
"Nama ini sangat tidak asing," kata Robert dengan berbisik.
"Atau jangan-jangan memang dia...," ucap Elizabert.
"Paman, Bibi, Siapa mereka sebenarnya? apakah kalian mengenal mereka?" tanya Careless.
"Tidak tahu! Kami tidak mengenalnya," jawab Elizabert dengan alasan.
"Jangan mengurungku, Aku bukan anak kecil yang akan lari-lari di luar sana. Cepat buka pintunya, Bibi!" pinta Careless.
"Careless, bibi dan pamanmu hanya khawatir saja denganmu, demi keselamatanmu kami tidak ingin kamu terluka. Kami tidak menyimpan rahasia sama sekali. Hanya karena Mark Davidson adalah seorang mafia oleh karena itu kami takut kamu terlibat dalam bahaya," ujar Robert.
"Kakak tampan walau mafia Tapi dia baik, Bibi, jangan mencurigai dia. kalau saja dia ingin menyakitiku maka dia sudah melakukannya dari awal," ucap Careless.
"Bagaimana kalau kita menemui Detektif Khennet membahas masalah ini?" tanya Robert
"Untuk apa?" tanya Elizabert.
"Kita harus memintanya untuk menangkap Mark Davidson," jawab Robert.
"Apa kamu tidak salah? walau dia adalah detektif tapi tetap harus memiliki bukti yang cukup baru bisa menangkap orang," jawab Elizabert.
"Sekarang aku sedang binggung," ucap Robert yang mengaruk kepalanya.
__ADS_1
Robert menarik lengan istrinya untuk menjauh dari kamar keponakannya.
"Apakah menurutmu Great Calvon adalah pria itu?" tanya Robert dengan berbisik.
"Aku sangat yakin, di dunia tidak mungkin ada orang yang memiliki nama yang sama," jawab Elizabert.
"Apakah tidak ada cara lain lagi selain menghadapinya? dan mungkin Great Calvon sudah mengenal Careless. kalau tidak, mana mungkin dia mengutuskan orang mengikuti Careless," ujar Robert.
"Kita tidak akan bisa melindunginya dari Great Calvon kalau pria itu sudah tahu siapa Careless, tapi setidaknya kita akan berusaha mencegah mereka bertemu lagi," jawab Robert.
"Apakah dia akan membunuh Careless juga, setelah dia tahu asal usul anak itu?" tanya Elizabert.
"Kalau mereka sudah saling kenal, siapa yang bunuh siapa kita belum tahu, kita bukan tidak tahu sifat Careless yang selalu ceroboh dan kuat emosi. pria itu tidak berhak menyentuh dia sama sekali," jawab Robert.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan ?"tanya Elizabert.
"Detektif Khennet belum tentu bisa menangkapnya, karena mereka pasti butuh bukti," kata Elizabert.
"Iya, Juga. walau dia tahu siapa pria itu, dia juga tidak bisa asal menangkap orang," jawab Robert.
"Kita juga belum pasti siapa pria itu, karena kita belum bertemu dengannnya," ujar Elizabert.
Di saat mereka saling berdebat, tiba-tiba ada yang datang membuat kekacauan di toko bunga. lima pria yang berpakaian hitam merusakkan kursi dan meja sehingga menakuti pelanggan yang ingin membeli bunga.
__ADS_1
Brak..
Brak...
Brak...
Suara meja dan kursi yang dibanting.
"Bibi, ada masalah, ada yang datang dan menghancurkan barang-barang kita," teriak karyawannya yang menuju ke ruang tengah.
"Siapa yang berani datang mencari masalah," ketus Elizabert yang mengambil pisau menuju ke tokonya begitu juga dengan Robert.
"Hei, hentikan kalian semua! dari kelompok mana kalian datang membuat keributan di sini?" tanya Elizabert dengan nada kesal.
"Kami datang untuk menagih biaya keamanan," jawab salah satu salah satu pria itu.
"Menagih uang keamanan? memangnya ini tempat nenekmu ya," bentak Elizabert yang mendekati mereka sambil menunjuk pisau ke arah mereka.
"Siapa bos kalian, suruh dia keluar sekarang juga?" tanya Robert.
"Kau tidak berhak bertemu dengan bos kami," bentak pria itu.
"Dan kau juga tidak layak menjadi preman di sini," bentak Elizabert.
__ADS_1
Sementara Careless yang berada di kamar telah mendengar suara berisik dari luar.
"Ada yang datang mencari masalah, Aku harus keluar dari sini," gumam Careless yang memandang ke arah jendela.