang hampir tidak percaya.


"Careless, apakah kamu sudi menikah dengan ku?" tanya Mark yang mengeluarkan cincin permata.


Gadis itu yang hampir tidak percaya dengan apa yang dia dengar dan dia lihat. ia terdiam dan tidak tahu harus berkata apa.

__ADS_1


"Ini...."


"Kamu tidak sudi hidup bersamaku?" tanya Mark yang berlutut di hadapan gadis itu.


"Mark...."


"Aku bukan pria yang bisa dengan kata-kata romantis, Tapi, ada yang bisa ku janjikan padamu. Yaitu, aku akan melindungimu seumur hidup. siapa pun dirimu aku tidak peduli. Karena yang aku peduli kamu yang ada di hadapanku," ujar Mark.


"Akhirnya aku bisa mendapatkan hatimu, Mana mungkin aku menolak lamaranmu," jawab Careless dengan senyum.


"Aku anggap kamu sudah setuju dengan lamaranku," ucap Mark yang menyarungkan cincin ke jari manis gadis itu.


Careless yang melihat cincin permata yang melingkar di jari manisnya. ia menangis haru karena berhasil mendapatkan pria yang dia cintai selama ini.


"Mark Davidson, selain aku...kamu tidak boleh tertarik pada wanita lain. Kalau tidak, aku tidak akan melepaskanmu," kata Careless yang mencium bibir pria itu.


"Tidak akan ada wanita lain selain gadis ceroboh ini," jawab Mark dengan senyum dan melanjutkan ciumannya.


Pasangan itu berciuman mesra dan saling berpelukan. terlihat senyuman yang melukis wajah mereka berdua.


"Kita akan menikah minggu depan," ujar Mark yang melepaskan ciumannya.


"Aku tidak sabar ingin menjadi istri dari seorang ketua mafia," jawab Careless.


"Kamu akan menjadi pengantin yang paling bahagia di dunia," ujar Mark dengan senyum dan memeluk calon istrinya.

__ADS_1


__ADS_2