King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Penganggu


__ADS_3

Jam dinding menunjukan pukul 02.00


Careless masih tidur dengan begitu terlelap di atas tubuh Mark. tidak lama kemudian gadis itu mulai mengingau.


"Bibi, aku ingin makan sosis ayam yang sudah dibakar," ucap Careless yang tangannya mulai meraba-raba tubuh Mark tanpa sadar.


Karena merasa sentuhan Mark terbangun dan menahan tangan gadis itu.


"Bibi, masakan sosis ayam!" ucap Careless yang memegang tangan Mark dan kemudian mengigitnya.


Mark yang kesakitan langsung melepaskan gigitan gadis itu.


"Bangun!" bentak Mark yang berusaha mendorong tubuh gadis itu.


"Bibi, sejak kapan suaramu berubah menjadi suara pria," ujar Careless yang membuka matanya dan melihat pria yang ada di bawahnya.


Gadis itu sama sekali tidak sadar dengan apa yang dia lakukan, walau ia membuka matanya ia tetap dalam keadaan setengah sadar.


"Bibi, kenapa wajahmu juga berubah ya? mungkin aku yang salah melihat. wajahmu sangat mirip dengan si malaikat maut itu. sangat suram," ucap Careless yang mengucek matanya dan kemudian ketiduran lagi.


"Apa kau sudah bisa bangun? kenapa saat tidur juga tidak bisa diam," bentak Mark dengan kesal.


"Bibi, jangan galak denganku, nanti aku akan pergi mencari papa dan mamaku," kata Careless yang tidak sadar.


"Dasar penganggu," ketus Mark yang ingin mendorong Careless. akan tetapi pelukan gadis itu sangat erat sehingga tidak bisa dilepaskan.


Jam dinding menunjukan pukul 03.00.

__ADS_1


"Paman gundul, burung bakar...," teriak Careless yang tiba-tiba sehingga mengejutkan Mark yang sedang tidur.


"Paman gundul, makan burungnya," ucap Careless sambil memegang sesuatu sambil menariknya.


"Ini apa, kenapa sangat aneh?" tanya Careless yang tidak sadar. gadis itu masih memejamkan matanya.


"Careless, bangun...," teriak Mark dengan kesal dan menepis tangan gadis itu yang sedang mengenggam bagian bawahnya.


Mark yang kesal mendorong Careless sehingga terhempas ke samping tempat tidurnya.


Gadis itu yang didorong sama sekali tidak sadar dan hanya tidur dengan begitu lelap.


"Burung elang," ucap Careless yang tidurnya menghadap ke samping kiri. sementara Mark berada di sebelah kanan.


"Kenapa gadis ini tidur mati," ketus Mark dengan kesal dan melanjutkan tidurnya.


Careless bangkit dari tidurnya ia pun langsung memeluk ketua mafia itu yang masih ketiduran.


"Bibi, aku ingin makan sosis ayam," ucap Careless sambil memeluk tubuh Mark dengan erat.


Mark yang merasa kesal lagi-lagi mendorong gadis itu ke samping dengan paksa.


"Benar-benar penganggu," ketus Mark.


Setelah dua jam kemudian jam


Mark yang semalaman tidak bisa tidur dengan lena, akhirnya ia ketiduran dan tidak sadar bahwa gadis itu lagi-lagi tidur di atas tubuhnya.

__ADS_1


"Bibi, bangun," ucap Careless yang masih setengah sadar dan mencium bibir pria itu.


Mark terbangun dan membuka matanya, ia membulatkan mata besarnya saat bibirnya dicium oleh gadis itu yang masih memejamkan matanya.


Mark menarik ikatan rambut Careless sehingga gadis itu terbangun.


"Aarrgghh...," jeritan Careless yang melihat pria itu yang melihatnya dengan tatapan tajam.


"Hah...kenapa kamu ada di kamarku?" tanya Careless yang dalam posisi di atas Mark.


"Apa kau sudah puas menganggu semalaman?" tanya Mark dengan kesal.


"Aarrggh...," teriak Careless yang bangkit dan langsung terjatuh ke lantai.


Brugh...


"Auhkk...," jeritan Careless yang jatuh terlungkup.


"Kenapa aku bisa ada di kamarmu?" tanya Careless yang kesakitan.


"Seharusnya kau bertanya pada dirimu sendiri," ujar Mark.


"Tubuhku sakit sekali," ketus Careless yang berubah posisi duduk.


"Keluar dari kamarku sekarang juga...," teriak Mark dengan nada tinggi.


"Malaikat maut sedang mengamuk...," teriak Careless yang merangkak ke arah pintu dan keluar dari kamar Mark yang sedang kesal.

__ADS_1


__ADS_2