
"Lepaskan tanganmu! apa yang kalian inginkan sebenarnya?" tanya Great dengan nada ketus.
"Kau terlalu berani menyentuhnya," ujar Mark pada pengawal Great. Mark langsung mematahkan tulang leher pria itu tanpa ragu.
Krek...
"Aarrgh...," jeritan pria itu dan sesaat kemudian ia tewas di tangan Mark.
Great hanya bisa terdiam saat melihat pengawalnya tewas di depan matanya.
"Mark Davidson, kau sudah salah orang, kau telah menyakiti orang yang tidak seharusnya," kata Mark
"Mark Davidson, ketua organisasi terbesar datang ke tempatku membunuh orang. apakah aku bisa tahu alasannya?" tanya Great.
"Mark Davidson? setelah diingat-ingat nama ini tidak asing bagiku," batin Elizabert.
"Apakah dia adalah putra Jhon Davidson?" bisik Elizabert di telinga suaminya.
"Paman, Bibi, kalian tidak apa-apa?" tanya Daniel.
"Ti-tidak apa-apa, hanya kepanasan saja," jawab Robert dengan alasan.
"Kalian siapa?" tanya Elizabert pada Daniel.
__ADS_1
"Kami dari organisasi bandar terbesar," jawab Daniel dengan terus terang.
"Kau masih saja berani bertanya kenapa aku membunuh anak buahmu," ketus Mark.
"Mark, kita tidak bermusuhan sama sekali, apakah karena gadis ini kamu...."
"Benar! gadis ini adalah kekasihku, dan aku datang demi dia. kau menangkap keluarganya. mana mungkin aku diam saja," jawab Mark yang mengejutkan Careless.
"Sejak kapan dia mengakui aku adalah kekasihnya?" batin Careless.
"Tidak ku sangka gadis ini adalah kekasihmu, aku tidak tahu kalau kalian ada hubungan istimewa," ujar Great.
"Careless, kau...apakah berkencan dengan bos bandar narkoba?" tanya Elizabert yang hampir tidak percaya.
"Kau berkencan dengan ketua mafia?" tanya Elizabert yang mulai gemetar.
"Iya, Bibi, kenapa kamu gemetar? apakah kamu kedinginan?" tanya Careless.
"Iya, di sini agak kedinginan," jawab Elizabert dengan alasan.
"Careless, sejak kapan kalian mulai?" tanya Robert.
"Sejak aku tinggal di rumahnya terakhir kali," jawab Careless
__ADS_1
"Apakah ini namanya takdir?" tanya Elizabert pada suaminya. mereka sama-sama merasa cemas dan takut kalau keponakannya dalam bahaya.
"Mark, pengawalku sudah kau bunuh, apa lagi yang kau ingin lakukan?" tanya Great.
"Aku hanya ingin memberi peringatan padamu, jangan pernah menganggu mereka lagi. kalau tidak, markasmu ini akan ku robohkan," kecam Mark.
"Aku bukan orang yang sembarangan menghancurkan orang, tidak sepertimu yang tidak sadar diri. menindas mereka yang lemah hanya membuatmu kelihatan lebih bodoh," ujar Mark yang kemudian menghampiri Careless.
"Careless, ikut aku ke rumah sakit, obati dulu lukamu!" kata Careless yang memegang tangan gadis itu.
"Kakak tampan, kenapa bisa tahu aku di sini?" tanya Careless.
"Aku ada cara untuk mengetahuinya," jawab Mark yang mengunakan sapu tangannya membersihkan darah yang keluar dari gusi gadis itu.
Eizabert dan Robert yang melihat ketua mafia itu, mereka hanya bisa terdiam dan cemas. selama dua puluh tahun mereka ingin menjauh dari organisasi mereka akan tetapi kini mereka malah muncul di hadapannya.
Tidak lama kemudian Mark dan Careless serta anggotanya meninggalkan markas Great. Great terdiam dan berkeringat dingin saat melihat ketua mafia itu yang dikenal dengan sifatnya yang sadis.
Bos, apakah Anda tidak apa-apa?" tanya anggotanyam
"Pendiri organisasi bandar narkoba terbesar datang ke tempat kita, mana mungkin tidak ada apa-apa," jawab Great.
"Bos, mungkin kita jangan berurusan lagi dengan gadis itu," ujar anggotanya itu.
__ADS_1