
"Jangan banyak bicara! cepat lari dari pintu belakang!" ucap Detektif Khennet dengan nada kecil.
"Iya, aku tahu! kalau begitu aku pergi dulu. Paman, kamu harus hidup!" jawab Careless yang ingin melangkah pergi.
"Iya, sudah. pergi sana!" kata Detektif Khennet.
"Serang!" teriak salah satu gangster.
Mereka maju bertarung dengan Mark dan mafia lainnya. sementara Detektif Khennet melepaskan tembakan ke arah gangster yang menyerang secara bersamaan.
Dor...
"Aarrggh...."
Dor...
"Aarrggh...."
Dor...
"Aarrggh...."
Dor...
"Aarrggh...."
Dor...
"Aarrggh...."
Dor...
"Aarrggh...."
Tembakan yang dilakukan oleh Detektif Khennet menembus beberapa gangster.
Mereka secara bersamaan menyerang Mark dengan pedang dan tongkat Baseball. sementara Mark dan ketua mafia lainnya melawan dengan tangan kosong.
Mark melayangkan pukulan keras mengenai wajah mereka.
Bruk..
"Aarrggh...," jeritan lawannya yang terkapar dengan satu pukulan yang keras dari Mark.
Para gangster itu melawan para ketua mafia yang ada di sana.
Ketua mafia yang jago dalam ilmu bela diri melawan musuh-musuh mereka yang jumlahnya lebih banyak.
Mark mencengkeram leher lawannya dan membanting ke meja sehingga terbelah dua.
Prak...
"Aarrggh...," jeritan lawannya yang kesakitan bagian punggungnya.
Mark yang di serang dari belakang oleh lawannya yang mengunakan tongkat ia langsung menahan tangan gangster itu, dan kemudian mematahkan pergelangan tangan lawannya.
Krek...
"Aarrggh...," teriak lawannya yang kesakitan..
Terjadi perkelahian antar para ketua mafia dan gangster dari wilayah lain. kejadian itu telah menakuti para pengunjung sehingga meninggalkan restoran. sementara semua barang dalam restoran tersebut juga hancur akibat perkelahian yang terjadi.
Brak...
"Aarrgghh...."
Brak...
"Aarrgghh...."
__ADS_1
Pukulan demi pukulan yang dilakukan oleh para gangster terhadap salah satu ketua mafia.
Mark yang melihat temannya di hajar oleh beberapa gangster ia langsung menghampiri mereka. Mark mengangkat kursi dan melempar ke arah lawannya.
Prak..
"Aarrggh...," jeritan salah satu gangster yang kesakitan pada kepalanya akibat lemparan itu.
Bruk...
Pukulan dari Mark yang mengenai wajah gangster lainnya.
Salah satu gangster yang maju dan melayangkan tongkat baseball ke arah Mark. ketua mafia itu langsung menghadang dengan tangannya.
Bruk..
Pukulan keras mengenai tangan kiri Mark. Mark menendang bagian perut gangster itu dan kemudian melayangkan pukulan mengenai wajahnya.
Bruk.
"Aarrgghh...," jeritan gangster itu yang terkapar tidak berdaya.
Detektif Khennet berusaha melawan para gangster itu dengan tangan kosong. ia tidak sempat mengisi peluru di pistolnya.
Brak...
"Aarrghh...."
Bruk...
"Aarrghh...."
Para ketua mafia mati-matian melawan para gangster yang jumlahnya lebih unggul. mereka mulai kewalahan yang harus berhadapan dengan lawan mereka yang mengunakan senjata.
Brak...
"Aarrggh...," jeritan salah satu gangster yang dibanting ke lantai oleh Mark.
Srek...
"Aarrgghh..."
Srek...
"Aarrgghh..."
Srek...
"Aarrgghh..."
Srek...
"Aarrgghh..."
Srek...
Mark menebas dan menikam satu-persatu lawannya sehingga tergeletak tidak berdaya.
Di sisi lain Careless yang menuju ke pintu belakang ia menghentikan langkahnya.
"Tidak mungkin aku pergi begitu saja, kakak tampan dan paman gundul ada di dalam, sayang sekali kalau kakak tampan meninggal karena dia adalah pria yang paling tampan yang pernah ku lihat. sedangkan kalau paman gundul meninggal, ke depannya siapa yang akan bertengkar denganku?"guman Careless.
Careless lalu mengambil APAR dan menuju ke tempat perkelahian mereka.
Prang...
Suara kaca pecah yang terdengar oleh Careless.
Para ketua itu mulai tidak sanggup untuk berlawan, Mark yang masih sanggup melawan ia pun tidak ragu menikam lawan-lawannya. ia berusaha melindungi para ketua mafia yang juga adalah temannya sendiri.
__ADS_1
Srek...
"Aarrggh...."
Salah satu gengster melayangkan pukulan ke arah Mark yang sedang fokus menghajar lawan-lawannya.
Bruk..
Pukulan yang dilakukan oleh gangster mengenai punggung Mark.
Mark berpaling ke belakang dan langsung melayangkan pedangnya mengenai tepat pada wajah lawannya, dan tidak lama kemudian ia tumbang tidak bernyawa.
Lima gangster menyerang Detektif Khennet seorang diri, pria paruh baya itu semakin mundur menghindar serangan bertubi-tubi dari lawannya.
Detektif Khennet melempar piring-priring ke arah lawannya dan mengenai kepala mereka.
Brak...
Prang.
"Aarrgghh...," rintihan mereka yang kesakitan.
"Hiaak...," teriak gangster yang menyerang Detektif Khennet.
Mark langsung menebas para gangster yang menyerang Detektif Khennet..
Srek...
"Aarrggh...."
Srek...
"Aarrggh...."
Srek...
"Aarrggh...."
"Aku akan menghajarmu...," teriak Careless yang sambil membawa APAR menuju ke tempat kejadian. ia kemudian menghentikan langkahnya karena melihat semua gangster yang datang tadi telah tergeletak tidak berdaya.
"Hah...kenapa mereka tumbang semua?" tanya Careless.
"Untuk apa kau membawa alat pemadam kebakaran?" tanya Mark.
"Kakak tampan, aku berencana ingin menghajar mereka dengan alat ini," jawab Careless.
"Paman gundul, ada apa denganmu?"tanya Careless meletakkan alat itu dan menghampiri Detektif Khennet yang tidak sadarkan diri.
"Bangun...bangun...," panggil Careless sambil menepuk pelan wajah Detektif Khennet.
"Kakak tampan, apakah paman gundul meninggal?"
"Dia hanya pingsan karena kewalahan," jawab Mark.
"Paman, cepat bangun! bangun...bangun...," teriak Careless yang di telinga Detektif Khennet.
"Sudah! jangan berteriak lagi, telingaku bisa tuli," ujar Detektif Khennet yang baru sadar.
"Ternyata paman tidak jadi meninggal," ujar Careless.
"Aku bukan tidak jadi meninggal, tapi hanya pingsan," kata Detektif Khennet .
"Paman untuk saat ini jangan meninggal dulu," ujar Careless.
"Kenapa, apakah kau sedih kalau aku meninggal?"
"Bukan! tapi kalau paman meninggal sekarang, aku tidak ada bunga untuk pemakamanmu, karena tokoku kehabisan stok," jawab Careless dengan ceplas ceplos.
"Dasar mulut bebek," bentak Detektif Khennet yang sambil menarik telinga Careless.
__ADS_1
"Aarrghhh...sakit...," teriak Careless yang mengema satu ruangan itu