King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Keputusan Robert


__ADS_3

"Kalau begitu kau pergi saja, dan coba mencari cara agar bocah itu tidak bertemu lagi dengan mafia itu," ujar Elizabert.


"Baiklah, aku pergi sekarang," jawab Robert yang pergi menjumpai Khennet.


Mansion Davidson.


"Bos, aku mendapat informasi nona Careless sepertinya dikurung," kata Daniel.


"Kenapa bisa terjadi hal seperti itu?" tanya Mark.


"Mungkin saja mereka melarang nona bertemu dengan Anda," jawab Daniel.


"Apa sebabnya?"


"Saat di markas Great, Pasangan suami istri itu terlihat sangat ketakutan saat mendengar nama Bos," jawab Daniel.


"Mereka sudah menyadari sesuatu," ujar Mark.


"Bos, apakah hubungan Bos dan nona tidak ada kemajuan?"


"Aku sudah memilih melupakan masa lalu. aku juga tidak ingin melibatkan gadis itu," jawab Mark.


"Lalu, apa rencana, Bos?"

__ADS_1


"Jumpai keluarganya!" jawab Mark.


"Apakah mereka akan menyambut kita?"


"Aku tidak ingin menunggu lagi, Selama ini aku selalu memilih menjauh. kali ini aku akan bertindak duluan. jumpai keluarganya dan selesaikan dendam masa lalu," jawab Mark.


Di sisi lain Robert sedang bersama Detektif Khennet.


"Mungkin masalah ini sudah saatnya diungkap. kita tidak bisa selalu menyembunyikan dari Zanilla. Dia berhak mengetahui siapa orang tuanya," kata Khennet.


"Bagaimana caranya memberi tahu dia? Dia tidak akan bisa menerima bahwa orang tuanya adalah mafia dan kematiannya ada hubungan dengan pria yang dia cintai. Aku tidak tega melihatnya menderita. orang tuanya juga sudah melakukan kesalahan. Saat dia masih kecil dia ditinggalkan begitu saja di jalan. Kalau bukan karena kamu anak itu pasti sudah tidak ada," jawab Robert.


"Cepat atau lambat dia harus tahu juga, dia sudah dewasa dan harus paham apa yang harus dia lakukan. Mungkin dikehidupan ini Mark Davidson dan Zanilla berjodoh dan saling berhutang. sehingga setelah dewasa mereka bertemu dan saling mencintai. Bukankah ini adalah takdir," kata Khennet.


"Zanilla tidak bisa dibohongi, mungkin memang sudah saatnya mengungkap semua masa lalu. Apakah dia bisa terima atau tidak itu tergantung dirinya,"ucap Khennet.


"Besok aku akan memberi tahu Zanilla, bahwa dia adalah Zanilla dan bukan Careless," kata Robert dengan lesu.


Keesokan harinya.


Toko bunga Elizabert.


"Bibi...," teriak Careless yang mengema satu toko.

__ADS_1


"Bibi ada di sini, Untuk apa kamu berteriak?" tanya Elizabert dengan kesal.


"Aku hanya ingin memastikan apakah bibi tuli atau tidak," jawab Careless.


"Kau ini tidak ada kerjaan, Apakah kamu tidak tahu pamanmu sedang tidur," ujar Elizabert.


"Apakah paman pulang larut malam? kenapa belum bangun? ini sudah menjelang siang," tanya Careless.


"Pamanmu mengurus sesuatu, Makanya, pulang larut malam," jawabnya dengan alasan.


"Apakah paman memiliki istri muda? Kalau tidak, Mana mungkin pulang larut malam."


"Apakah kau bisa jangan bicara sembarangan," ketus Elizabert.


"Bibi, aku ingin makan ayam bakar?" pinta Careless.


"Ayam bakar?"


"Iya, Bibi sudah lama tidak buat ayam bakar, selalu saja buat ikan bakar. Aku sudah bosan makannya," jawab Careless.


"Iya, Bibi akan buatkan kalau kamu ingin makan," kata Elizabert yang terpaksa mengalah.


"Kalau begitu aku akan pergi beli bahannya," ujar Careless dengan semangat.

__ADS_1


"Sebentar! Apakah kamu ingin menemui pria itu lagi?"


__ADS_2