King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Melupakan Masa Lalu


__ADS_3

Setelah setengah jam kemudian Mark tiba di tempat yang di mana dia tinggalkan Careless di sana. ia sama sekali tidak mematikan lampu mobil agar bisa lebih mudah mencari gadis itu.


Di malam hujan yang deras Mark tidak mengunakan payung dan langsung keluar mencari gadis itu yang sudah tidak berada di sana.


"Careless...Careless...Careless...," teriakan Mark yang cemas sambil mencari Careless. seluruh tubuh ketua mafia telah dibasahi air hujan yang deras di malam itu. ia mencari di sekitar sambil menahan dinginnya air hujan tersebut.


"Careless...Careless...Careless...," teriak Mark tanpa henti.


Mark berjalan ke sana sini mencari gadis itu dalam kegelapan, ia berjalan dengan tanpa cahaya lampu mobil karena Mark telah menuju ke arah rumput-rumput yang tinggi di pinggir jalan sana.


"Careless...Careless...," teriak Mark yang melangkah terus maju ke depan.


Sesaat kemudian Mark menghentikan langkahnya melihat gadis itu yang duduk dengan memeluk kedua lututnya sambil menangis. tubuh Careless mengigil kedinginan karena air hujan yang telah membasahi sekujur tubuhnya.


"Gadis bodoh," seru Mark yang menghampiri gadis itu.


"Kakak tampan...kenapa...aku ditinggalkan? apa salahku? apakah kakak membenciku karena aku selalu menganggumu dan membuatmu marah? karena itu kakak meninggalkan aku di sini?" tangisan Careless yang sedang mengigil.


"Aku...," ucap Mark yang terhenti.


"Apakah karena kamu membenciku, oleh sebab itu kakak membuangku di sini sama seperti papa dan mamaku di saat aku berusia lima tahun juga membuangku di tempat yang gelap?"


"Orang tuanmu...membuangmu?" tanya Mark yang merasa iba.


"Lima belas tahun yang lalu aku baru usia lima tahun, di suatu malam papa dan mama membawaku ke suatu tempat yang sangat gelap dan menakutkan. mereka meninggalkan aku begitu saja. mama membohongiku bahwa dia hanya pergi beli makanan untukku. tapi aku tetap menunggu di sana dan ketakutan. aku hanya bisa menangis. mereka tidak pernah kembali. dan untung saja seorang paman membawaku pergi dari sana," ungkap Careless.

__ADS_1


"Paman dan bibi memberitahuku bahwa mereka telah meninggal karena penyakit, tapi aku tetap tidak tahu kenapa mereka bisa begitu kejam padaku. apakah mereka sangat membenciku sehingga membuangku di jalan? Kakak, apakah kamu sama dengan mereka membenciku dan ingin membuangku?" tangisan Careless


Mark yang mendengar ucapan Careless, ia sangat simpati atas kejadian yang menimpa gadis itu di masa kecilnya.


"Selama ini aku pura-pura tidak ingat dengan kejadian itu di depan paman dan bibiku, agar mereka tidak terbebani dengan masa laluku. hingga saat ini aku tidak tahu apa pekerjaan papa dan mamaku. walau mereka memberitahuku orang tuaku adalah pedagang biasa tapi aku tidak yakin. selama lima belas tahun aku tetap berpikir mungkin saja mereka membuangku karena salahku yang nakal dan bukan salah mereka," ucap Careless.


"Careless, apa kau membenci mereka?" tanya Mark yang berdiri di samping gadis itu.


"Tidak! mungkin aku yang jahat sehingga membuat mereka marah, sama seperti aku membuatmu marah sehingga kalian tidak tahan dan membuangku. aku tidak ada alasan untuk membenci kalian," jawab Careless.


Mark berjongkok dan langsung memeluk gadis itu dengan erat.


"Maaf, aku tidak seharusnya melakukan itu!" ucap Mark yang sedang menyesal.


"Tidak! aku tidak pernah membencimu, dan aku tidak akan meninggalkanmu lagi," jawab Mark yang memeluk Careless.


"Apakah kakak sayang padaku sebagai seorang adik atau teman?" tanya Careless dengan polos


"Aku...," jawab Mark yang terhenti.


"Kakak, kalau kamu membenciku aku tidak akan muncul lagi di depanmu, aku berjanji tidak akan menganggumu lagi. jangan membuangku di tempat yang gelap!" tangisan Careless.


"Aku tidak akan membuangmu lagi, percaya padaku aku tidak akan melakukan itu!" jawab Mark yang melepaskan pelukannya dan menatap gadis itu.


"Careless, ingat dengan kataku! mulai hari ini apapun yang terjadi aku akan melindungimu, lupakan masa lalu dan mulai hidup baru," ucap Mark yang mencium bibir gadis itu.

__ADS_1


Di malam hujan yang deras Mark memeluk Careless dan sambil mencium bibir gadis itu, tidak lama kemudian Careless tidak sadarkan diri akibat kedinginan yang dia alami.


Mark langsung mengendong Careless kembali ke mobilnya dan meninggalkan tempat itu.


Setelah satu jam kemudian.


Mansion Davidson.


Careless yang tidak sadarkan diri pakaiannya telah diganti dan diperiksa dokter di malam itu juga.


"Nona ini hanya kedinginan saja, dia tidak apa-apa, aku tidak mengerti ada apa dengan kalian kenapa bisa kehujanan sehingga gadis ini pingsan," ujar Dokter itu yang adalah dokter pribadi Mark.


"Apakah kamu bisa kurangi ucapan yang tidak penting," ujar Mark yang berdiri di ujung kasur.


"Iya, aku bisa melihatmu begitu cemas, sehingga aku yang sudah tidur saja harus ke sini untuk periksa gadis ini."


"Jangan lupa kau adalah seorang dokter!"


"Aku akan selalu ingat, dan ingat lain kali jangan mengunakan rumah sakit untuk mengancamku lagi!"


"Berikan vitamin dan kamu boleh pulang!"


"Memang tidak punya hati," gerutu dokter itu dengan kesal.


"Gadis ini tidak tahu apa-apa sama sekali, aku tidak ada alasannya membunuhnya. kenapa...kenapa perasaanku menjadi tidak tega setelah bertemu dengan dia? aku mencarinya selama lima belas tahun dan kini rencanaku gagal karena aku tidak sanggup melakukannya. Careless, aku akan melupakan dendam masa lalu. dan aku akan membungkam masa lalu orang tua kita yang bermusuhan. aku hanya berharap ingatanmu hanya ada masa depan," batin Mark.

__ADS_1


__ADS_2