
"Untuk apa kamu mengendongku? aku bisa jalan sendiri," tanya Careless masih menunduk malu.
"Aku adalah suamimu, dan kamu sedang terluka. tentu saja masih sakit," jawab Mark dengan senyum
"Jangan bicara lagi!" ujar Careless sambil menyantap makanan tanpa melihat suaminya.
"Bagaimana dengan masakanku?"tanya Mark.
"Kamu yang memasak?" tanya Careless.
"Iya, apakah sesuai dengan seleramu?" tanya Mark.
"Iya, kamu pintar memasak," jawab Careless.
"Ada yang ingin aku katakan padamu!" ujar Mark.
"Katakan saja, ada apa?"
"Kita akan bulan madu hari ini," jawab Mark sambil menyantap makanan.
"Bulan madu ke mana?" tanya Careless.
"Ke tempat yang indah untuk kita berdua."
"Apakah aku bisa tahu kita akan ke mana?" tanya Cereless.
"Kamu akan tahu setelah kita tiba, siang nanti kita akan berangkat dengan mengunakan kapal pribadi."
"Kita akan bulan madu dengan kapal pribadi?"
__ADS_1
"Kita akan berada di laut selama dua hari dengan ditemani oleh anggota kita. setelah itu kita menuju ke Istanbul dan beberapa negara lainnya," jawab Mark.
"Wah, dunia luar pasti sangat indah."
"Kamu bisa menikmati keindahan luar dengan sepuasmu," ujar Mark dengan senyum.
"Aku tidak sabar lagi ingin pergi," kata Careless yang sedang bersemangat.
"Besok kita bisa mulai berkemas dan kemudian berangkat lusa," ucap Mark.
"Baiklah, aku ingin bulan madu dengan berkeliling dunia."
"Ha ha ha...apakah kamu bahagia?" tanya Mark dengan senyum.
"Tentu saja aku sangat bahagia," jawabnya.
Dua hari kemudian.
Lautan yang indah, air yang berwarna biru serta ikan lumba-lumba yang mengikuti kapal yang sedang melaju.
Careless yang melihat ikan tersebut ia semakin gembira sambil berteriak.
"Ikannya sedang mengikuti kita, Apakah kita bisa pelihara ikan ini di rumah?"tanya Careless yang berdiri di belakang kapal bersama suaminya.
"Kita harus membuat tempat khusus untuknya ketika kamu ingin memelihara lumba-lumba," jawab Mark yang memeluk istrinya.
"Mereka sangat lucu dan jinak."
__ADS_1
"Kalau kamu suka kita bisa pelihara dan melatihnya dari kecil," ujar Mark.
"Benarkah aku bisa memeliharanya?"
"Tentu saja, apa yang kamu suka, aku akan memberikan padamu," jawab Mark yang mencium bibir gadis itu.
"Pa, Ma, maafkan kalau aku mencintai anak dari pembunuh. bukan salahnya karena gadis ini tidak tahu apa-apa. Aku tidak ingin karena dendam masa lalu melukainya. hutang dua keluarga tidak akan terlunasi jika masih saling membalas dendam. orang tuanya telah membunuh kalian. dan aku juga telah membunuh orang tuanya. Tapi aku mencintainya dan tidak ingin kehilangannya. Seumur hidupku hanya menginginkan gadis ini menemaniku," batin Mark.
"Mark, Ada yang sesuatu yang belum aku ketahui selama ini," ujar Careless yang melepaskan ciumannya.
"Apa itu?"
"Aku tidak tahu siapa orang tuaku, paman dan bibi tidak ingin memberi tahu aku," kata Careless.
"Careless, Aku memintamu untuk tidak penasaran siapa mereka atau apa pekerjaannya. Selagi mereka adalah kakak dari bibimu, Maka, mereka adalah orang yang baik. Jadi, untuk apa kamu meragukan orang tuamu lagi," ujar Mark.
"Tapi, aku merasa ada yang disembunyikan dari bibi dan pamanku."
"Apa pun itu mungkin bukan hal yang mengembirakan, Kalau kamu masih bertanya dan ingin mengetahuinya, Kamu bisa saja membuat bibimu semakin sedih. ayahmu adalah kakaknya. Jadi, untuk apa kamu penasaran lagi," kata Mark.
"Iya, benar katamu, kalau aku bertanya terus, aku akan membuat bibi mengingat masa lalu. lebih baik aku tidak membuatnya sedih," jawab Careless.
"Yang paling penting adalah masa depan, Kita akan bahagia selalu," ucap Mark yang mengecup dahi istrinya.
"Aku akan bahagia selamanya asalkan kamu selalu di sisiku."
"Aku tidak akan meninggalkanmu, walau apa pun yang terjadi," ujar Mark yang mencium bibir istrinya.
Tamat.
__ADS_1
Terima kasih teman-teman selalu setia menunggu kisah Mark dan Careless, dan maaf karena lambat upadate karena kesibutan di RL🙏🙏🙏
Selanjutnya Author akan fokus pada karya berjudul" Bisu Tahanan Hartawan"