
"Yang benar adalah bebek bertelur dan kambing beranak," ujar Dominic dengan kesal.
"Oh iya, aku salah ingat. apa kamu tahu cara menyusui anak kambing yang baru melahirkan?" tanya Careless.
"A-apa, kenapa kau bertanya padaku?" tanya Dominic.
"Kelihatannya kamu sudah tidak muda, pasti berpengalaman menyusui anak," kata Careless.
"Apa kau sudah bisa keluar? atau aku tembak kepalamu," kecam Dominic.
"Tidak perlu berpura-pura! hanya pria pengecut yang mengertak wanita lemah sepertiku," ujar Careless yang menghampiri Jimz Haster.
"Wanita lemah? yang benar adalah wanita perusuh," batin Daniel.
"Paman Jimz Haster, bayar ganti ruginya dulu. setelah itu kalian lanjutkan permainan kalian," ujar Careless.
"Adik kecil, apakah kamu tahu di sini tempat apa?" tanya Jimz.
"Restoran, semua orang juga tahu kalau ini adalah restoran," jawab Careless.
"Pergi dan jangan menganggu kami di sini!" kata Jimz.
"Paman, kamu harus membayarku dulu, aku hampir terjatuh dan lihat bajuku ini sudah robek akibat terjatuh tadi. jadi, paman harus bayar uang bajuku. dan sepeda juga terkejut karena tumbang tadi. besok aku ingin mengantar ke bengkel mobil untuk periksa," kata Careless
"Yang benar adalah bengkel sepeda," ujar Dominic dengan kesal.
"Paman, cepat bayar dulu! tidak mungkin, kan tidak ada uangnya, paman memiliki mobil mewah. hanya uang yang sedikit tidak mungkin paman pelit tidak mau ganti rugi," ujar Careless.
"Nona, mungkin kamu sudah salah orang, dalam perjalananku tadi sama sekali tidak menabrak siapapun," ujar Jimz.
"Paman, aku mengenal mobilmu, aku terjatuh karena kelajuan mobilmu, paman harus bertanggung jawab atas kejadian ini. di sini begitu ramai dan paman masih tidak ingin bertanggung jawab. bukankah sama saja paman memalukan diri sendiri," ucap Careless.
"Kemejaku sudah robek, dan sepedaku ada sedikit kerusakan, jadi tidak banyak hanya delapan dollar saja," kata Carless.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak merampok saja? pergi dari sini dari pada pecahkan aku kepalamu," bentak Dominic yang menodong senjata ke arah gadis itu.
"Aku tidak menyangka sebagai seorang mafia begitu tidak bertanggung jawab dan juga suka menindas seorang gadis," ujar Mark yang menyindir.
"Tuan Jimz Haster, sebaiknya kamu bayar uangmu dan biarkan dia pergi, kita selesaikan masalah kita setelah itu," kata Mark.
"Anda adalah ketua mafia, tidak mungkin ingin menghindar dari tanggung jawab dengan seorang gadis kecil. hanya uang tidak seberapa saja Anda tidak ingin membayarnya," kata Mark.
Jimz yang merasa malu harus terpaksa mengeluarkan dompet dari sakunya.
Ia mengambil lembaran dollar dan memberikan kepada Careless.
"Tuan Haster, sebenarnya tidak perlu bayar, karena gadis ini hanya penipu," kata Dominic.
"Berani sekali kau mengatakan aku penipu, nyawaku hampir melayang karena dia," bentak Careless yang melayangkan pukulan ke wajah Dominic
Bruk..
"Auhhkk...," jeritan Dominic yang sakit akibat pukulan gadis itu.
"Pergi dari sini!" bentak Mark dengan nada tinggi pada Careless
"Di sini adalah urusan mafia, tidak ada urusanmu di sini," ketus Mark.
"Aku akan pergi, lagi pula tujuanku hanya meminta ganti rugi saja. bye...bye...," ucap Careless yang melangkah menuju ke pintu dan keluar meninggalkan ruang makan itu.
Klek..
Setelah Careless berada di luar ia langsung terduduk ke lantai karena kakinya yang lemas.
"Apa aku sudah gila, sudah tahu kalau mereka adalah mafia dan ingin saling bunuh. aku malah dengan santainya meminta uang dan juga memukul salah satunya," batin Careless.
"Paman gundul, tolong aku! kakiku tidak sanggup berjalan lagi," gumam Careless sambil merangkak ke arah meja.
__ADS_1
Seorang pelayan restoran menghampiri Careless dan bertanya," Nona, apa kamu baik-baik saja?"
"Tidak baik, mana mungkin baik. aku baru memukul seekor kambing di dalam," jawab Careless sambil merangkak.
"Kambing?" tanya pelayan itu dengan heran.
"Bukan, maksudku adalah kambing berkaki dua," jawab Careless yang merangkak masuk ke bawah kolong meja.
"Nona, kenapa kau masuk ke dalam sana?" tanya pelayan dengan menjongkok.
"Di dalam sana akan terjadi perang dunia ke sembilan," jawab Careless sambil terlungkup di bawah meja.
"Nona, apa kamu tidak apa-apa? seluruh tubuhmu gemetar, apa perlu aku menghubungi dokter?"
"Tidak perlu! di dalam sebentar lagi akan terjadi sesuatu, cepat hubungi pemadam kebakaran, ambulan, polisi dan PLN!"
"Hah...untuk apa kita menghubungi mereka semua?" tanya pelayan dengan heran.
"Jangan banyak bertanya! cepat hubungi paman gundul dulu!"
"Siapa paman gundul?"
"Dia adalah detektif, eh...kenapa aku bisa lupa namanya, cepat pergi ke kantor polisi cari detektif yang bernama gundul!"
"Gundul? Nona, jangan bercanda dengan mereka! kita akan dituntut mempermainkan mereka," kata pelayan itu.
"Di dalam sana mereka ingin saling membunuh, sebentar lagi restoran ini akan hancur. jangan membuang waktu. cepat pergi dan cari detektif gundul!"
"Ruang makan itu memang banyak orang yang berpakaian masuk ke dalam sana, kelihatannya akan terjadi sesuatu," ujar pelayan.
"Pergi dan jangan buang waktu!"
"Bagaimana denganmu?" tanya pelayan itu.
__ADS_1
"Kakiku lemas, badanku kedinginan, suhu badanku naik turun, aku tidak bisa keluar. cepat pergi! kakak tampan ada di dalam. dia menyelamatkan nyawaku tadi. pergi sebelum terjadi sesuatu," ucap Careless.