
"Kakak tampan, untung kamu cepat datang, kalau tidak kita pasti tidak bisa bertemu lagi," kata Careless yang langsung memeluk ketua mafia itu. tingkah gadis itu megejutkan semua detektif yang di sana. karena mereka juga sangat mengenal sifat Mark yang dikenal tidak bisa disentuh.
"Ehem...Careless, lepaskan tanganmu!" ujar Detektif Khennet.
"Tidak mau! aku takut komodo mengirimku ke negara onta, dan di saat itu aku tidak bisa lagi bertemu dengan kakak tampan. aku pasti sangat sedih dan puasa makan dan minum," jawab Careless yang memeluk Mark dengan erat.
"Dasar tukang akting," batin Detektif Khennet.
"Kakak tampan, kalau aku dikirim ke negara onta, jangan lupakan aku ya! kalau aku meninggal itu karena aku sangat merindukanmu sehingga lupa bernafas. makanya aku bisa meninggal," ujar Cereless.
"Apa kau bisa lepaskan tanganmu dulu? kalau kamu masih memelukku aku yang akan mati karena tidak bisa bernafas," kata Mark.
"Iya," jawab Careless yang melepaskan tangannya.
"Tuan Davidson, apa hubungan Anda dengan gadis ini?" tanya Komandan.
"Bukan urusanmu sama sekali, Komandan Tiller, kau akan segera dipindahkan ke negara lain," jawab Mark dengan ancaman.
"Ti-tidak! semua ini hanya salah paham saja, aku juga tidak tahu kalau Anda mengenal gadis ini," jawab Komandan.
"Salah paham saja? kau masih saja seperti dulu yang adalah pengecut," ketus Mark.
"Kakak tampan, kirim saja negara gigolo!" ucap Careless.
"Di mana negara gigolo itu?" tanya Detektif Khennet.
"Mungkin maksudmu adalah Negro, Benua Afrika," ujar Mark.
"Nah...itu maksudku," jawab Careless.
__ADS_1
"Jangan buang waktu lagi, pulang ke rumahmu sekarang juga!" ucap Mark yang menarik tangan gadis itu.
"Aneh kenapa komandan sombong ini bisa ketakutan saat melihat Mark Davidson," batin Detektif Khennet.
Perjalanan.
"Kakak tampan, kenapa kamu bisa ada sini?" tanya Careless.
"Beritamu sudah tersebar, dan apa yang terjadi hari ini hanya akan membuat lebih banyak orang mengenalmu," jawab Mark dengan khawatir.
"Memang kenapa kalau banyak yang mengenalku?" tanya Careless.
"Careless, ingat pesanku, mulai hari ini jangan bertemu dengan orang asing! dan jauhi orang asing," pesan Mark.
"Yang datang belanja dengan bibi kebanyakan adalah orang asing," jawab Careless.
"Siapapun orang itu tetap waspada saja," kata Mark.
Setelah beberapa menit kemudian mobil berhenti di depan toko bunga Elizabert.
"Kakak tampan terima kasih karena sudah mengantarku pulang!" ucap Careless.
"Hm...," jawab Mark yang tanpa menoleh ke gadis itu.
"Kakak tampan, aku ingin bertanya sesuatu!"
"Ada apa lagi?"
"Apakah kau menyukaiku?" tanya Careless dengan terus terang.
__ADS_1
"Tidak!" jawab Mark yang memandang keluar jendela.
"Bos ini masih saja jual mahal, apa dia tidak takut gadis ini akan kabur," batin Daniel.
"Jadi, apakah kakak tampan mencintaiku?"
"Tidak!"
"Apakah kakak tampan tidak akan suka padaku?"
"Iya!"
"Apakah kakak tampan membenciku?"
"Iya, cepat turun!" jawab Mark dengan bersikap dingin.
"Apakah Kakak tampan sudah mencintai wanita lain?"
"Iya, cepat turun!"
"Iya, iya aku tahu!" kata Careless yang keluar dari mobil.
"Sampai jumpa!" ucap Careless.
"Maksudku adalah jangan jumpa lagi," ujar Careless.
Tidak lama kemudian Mark pergi meninggalkan Careless di sana. saat mobilnya sudah jalan ketua mafia itu melihat gadis itu dari spion.
Sementara Careless yang mendengar jawaban Mark merasa sangat kecewa.
__ADS_1
"Huff, mungkin memang benar dia membenciku sehingga membuangku di malam itu," gumam Careless.
"Kenapa dia pesan padaku waspada dengan orang asing? kenapa Mark bisa berkata seperti itu? apakah dia tahu sesuatu mengenai masa laluku? paman dan bibi selama ini tidak berterus terang denganku. aku harus mencari tahu sendiri," batin Careless.