King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Pembantaian


__ADS_3

"Jangan di sini lagi! cepat lari!" perintah Mark yang sambil menikam lawannya.


Srek...


"Aaarrgghh...."


"Lari ke mana? aku tidak tahu jalan sini, nanti aku menyasar lagi," kata Careless yang berada di belakang Mark.


"Pergi jauh dari sini, cari toko yang masih buka hubungi pamanmu untuk menjemputmu pulang," ujar Mark yang menebas leher lawannya


Srek..


"Aarrghh...."


"Ini sudah larut malam mana mungkin ada toko yang buka," jawab Careless.


"Pergi dari sini atau kalau tidak kau akan mati, setelah aku selesai aku akan menyusulmu," ujar Mark.


"Ke arah mana?" tanya Careless.


"Jalan lurus dan kemudian belok kanan setelah sampai ke simpang belok kiri, di sana ada tempat perhentian bus, kau bisa menunggu di sana," jawab Mark yang sedang menikam lawan-lawannya.


"Baiklah aku pergi sekarang," jawab Careless yang lari meninggalkan tempat itu.


Di saat Mark sedang bertarung dengan musuh-musuhnya, di salah satu atas gedung terdapat seseorang yang sedang mengunakan senapan yang berniat ingin menembak ke arah Mark.


"Mark Davidson, aku tahu kau sangat ahli dalam ilmu bela diri, dan aku ingin melihat apakah kau bisa mengelak peluruku," ucap penembak yang sedang berada di atas gedung.


Daniel menendang lawannya hingga jatuh terkapar dan kemudian menikam lawannya yang ingin menyerang dari sisi kanannya, setelah itu Daniel menebas para pembunuh yang menyerangnya.


Srek....srek...


"Aarrgghh...," jeritan lawannya yang menerima serangan Daniel dan tidak lama kemudian mereka tewas langsung di sana.


Sementara Mark diserang oleh beberapa lawannya, Mark menarik tangan lawannya dan langsung menendang bagian perut lawannya itu sehingga jatuh terlungkup.


Brugh..


"Aarrgghh...," jeritan lawannya yang kesakitan.


Saat lawannya yang terjatuh di hadapannya, Mark langsung menikam bagian punggungnya.


Srek...


"Aarrgghh...," jeritan lawannya yang kemudian tewas di tempat.


Di malam itu terjadi pembantaian di antara dua orang melawan belasan orang

__ADS_1


"Hiak...hia...hiak..hiak...," jeritan para lawan yang sedang menyerang Mark.


Mereka mengunakan pedang tajam menyerang Mark tanpa berhenti, Mark menahan pedang lawan dan langsung menendang kaki salah pembunuh yang menyerangnya itu.


Brugh


Tendangan dilakukan oleh Mark mengenai kaki lawannya sehingga tergeletak di jalan.


Mark membalas serangan dari musuh lainnya dengan cara menebas ke bagian wajah dan tubuh mereka.


Srek....srek...srek...srek...


"Aarrghh...," jeritan mereka bersama yang terkena serangan dari Mark dan kemudian tumbang satu-persatu.


Di saat Mark dan Daniel sedang bertarung, Careless berlari mengelilingi tempat itu karena dikejar para mafia bersenjata tajam.


"Hei, kenapa kau tidak berlari ke arah lain? dari tadi kau putar-putar di sini?" tanya pria yang sedang mengejarnya yang sudah kewalahan.


"Aku hanya tahu jalan sini, makanya aku mengelilingi jalan ini," jawab Careless sambil berlari.


"Tangkap dia untuk jadikan ancaman bagi Mark Davidson," teriak teman mereka.


"Jangan berharap kau bisa berhasil," ketus Careless yang menghentikan langkahnya.


"Akhirnya kau berhenti juga," bentak pria itu yang ingin menghampiri Careless.


Brugh...


Hentakan tubuh pria itu yang ditabrak oleh Careless sehingga terkapar.


"Tidak berguna," bentak Careless yang melayangkan pukulan mengenai wajah pria itu.


Brugh...


"Aarrghh...."


Brugh...


"Aarrghh...."


Pukulan Careless telah membuat pria itu tidak sadarkan diri.


"Tidak seru, baru pukul beberapa kali sudah pingsan," ucap Careless yang berdiri.


"Tangkap wanita itu!" perintah salah satu musuh Mark.


Saat mereka maju ingin menghampiri Careless, Mark langsung melempar pedang ke arah lawannya itu.

__ADS_1


Srek...srek...


"Kakak tampan di atas sana ada orang," ucap Careless yang memandang ke atas gedung sana.


"Pergi dari sini!" titah Mark yang sambil menebas dan menikam lawannya.


"Iya," jawab Careless yang kemudian berlari ke arah lain.


Dor..


"Aarrgghh...."


Dor.


"Aarrgghh...."


Dua tembakan tidak tepat mengenai sasarannya. Mark langsung mengunakan lawannya sebagai penghadang peluru.


Penembak itu berkali-kali melepaskan tembakannya ke arah Mark, Mark yang sedang bertarung mengunakan tubuh lawannya untuk menghadang peluru, sehingga para pembunuh itu harus tewas karena tembakan.


Sebuah mobil yang tiba-tiba muncul dan mengunakan kecepatan tinggi melaju ke arah Mark. Mark yang bertarung sambil menghindar tembakan dari atas gedung itu. membuatnya tidak sempat untuk mengelak dari hantaman mobil tersebut.


Brak....


Tabrakan mobil itu yang mengenai tubuh Mark sehingga jatuh terpelanting ke jalan aspal itu.


"Bos...," teriak Daniel yang ingin menghampiri Mark, akan tetapi diserang peluru secara bertubi-tubi sehingga harus mengelak tembakan itu


"Hah...," jerit Mark yang berusaha berdiri dan menahan sakit pada tubuhnya.


Mobil itu masih ingin menabrak sasarannya yang sedang berdiri di hadapannya


Brum....Brum...Brum..Brum


Penembak yang di atas masih tidak puas ingin menembak ketua mafia itu.


"Hei, apa kau sudah puas bermain dengan cara seperti ini?" suara seorang wanita yang tiba-tiba muncul di sana.


"Kau...kenapa bisa ada di sini?" tanya pembunuh itu.


"Selagi belum dibeli oleh nenekmu kenapa aku tidak boleh sini," bentak Careless langsung mendorong pria itu sehingga terjatuh ke bawah sana.


"Aarrgghh...," teriakan pria itu.


"Wah...senapan yang luar biasa, tapi bagaimana cara menembak ya?" gumam Careless yang memegang senapan milik pria tadi.


"Hah...ini adalah pelatuknya, mungkin saja kalau menembak harus menekan pelatuknya," gumam Careless.

__ADS_1


__ADS_2