King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Ganti Rugi


__ADS_3

Setelah setengah jam kemudian Careless bersama paman dan Fiorancy lainnya berada di kantor polisi.


"Hebat sekali kalian semua, karena ulah kalian pihak restoran meminta ganti rugi. dan kalian harus membayar uangnya sejumlah seribu lima ratus dollar," ujar Detektif Khennet.


"Kenapa dia tidak merampok saja sana, hanya kaca besar yang mudah pecah dia meminta harga setinggi itu,"ketus Careless.


"Itu adalah kaca yang mahal, apa kamu mengira itu murah ya?" tanya Detektif Khennet.


"Paman, itu salah mereka karena mengunakan kaca yang bisa pecah," balas Careless yang tidak mau kalah.


"Kaca apa yang tidak bisa pecah...ha?" tanya Detektif Khennet mulai kesal.


"Dia harus memasang kaca yang anti pecah, jadi bukan salahku kalau kacanya pecah. karena mereka yang tidak punya uang untuk memasang kaca yang lebih berkualitas," jawab Careless.


"Detektif Khennet, kericuhan terjadi karena dia, dia yang menimbulkan masalah dan melukaiku dan juga teman-teman kami," ujar Fiorancy.


"Betul, Detektif Khennet.dia telah mematahkan gigiku," kata teman Fiorancy.


"Paman, aku juga terluka karena mereka berlima menyerangku, mereka bekerja sama melawanku. mana mungkin aku diam saja," ucap Careless


"Hei...kau yang mulai dulu membalikan meja kami sehingga makanan dan cake hancur berserakan dan kau masih menyangkal," bentak salah teman pria Fiorancy.


"Kalian adalah pria tapi macam waria saja, bekerja sama menyerang wanita lemah sepertiku," bentak Careless yang tidak mau kalah.


"Paman, aku tidak mau ganti rugi, mereka yang memulainya dan menindasku. aku terluka karena mereka juga," kata Careless yang membuka kancing kemeja panjangnya


"Hei...hei...hei...apa yang kau lakukan? jangan membuka bajumu di sini," ujar Detektif Khennet.


Careless membuka bajunya dan memperlihatkan lengannya yang terluka dibalut perban.


"Paman, lihatlah lenganku terluka karena mereka, jadi aku ingin meminta mereka membayar biaya pengobatan," ujar Careless yang berbohong. pada hal lukanya karena terlempar dari sepeda di malam saat bersama Mark.


"Kenapa kami tidak tahu kalau kamu terluka?" tanya paman Careless.


"Paman, setelah pulang aku di rotan oleh bibi, mana sempat lagi aku mengatakan kalau aku terluka," kata Careless


"Dia berbohong, di saat itu dia sama sekali tidak terluka, dia pasti ingin memeras uang kami saja," bentak Fiorancy.

__ADS_1


"Memeras kepalamu," ketus Careless.


"Paman, mereka berlima menyerangku seorang diri, aku hanya ingin melindungi diri maka aku melawan. salahku di mana? apakah melindungi diri dari penyerangan dari mereka aku bersalah juga? kalau memang iya kurungkan saja aku. tidak usah banyak bicara lagi," bentak Careless pada Detektif Khennet.


"Careless, jangan bicara seperti itu dengan Detektif Khennet!" ujar pamannya.


"Paman, aku hanya ingin mengingat saja pada Detektif Khennet, harus pintar mengambil keputusan. aku adalah korban dan mereka yang menindasku. tanganku hingga saat ini masih sakit. aku ingin mereka membayar ganti rugi. bukan hanya itu saja aku juga ingin meminta mereka membayar uang untuk mentalku. aku ketakutan dan cemas sehingga aku melakukan hal yang di luar kesadaran. penyakit aku juga menjadi kambuh karena mereka," kata Careless yang panjang lebar.


"Memangnya kamu ada penyakit apa?" tanya pamannya yang penasaran.


"Penyakit serangan mental," jawab Careless.


"Nona Fiorancy dan kalian semuanya, menurut laporan pihak restoran dan rekaman kalian berlima menyerang gadis ini. dan kalian harus bertanggung jawab sepenuhnya atas kejadian ini," ujar Detektif Khennet.


"Apa, acara ulang tahunku dihancurkan oleh dia dan aku yang harus menganti rugi," kata Fiorancy yang tidak puas.


"Benar!" jawab Detektif Khennet.


