
Mark yang masih tidak putus asa ia tetap berusaha memasukan pusakanya ke dalam goa sempit milik istrinya.
"Aarghh...," jeritan Careless yang merasakan senjata suaminya itu telah menembus kewani.taannya.
Mark mendorong senjatanya masuk sedalam-dalamnya dengan lembut. ia merasakan sempitnya milik istrinya itu.
"Aargh...," jeritan Careless yang kesakitan sehingga mengeluarkan air mata.
Mark kemudian bergerak maju mundur dengan perlahan.
" Jahanam...," teriak Careless yang kesakitan.
Mark berhenti bergerak karena mendengar jeritan istrinya. ia melihat bagian inti gadis itu mengeluarkan banyak darah.
"Bertahan sebentar lagi, rasa sakitmu akan hilang," ujar Mark yang melanjutkan aksinya. pria itu tidak mampu bertahan lagi karena hasratnya yang sudah memuncak. ia ingin segera menikmati hubungan intim yang dia lakukan dengan istri tercintanya.
Ia mulai bergerak maju mundur di atas tubuh istrinya, ia merasakan sangat sempit dan nikmat sehingga tidak berhenti mengoyangkan pinggulnya dengan perlahan. sementara Careless harus menahan sakit dengan setiap hentakan dari suaminya.
"Aarrghh...," jeritan Careless yang menarik sprei dengan kedua tangannya karena merasakan gesekan dibagian kewanita.annya.
__ADS_1
"Gigit pundakku!" ujar Mark yang mencium bibir istrinya sambil melakukan gesekan dengan perlahan.
"Sakit sekali! kenapa tidak berhenti saja," kata Careless yang memejamkan matanya.
"Dasar senjatamu jahanam, kurang ajar dan jelek," ocehan Careless yang kesakitan.
Mark sangat menikmati tubuh istrinya, dan mengabaikan ocehan gadis itu selama melakukan hubungan dengannya.
Tidak lama kemudian gerakan Mark semakin cepat dan mencapai puncak kenikmatan.
"Aarrh...," jeritan Careless yang kesakitan akibat hentakan yang dilakukan oleh suaminya yang semakin cepat.
Mark kemudian menekan pinggang Careless dan melihat vagi.na istrinya mengeluarkan banyak darah hingga mengotori sprei.
Gerakan Mark semakin cepat dan mencapai puncak kenikmatan. setelah mencapai kenikmatan Mark melanjutkan gerakannya dengan perlahan.
"Sakit sekali, brengsek," teriak Careless.
Tidak ada kenikmatan yang dirasakan oleh istrinya sama sekali. ia menahan sakit selama suaminya menyetubuhinya.
__ADS_1
"Careless, apa kamu baik-baik saja?" tanya Mark yang melakukan gerakan di bawah sana. Ia masih belum puas dan ingin melanjutkan keinginannya.
"Sakit sekali!" jawab Careless.
"Gigit pundakku kalau kamu kesakitan!" ujar Mark yang melakukan gerakan dengan perlahan.
Careless mengigit pundak suaminya sambil menahan sakit yang tak terhingga. ia sangat ingin berhenti akan tetapi suaminya masih sedang menikmati goa sempit miliknya.
Setelah satu jam kemudian Careless tidak sadarkan diri karena kewalahan dan sakit yang dia rasakan. setelah puas, Mark mengeluarkan senjatanya itu. ia sangat menikmati hubungan intim untuk pertama kalinya. Goa sempit milik istrinya membuatnya tidak ingin berhenti sehingga melakukannya berulang kali.
Mark tersenyum puas dan mengecup dahi istrinya.
"Besok pagi setelah bangun kamu pasti mengamuk," ucap Mark dengan senyum.
"Terima kasih, karena telah menjadikanku sebagai suamimu, dan aku memiliki kebahagian ini. Careless, aku ingin kita bersama selamanya dan kini aku ada tujuan hidup. aku ingin terus hidup untukmu. apapun yang terjadi...aku akan tetap mencintaimu," ucap Mark.
"Dia pasti kesakitan," gumam Mark yang melihat kwanita.an istrinya yang masih mengeluarkan darah.
Mark menuju ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, setelah selesai ia mengambil obat dari lacinya. pria itu mengambil tisu dan membersihkan kewanita.an milik istrinya yang dipenuhi benihnya dan bercak darah. kemudian mengambil obat luka dan mengoles bagian kewanita.an Careless.
__ADS_1