King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Komandan Menahan Emosi


__ADS_3

Mansion Davidson.


Mark telah melihat kejadian yang ditayangkan diberita.


"Bos, nona dia sangat hebat, dia bisa membedakan bom asli dan palsu," ujar Daniel yang berdiri di samping.


"Dia hanya pembuat onar," kata Mark.


"Bos, mulai hari ini nona Careless pasti akan terkenal," kata Daniel.


"Selain itu dia juga akan memancing musuh orang tuanya sendiri," ucap Mark.


"Tidak mungkin bisa ada yang mengenalnya."


"Setelah aku mengetahui dia putri Zavier aku baru sadar dia agak mirip dengan ayahnya itu. kalau saja Zavier memiliki musuh, maka dia akan mencurigai identitas Cereless. tidak baik gadis itu dilihat semua orang," kata Mark.


"Bos, apakah nona akan dalam bahaya?"


"Tidak ada yang tahu, apakah musuh Zavier sudah tewas semua atau belum. sebagai mafia pasti tidak akan habis musuhnya. dan aku berharap musuhnya tidak ada lagi," jawab Mark yang bangkit dari tempat duduknya.


"Bos, kita ingin ke mana?"


"Menjemput bocah itu," jawab Mark yang melangkah keluar menuju ke mobilnya.


Kantor Detektif.


Pria yang telah mengancam bom bunuh diri kini telah ditahan dan diinterogasi. pria itu duduk berhadapan dengan Detektif Khennet. sementara Careless duduk di samping mejanya sambil menyantap mie instan.


"Siapa namamu?" tanya Detektif Khennet dengan nada tegas.


"Careless," jawabnya sambil melahap makanannya.


"Aku bukan bertanya padamu," kata Detektif Khennet pada Careless.


"Siapa namamu?" tanya Detektif Khennet pada pria itu.


"Lionel Santoz," jawabnya.


"Berapa usiamu?" tanya Detektif Khennet.


"Dua puluh," jawab Careless.


"Apa kau bisa diam? aku bukan bertanya padamu," bentak Detektif Khennet dengan kesal


"Usiaku tiga puluh," jawab Lionel.


"Katakan kau tinggal di mana?" tanya Detektif Khennet.


"Paman gundul sangat membuang waktu, dari aku mulai makan mie hingga mie aku sudah habis, pertanyaannya masih belum selesai," kata Cereless.


"Apa kau bisa diam...Ha? kau masih saja ada selera makan," ujar Detektif Khennet.

__ADS_1


"Kenapa memangnya, kan perut aku sudah lapar," jawab Cereless.


"Khennet, katakan padaku kenapa restorannya hancur? sekarang pemiliknya meminta ganti rugi," bentak seorang pria paruh baya yang adalah komandan.


"Komandan, itu--" jawab Detektif Khennet yang terhenti.


"Pak Komodo, itu bukan salah Detektif Khennet, tapi salah pria ini, dia menghancurkan restoran itu," kata Careless yang membuat kesal Komando.


"Pak Komandan, bukan komodo," ujar Detektif Khennet dengan nada pelan.


"Siapa dia?" tanya Komandan pada Detektif Khennet.


"Dia adalah--" jawab Detektif Khennet.


"Aku adalah Careless, usiaku dua puluh tahun dan janda yang belum menikah," jawab Careless.


"Yang benar adalah perawan yang belum menikah, bodoh," ketus Detektif Khennet.


"Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Komandan pada Careless.


"Pak Komodo, aku telah membantu kalian menangkap pria ini, seharusnya Anda berterima kasih padaku. dan bukan menatapku dengan tatapan jelekmu itu," jawab Careless.


"Sudah ku bilang komandan, apa dia mau mati ya," gumam Detektif Khennet.


"Aku mengenal namamu, kau adalah gadis yang sering keluar masuk dalam kantor kami," kata Komandan itu.


"Iya, benar," jawab Careless.


"Pak Komodo, yang menghancurkan restoran itu adalah aku," kata Careless dengan terus terang.


"Careless, tidak ada urusanmu di sini, pulang sana!" ujar Detektif Khennet.