"Paman gundul sudah tahu kejadiannnya kenapa tadi tidak mengatakan semuanya? dan aku tidak perlu bicara panjang lebar," ujar Careless.


"Nyawaku hampir melayang karena pria itu, kalau saja bukan karena kakak tampan yang menyelamatkanku, aku pasti sudah mati," kata Careless.


"Sudah...sudah...kalian harus menganti rugi mengenai kehancuran yang terjadi di restoran. kalau kalian menolak maka pihak restoran akan menuntut kalian lagi," kata Detektif Khennet dengan tegas.


"Bagaimana dengan luka di tanganku?" tanya Careless.


"Detektif Khennet, lukanya bukan dari kami, saat itu dia tidak terluka sama sekali," kata Fiorancy.


"Paman ada lagi, mereka merusakkan sepedaku, sekarang ke mana pun aku pergi tidak bisa lagi mengunakan sepeda," ujar Careless.


"Hei, apa kau ingin memeras ya," bentak pria yang adalah teman Fiorancy.


"Aku memiliki bukti, aku akan menunjukan kepada kalian," ujar Careless yang melangkah keluar.


Sesaat kemudian Careless mengangkat sepedanya yang telah bengkok ke dalam kantor dan meletakan di depan meja kerja Detektif Khennet.


"Apa ini?" tanya Detektif Khennet.

__ADS_1


"Sepedaku, bagian besi depannya telah bengkok akibat ulah mereka. aku ingin menuntut ganti rugi. karena ulah mereka aku dihajar oleh istri pamanku ini, jadi aku tidak puas. dan ingin meminta ganti rugi," jawab Careless.


"Detektif Khennet, dia yang melempar ke mobil kami. bukan kami yang merusakan sepedanya," kata salah teman Fiorancy.


"Paman, kalau saja mereka tidak membayar ganti rugi bagaimana aku mengantar pesanan bunga pelanggan lagi, aku tidak ada uang untuk memperbaikinya," kata Careless.


"Detektif Khennet, kami tidak terima, dan kami tidak akan bayar ganti rugi," ketus Fiorancy dengan tegas.


"Rasio, bawa mereka semua ke dalam penjara! karena mereka menolak ganti rugi," perintah Detektif Khennet pada anak buahnya.


"Sebentar! kami tidak ingin masuk ke dalam penjara," kata pria yang adalah teman Fiorancy.


"Bisa saja kalian tidak di penjara, akan tetapi kalian semua harus menganti rugi semua kejadian yang kalian lakukan," jawab Detektif Khennet.


"Jangan lupa biaya sepedaku, lukaku, dan juga mentalku," ujar Careless.


"Tidak masuk akal sama sekali!" ketus Fiorancy.


Setelah beberapa menit kemudian Fiorancy meninggalkan kantor polisi bersama teman-temannya setelah mereka membayar ganti rugi yang mereka lakukan.


"He-he-he-he...dengan uang ini aku bisa membeli sepeda baru," kata Careless sambil tertawa melihat lembaran uang itu.


"Robert, keponakanmu ini sangat luar biasa, dalam sebulan dia keluar masuk kantor polisi sebanyak tujuh kali," ucap Detektif Khennet.


"Detektif Khennet, sebenarnya tidak bisa salahkan dia juga. mereka yang menindasnya. lagi pula anak ini tidak suka ditindas," kata paman Careless yang merasa segan.


"Paman gundul, tenang saja. hari ini aku bisa membeli sepeda baru karena bantuanmu, aku tidak akan melupakan budi baikmu. besok aku akan memberi bunga sebagai ucapan terima kasih," ucap Careless


"Tidak perlu melakukan itu! aku tidak butuh bunga," jawab Detektif Khennet.


"Kalau begitu bagaimana kalau setelah paman sudah meninggal aku baru antar ke pemakamanmu saja," ujar Careless dengan ceplas ceplos.


Detektif Khennet yang merasa kesal karena ucapan gadis itu ia kemudian melempar semua barang yang ada di atas mejanya sehingga membuat paman Careless langsung menghindar ke samping.


"Tolong...Detektif Khennet penyakit pikunnnya kumat lagi...," teriak Careless yang berlari keluar dari kantor polisi sambil membawa sepedanya.


"Ha-ha-ha-ha...," suara tawa rekan Detektif Khennet lainnya.

__ADS_1


__ADS_2