King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Elizabert yang kesal


__ADS_3

Malam hari.


Prang...prang...


Suara lemparan panci atau kuali yang terjadi di dalam rumah Elizabert.


"Bocah jahanam, menyuruhmu jaga toko kau malah melamun seharian," teriak Elizabert dengan nada tinggi sambil melempar panci ke arah Careless.


"Bibi, aku sudah bekerja seharian, Kenapa masih berteriak?" balas Careless dengan kesal dan mengelak panci terbang dari bibinya.


"Menjaga toko dan menerima orderan sambil melamun, Apakah ini namanya kerja," bentak Elizabert.


"Memangnya salahku di mana?" tanya Careless dengan kesal.


"Kau sangat pintar mencari alasan, pelanggan menyuruh antar bunganya ke restoran kau malah menyuruhku antar ke pemakaman. Sedangkan pamanmu juga salah alamat, pesanan yang harus di antar ke pemakaman malah mengantar ke restoran," ketus Elizabert.


"Bibi, jangan salahkan aku, karena aku punya ingatan yang sangat buruk," jawab Careless dengan santai.


"Careless, apa yang ada dipikiranmu sebenarnya? Kenapa kau tidak fokus sama sekali? Apakah kamu tahu aku dan bibimu diusir oleh mereka. bibimu mengantar bunga untuk pernikahan ke pemakaman orang, mana mungkin dia tidak kena usir. Sementara pamanmu ini malah mengantar bunga Lily yang khusus untuk orang meninggal ke tempat pernikahan orang. Mana mungkin tidak diusir oleh mereka," ujar Robert.


"Paman dan Bibi, sebenarnya tidak perlu binggung, kalian salah alamat saja dan bukan kirim ke alamat pelanggan. Jadi, untuk apa kalian cemas," kata Careless.


"Dasar bocah, Apakah kau tahu alamat yang kamu berikan adalah alamat pelanggan kita yang datang pesan bunga denganmu hari ini," kata Elizabert.

__ADS_1


"Oh ternyata mereka," ujar Careless.


"Oh? hanya itu jawabanmu setelah kau melakukan kesalahan? Kenapa kau selalu saja membuatku kesal," bentak Elizabert.


"Lain kali biarkan aku di luar saja, Setidaknya aku bisa membantu kalian!"


"Tidak bisa!" jawab Elizabert dan Robert dengan serentak.


"Kenapa tidak bisa? Memangnya apa yang kalian takut, kan?" tanya Careless.


"Kami bukan takut apa-apa, Hanya saja ingin kamu yang jaga tokonya," jawab Elizabert dengan alasan.


"Terserah! Tapi, aku ingin menemui kakak tampan," kata Careless.


"Iya," jawab Careless.


"Tidak bisa!" jawab Elizabert dan Robert.


"Kenapa aku tidak bisa bertemu dengannya?" tanya Careless dengan sedikit kesal.


"Dia adalah mafia," jawab Elizabert.


"Jauhi dirimu dari dia, Untuk apa dirimu berteman dengan mafia," ujar Robert.

__ADS_1


"Paman, Bibi, keterlaluan. Masa dengan temanku sendiri saja aku tidak bisa bertemu," kata Careless.


"Sudah! Jangan bicara lagi! pergi masuk ke kamarmu!" ujar Elizabert.


"Tidak mau! aku ingin menjumpai kakak tampan," jawab Careless


"Walau tidak bertemu dengannya, Kamu masih bisa hidup tidak akan mati," kata Robert.


"Siapa yang mengatakan aku bisa hidup? hatiku sudah robek dan sakit sekali. Aku tidak bisa melupakan ketampanan Mark Davidson. Oleh sebab itu aku harus bertemu dengannya sebelum tampannya pudar," ujar Careless sambil menepuk dadanya.


"Robek kepalamu, Jangan berulah lagi! kembali ke kamarmu sana," ucap Elizabert


"Aku tidak mau! Aku ingin bertemu kakak tampan," ucap Careless.


"Tidak bisa!"jawab mereka dengan serentak.


"Bibi, kalau tidak membiarkan aku bertemu dengannya, Aku pasti akan bunuh diri," kecam Careless.


"Iya, kalau begitu kamu lakukan saja! dengan cara apa yang kamu pilih?" tanya Elizabert.


"Kalau aku mati bibi dan paman akan kesepian," jawab Careless.


"Bukan kesepian, tapi darahku tidak akan naik terus setiap hari," kata Elizabert.

__ADS_1


__ADS_2