"Apa yang kamu katakan tadi?" tanya Komandan itu pada Careless.


"Komandan, aku yang menghancurkan restoran itu. tidak ada hubungannya dengan gadis ini!" jelas Detektif Khennet.


"Diam!" perintah Komandan.


"Dasar sombong," ucap Careless.


"Apa yang kamu katakan, adik kecil?" tanya Komandan.


"Pak Komodo sangat sombong sekali, aku mengaku aku yang menghancurkan restoran itu dengan mobil Detektif Khennet. pria ini mengunakan bom palsu mengancam orang. kalau bukan karena pasukan penjinak bom kalian yang bodoh mana mungkin aku ikut campur," jawab Careless dengan terus terang.


"Apakah kamu tahu, berapa kerugian yang harus kamu ganti?" tanya Komandan.


"Kenapa aku yang harus ganti? aku telah membantumu menangkap dia, dan sekarang kalian sudah menahannya. kalian dapat nama karena bantuanku. kenapa harus aku yang menganti rugi?" jawab Careless yang tidak takut dan berdiri di depan komandan.


"Gadis ini benar-benar tidak tahu betapa angkuhnya orang tua ini," batin Detektif Khennet.


"Pak Komodo, seharusnya kalian membawanya ke sini untuk diinterogasi, karena semua ini ada hubungan dengan dia," ujar Careless.

__ADS_1


"Nona Careless, kami tahu apa yang harus kami lakukan," jawab Komandan


Tidak lama kemudian datang seorang pria yang berteriak dari luar hingga ke dalam kantor. pria itu yang tak lain adalah pemilik restoran.


"Hei, kau adalah wanita murahan, berani sekali kau menghancurkan restoranku, hari ini kalau aku tidak memberi pelajaran padamu aku tidak akan tidur tenang," bentak pria itu dengan nada kesal dan menghampiri Careless.


"Jangan bertindak sembarangan!" bentak Detektif Khennet pada pemilik restoran itu.


"Kau berani sekali menghinaku," ketus Careless yang menahan tangan pria itu yang ingin menamparnya.


Careless yang kesal langsung mengangkat tubuh pria itu lalu membanting ke lantai.


Brugh...


"Aarrghh...," jeritan pria itu yang kesakitan.


Setelah membanting pemilik restoran, Careless mengunci tangan pria itu di belakang, sehingga membuatnya mengerang kesakitan.


"Aarrghh....tanganku...tanganku...," teriakan pria itu yang kesakitan.


"Berani sekali kau menghinaku, di mana rumahmu...Ha? percaya atau tidak aku akan membakar rumahmu," bentak Careless yang menahan tangan pria itu.


"Aarrghh...," teriakan pria itu yang kesakitan.


"Apakah dia gila ya, dia mengancam orang di depan komandan," gumam Detektif Khennet.


"Lepaskan dia!" perintah Komandan pada Careless.


"Pak Komodo, di saat dia ingin menyerangku kenapa Anda diam saja? dan sekarang kenapa menyuruhku lepaskan dia?" tanya Careless yang melirik tajam pada Komandan.


"Karena mereka adalah saudara kandung, bodoh," batin Detektif Khennet.


"Hei, komandan adalah adikku, kalau kau tidak melepaskan tanganmu aku akan menuntutmu," kecam pria itu.


"Oh...ternyata begitu," kata Careless yang melepaskan tangannya.


"Bagaimana, apakah kamu takut karena adikku adalah komandan," kata pria itu dengan mengejek.


"Iya, aku sangat takut," jawab Careless yang langsung menendang pria itu dengan keras.


Brugh...


"Aaughhkk...," jeritan pria itu yang langsung terhempas ke kaca pintu sehingga pecah berkeping-keping.


Prang ..


Detektif Khennet dan detektif lainnya hanya bisa menahan tawa saat melihat pria itu dihajar oleh Careless. karena Komandan mereka terkenal sangat angkuh dan tidak bersahabat dengan mereka semua.


"Memang kenapa kalau kamu kakaknya komodo," ketus Careless.


Komandan yang melihat kakaknya menjadi korban kekerasan ia menahan emosi dan menatap tajam ke arah gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2