King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Great Menemui Careless


__ADS_3

Careless kemudian membuka jendela dan melompat dari sana. Ia kemudian berlari menuju ke tokonya dari samping rumahnya.


Sementara tamu yang diundang itu merusakan bunga-bunga yang di dalam toko tersebut. Preman-preman itu melempar apapun yang ada di depan mata mereka. Robert berusaha melawan akan tetapi dia ditahan oleh mereka.


Woi! apa yang kalian lakukan?" bentak Careless yang melangkah masuk dan menghampiri mereka yang di dalam sana.


"Nona, apakah mereka adalah orang tuamu?"


"Jangan dekati dia!" ujar Robert.


"Paman, serahkan saja padaku!" kata Careless.


Pria itu berdiri dan melihat Careless dengan tatapan jahat.


"Cantik juga, bagaimana kalau kita berkenalan dulu!"


"Siapa namamu?" tanya Careless dengan senyum.


"Namaku adalah Jhon," jawabnya yang ingin menyentuh wajah gadis itu


Careless langsung mendorong pria itu menghadap tembok dan menekannya dengan kuat.


"Ingin mencari masalah denganku, terima hadiah dariku!" bentak Careless yang langsung mengeluarkan pisau dan menikam telapak tangan pria itu.


Srek..


"Aarrgh...," teriakan Jhon yang mengema satu ruangan.


Anggota Jhon yang maju berniat ingin menyelamatkan pria itu akan tetapi dihentikan oleh Careless.


"Mendekatlah kalau kalian ingin dia mati," kecam Careless yang mencabut pisaunya dan memotong jari telunjuk pria itu tanpa ragu hingga putus.


Krek.


"Aarghh...."


"Kakak...," teriak mereka dengan cemas.


"Jariku," tangisan Jhon yang kesakitan.


"Kakak? ternyata kau bukan bos, siapa bos kalian?" tanya Careless.


"Tidak tahu!" jawab mereka dengan serentak.


"Tidak tahu? baiklah!" jawab Careless. yang memotong jari jempol pria itu.


Krek..


"Aarggh...," teriakan Jhon yang kesakitan.


"Kami dari kelompok Great Calvon," kata mereka dengan terpaksa.


"Mereka adalah mafia dari kelompok besar," bisik Robert pada istrinya.


"Kenapa gadis itu berubah menjadi begitu kejam?" tanya Elizabert dengan berbisik.


"Mungkin ini adalah namanya aura membunuhnya sudah muncul, jangan lupa dia adalah keturunan mafia," jawab Robert.


"Jadi, kalian adalah anak buah dari Great Calvon?"


"Iya."

__ADS_1


"Pulang dan beritahu dia! jangan berani coba-coba mencari masalah di sini kalau tidak ingin mati," kecam Careless yang menyayat wajah pria itu.


Srek...


"Aarrghh...."


Careless menarik pundak Jhon dan kemudian mendorongnya dengan kasar sehingga pria itu terhempas ke lantai.


"Pergi dari sini sebelum aku menghilangkan telingamu," kecam Careless.


"Bawa jari kalian pergi dan jadikan koleksi," bentak Careless yang melempar jari pria itu ke lantai.


"Pergi! cepat pergi!" teriak Jhon pada anggotanya dan ketakutan.


"Ca-careles, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Elizabert yang sedikit takut dengan gadis itu.


"Aku baik-baik saja, yang tidak baik adalah mereka. Paman, Bibi, jangan diam saja ketika ada yang mencari masalah dengan kita!" jawab Careless.


"Mereka adalah kelompok besar, kamu sudah melukai anak buahnya, mereka pasti tidak akan diam saja!" kata Robert.


"Kalau saja mereka datang aku akan berhadapan dengan mereka, aku ingin tahu seberapa hebat kelompok Great Calvon," ucap Careless.


"Kenapa mereka tiba-tiba saja datang ke sini? apakah ini sengaja atau hanya kebetulan," kata Robert.


"Tidak peduli sengaja atau tidak, aku tetap tidak akan diam," ujar Careless.


"Tapi, mereka pasti sengaja, Bukankah sebelumnya dia mengutuskan anak buahnya untuk mengikuti Careless. Dan aku yakin mereka sengaja datang hari ini," kata Elizabert.


"Tapi, Aku yakin mereka pasti akan datang lagi," kata Careless


"Bagaimana kalau kita lapor polisi?" tanya Robert.


"Kita sudah tahu siapa bos mereka, Polisi akan menemukan mereka," jawab Robert.


"Careless, lebih baik kamu pergi! paman tidak ingin mereka datang mencarimu dan menyakitimu. atau kita lapor ke polisi saja sekarang," kata Robert dengan cemas.


"Paman, untuk apa lapor polisi? masalahnya menjadi repot, lagi pula polisi juga tidak bisa apa-apa. paling hanya menjemput mereka ke kantor setelah ambil keterangan kemudian dilepaskan," kata Careless.


"Careless benar juga, kalau berurusan dengan mafia sangat sulit, pihak kepolisian harus benar-benar serius tangani masalah ini," jawab Robert.


"Kita tunggu saja mereka datang lagi, aku akan menunggu dengan penuh kesabaran. kalau dalam dua hari tidak datang maka aku yang akan mendatangi mereka," kata Careless.


