
"Kenapa paman diam saja? apakah tidak memiliki uang? Anda begitu kaya tidak mungkin tidak ada uang untuk membayar uang bunga, hanya 450 dollar tidak mungkin tidak ingin bayar," kata Careless.
Wesley yang kesal hanya bisa menahan diri pada hal dirinya sangat ingin mencabik-cabik gadis yang di depan matanya.
"Micheal, berikan 500 dollar untuk gadis ini!" perintah Wesley pada anggotanya.
"Kenapa 500 dollar?" tanya Careless.
"50 dollar anggap saja bonus," jawab Wesley.
"Paman, hanya 50 dollar tidak cukup untuk biaya dokter. setidaknya harus 200 dollar," kata Careless.
"Nona, apa kamu ingin memeras tuan kami ya?" tanya Micheal.
"Cih...hanya 200 dollar saja sudah dianggap memeras, lalu, bagaimana dengan wanita gila itu yang mengikatku dan ingin mereka memperk*saku? 200 dollar hanya untuk aku memeriksa kondisi ku ke dokter. bukan hanya luaran saja aku juga ingin memeriksa kondisi mentalku. oleh sebab itu kalau ingin memberi bonus jangan tanggung-tanggung. tunjukan hati nuranimu," ujar Careless dengan sengaja.
"Kalau bukan karena dia ada hubungan dengan Mark aku pasti sudah membunuh wanita ini," batin Wesley.
"Paman, jangan memendamkan kemarahanmu di dalam hati, kalau tidak ingin melebihkan 200 dollar juga tidak apa-apa. bayar saja uang bunganya 450 dollar. kalau hanya 50 dollar tidak usah lagi," ujar Careless.
"Micheal, berikan nona ini 650 dollar!" perintah Wesley sambil menahan emosi.
"Baik, Tuan," jawab Micheal yang mengeluarkan dompetnya.
Micheal memberikan lembaran uang kepada Careless.
"Masalah hari ini sampai di sini saja, semua kejadian ini aku berharap nona tidak menyimpan dalam hati," kata Wesley.
"Paman, aku tidak akan menyimpan dalam hati, aku hanya berharap dia tidak muncul lagi di depan mataku," jawab Careless sambil menunjukan ke arah Fionez.
"Wanita jal*ng," ketus Fionez.
__ADS_1
"Tuan Wesley, aku berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi! ada lagi yang ingin ku katakan. aku tidak akan menikahi Fionez. dan jangan membiarkan dia datang ke tempatku lagi!" ucap Mark dengan tegas.
"Mark, aku sangat mencintaimu, apakah kamu tidak memiliki perasaan terhadapku karena wanita ini?" tanya Fionez.
"Tidak ada hubungan dengan dia, dari awal aku tidak berniat menikahimu," kata Mark.
"Adik kecil, mari kita tinggalkan tempat ini!" ajak Mark yang melangkah pergi.
"Iya, tunggu aku!" jawab Careless yang ikuti langkah Mark.
"Pa...," seru Fionez yang merasa kecewa.
"Kau melakukan semua ini sangat memalukan aku, walau kau membenci wanita itu. tapi...bukan berarti kau harus melakukan hal seperti ini," bentak Wesley.
"Aku hanya ingin menghancurkan dia, tidak ku sangka Mark bisa mengetahui hal ini," kata Fionez.
"Mark adalah ketua mafia yang memiliki banyak anggota, dia bisa tahu semuanya. lain kali jangan bertindak gegabah lagi!"
"Pulang sana! lihatlah dirimu sekarang sangat memalukan sekali," bentak Wesley.
Mark yang berjalan menuju ke mobilnya diikuti oleh Careless.
"Kakak tampan, apakah aku bisa menumpang mobilmu?"
"Daniel, antar dia ke tokonya!" perintah Mark pada pengawalnya yang sedang membukakan pintu mobil untuk bosnya.
"Baik, Bos," jawab Daniel.
Setelah beberapa menit kemudian mobil yang dikendarai Daniel menuju ke arah jalan toko bunga.
"Kakak Daniel, aku ingin ke toko sepeda, apa bisa tolong antar aku ke sana?" tanya Careless.
__ADS_1
"Baik, Nona," jawab Daniel.
"Terima kasih," ucap Careless.
"Sama-sama!" sahut Daniel.
"Kakak tampan, kelihatannya wanita itu sangat mencintaimu, tapi kenapa dia mencariku hanya untuk memaksa menikah denganmu? apakah dia cemburu? apakah dia curigai kalau kita ada hubungan?" tanya Careless.
"Bukan urusanmu!" jawab Mark tanpa menoleh ke arah Careless yang duduk di sampingnya.
"Sebenarnya dia cantik juga, dia adalah putri orang kaya. kenapa kakak tidak menyukainya? lagi pula kelihatannya usia kakak tidak muda lagi. kata bibiku kalau pria tidak menikah diusia tiga puluh ke atas, maka dia pasti adalah pria impoten," kata Careless yang ceplas ceplos.
"Iya ampun, gadis ini tidak sadar apa yang dia katakan ya? masa bos yang adalah pria normal di katakan impoten," batin Daniel.
Mark yang mendengar kata gadis itu sambil menahan emosi dan memandang keluar jendela.
"Kakak tampan, bagaimana kalau dirimu periksa ke rumah sakit untuk memastikannya. mungkin saja kamu memang impoten. dan aku yakin penyakitmu pasti akan sembuh," ucap Careless
"Ehem...Nona, jangan bicara sembarangan!" kata Daniel yang ingin menghentikan ucapan Careless, karena ia melihat raut wajah bosnya melalui cermin di atas kepalanya berubah menjadi sangat menakutkan.
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, bibi mengatakan pamanku menikahinya di saat usia 25 tahun. karena dia adalah pria normal. tapi sayangnya mereka masih belum memiliki anak. kata paman tetangga mungkin pamanku tidak tahu caranya untuk mencetak anak. Kakak tampan, apakah kamu sudah melakukannya dan apakah kamu impoten?" tanya Careless yang terus terang.
"Daniel, pergi ke jembatan gantung!" perintah Mark dengan wajah kesal.
"Hah...untuk apa kita ke sana, Bos?" tanya Daniel.
"Lempar gadis ini ke laut!" jawab Mark.
"Kenapa melemparku ke laut? memang salahku di mana?" tanya Careless.
"Kalau aku masih mendengar suaramu, aku tidak akan ragu menendangmu keluar dari mobilku," kecam Mark sambil menahan emosi.
__ADS_1
"Em...," suara Careless yang menutup mulutnya dengan tangannya sendiri.