"Apakah kamu sedang bercanda? mencari kelompok mafia hanya mencari mati. mereka memiliki jumlah yang banyak. dan kamu hanya sendirian," ucap Robert.


"Jangan takut! jangan takut! aku bisa meminta bantuan kakak tampan," jawab Careless.


"Jangan jumpai dia lagi! Jangan lagi melibatkan diri dengan mafia mana pun!" ujar Robert.


"Paman, Walau aku tidak menemui kakak tampan, Tetap masih ada mafia lain yang datang," jawab Careless yang kemudian melangkah masuk ke dalam.


"Kita selama ini menjauh dari mafia, tapi, mereka malah datang sendiri. bagaimana kita bisa hidup tenang. sekarang Careless menyinggung anak buah Great Calvon. tidak tahu apakah reaksi ketua mereka nantinya," kata Robert yang khawatir.


"Kita menjauh dari mereka karena kita tidak ingin anak ini dilihat mereka. mafia memiliki banyak musuh. semua ini karena orang tuanya Careless. setelah mereka meninggal kita menjadi ketakutan dan selalu waspada. kita juga cemas kalau anak ini dikenali. mereka berdua benar-benar banyak berhutang pada gadis ini. menyinggung ketua mafia, dan tidak tahu siapa lagi musuhnya," Ucap Elizabert


"Aku sangat tidak setuju dengan perbuatan mereka, semua yang mereka lakukan bocah ini yang harus menanggungnya. andaikan semua musuhnya mencari keberadaan bocah ini, bukankah dia akan dalam bahaya," ucap Robert.


"Jangan dipikirkan lagi! kita bersihkan bercak darah brengsek itu dulu!" jawab Elizabert.


"Paman...," teriak Careless yang tiba-tiba dan mengejutkan mereka.


"Ada apa?" tanya Elizabert dan Robert.

__ADS_1


"Kalau mereka datang, jangan lupa memanggilku!" jawab Careless yang berdiri di pintu ruangan tengah.


"Iya, pergi masuk ke kamarmu!" perintah Elizabert.


Markas Great


Salah satu anak buah yang menerima penyiksaan dari Careless.ia langsung dilarikan ke rumah sakit.


Great Calvon sebagai ketua kelompok yang berwajah datar dan tatapan yang kejam hanya terdiam duduk di kursi besarnya.


"Bos, gadis itu sangat keterlaluan, karena berani bertindak. ini sama saja dia menantang kita," ujar Joss.


"Toko bunga Elizabert? aku tidak sabar ingin ke sana langsung," ucap Great.


"Bos, Apakah Anda ingin menjumpai mereka?" tanya Joss.


"Mereka adalah musuhku, Dan kini gadis itu berani menyentuh anggotaku, ini sama saja sedang mencari masalah," ucap Great.


"Kita akan jumpai mereka besok, Bos, Perlu aku bertindak?"


"Kita akan lihat situasi dulu, Aku ingin pastikan apakah Gadis itu adalah putrinya atau bukan," jawab Great


"Baik, Bos!"


Keesokan harinya.


Great ditemani oleh puluhan pengawal pribadinya yang berdiri di depan toko bunga dan ada yang menemaninya di dalam.


Robert dan Elizabert tidak ada pilihan selain menghadapi sejumlah tamu yang tidak diundang itu.


"Siapa yang melukai anak buahku semalam?" tanya Great yang duduk dengan bersandar.


"Tuan, apakah Anda adalah bos mereka?" tanya Robert.


"Benar! saya adalah bos mereka!"


"Dan kenapa Anda tidak bisa mengawasi gerak-gerik mereka saat di luar?" tanya Robert.


"Saya ingin tahu kenapa kalian melukainya? bukankah mereka hanya datang untuk pesan bunga?"


"Pesan bunga? apakah itu yang mereka katakan? seolah-olah mereka tidak melakukan kesalahan. kami tidak akan melawan ketika seseorang tidak menyinggung kami," kata Robert.


"Sebagai bos mereka Anda sepertinya tidak tahu apa yang telah terjadi," ucap Elizabert.


"Yang saya lihat adalah...anak buahku kehilangan dua jarinya, kalian sangat luar biasa karena berani sekali menyakiti mereka!" kata Great.


"Mereka datang ke sini ingin menindas kami tanpa sebab, Mana mungkin kami hanya diam saja," jawab Elizabert.


"Di mana anak itu?" tanya Great.


"Anak mana?" tanya Elizabert dan Robert.


"Gadis yang menghilangkan jari anak buahku," jawab Great.


"Kenapa ingin bertemu dengannya? kalau ada apa-apa katakan padaku saja!" ujar Robert.


"Kenapa pagi-pagi sudah bising, apakah kalian tidak tahu aku sedang tidur...," teriak Careless yang nadanya menembus hingga keluar.


"Ada apa, Pagi-pagi ke sini apakah ingin pesan bunga Lily untuk diri sendiri?" tanya Careless yang membuat ketua mafia itu kesal.


Great yang melihat gadis itu ia langsung terdiam dan membulatkan mata besarnya. begitu juga Careless yang juga memandang ke arah ketua mafia itu dan terdiam selama beberapa saat.

__ADS_1


__ADS_2