King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Robert Diusir


__ADS_3

Di sepanjang jalan Careless hanya diam tidak bersuara.ia memandang pria itu sesekali. akan tetapi pria itu memandang keluar jendela dan mengabaikan gadis itu.


Setelah beberapa menit kemudian mobil mewah itu berhenti di depan sebuah toko sepeda.


"Kakak tampan, Kakak Daniel, terima kasih," ucap Careless dengan sopan.


"Sama-sama!" jawab Daniel dengan ramah, sementara Mark sama sekali tidak memandang ke arah gadis itu.


Malam hari.


Careless akhirnya pulang dengan sepeda barunya," Paman, Bibi, aku pulang...," teriak Careless yang memenuhi satu ruangan.


"Careless, kenapa setiap kali kau pulang pasti berteriak terus," bentak Robert dengan kesal.


"Kamu ke mana saja seharian ini...ha?kenapa tidak pulang? apakah ke kantor polisi lagi?" tanya Elizabert dengan nada kesal.


"Paman, Bibi, aku diculik saat dalam perjalanan pulang. dan kemudian aku diselamatkan oleh kakak tampan itu. setelah itu aku pergi membeli sepeda baru," jawab Careless.


"Hm...iya...iya...diculik kemudian membeli sepeda baru, kau sangat pintar merekayasa cerita," kata Elizabert.


"Bibi, aku tidak berbohong! aku memang diculik oleh seorang wanita yang bernama Fionez, dan ayahnya bernama siapa ya, aku sudah lupa," jawab Careless yang berusaha menyakinkan bibinya.


"Kenapa tidak sekalian saja kau mengatakan bahwa ayah dari wanita itu memberimu uang untuk membeli sepeda," ujar Robert.


"Tebakan paman sangat tepat sekali," ujar Careless.


"Careless, jangan bercanda lagi! katakan kau ke mana saja hari ini?" tanya Elizabert yang mulai kesal.


"Bibi, kenapa tidak percaya dengan kataku, lihat saja ini uang yang ku dapat dari ayah Fionez," kata Careless yang menunjukan uang itu kepada mereka berdua.


Elizabert dan Robert yang melihat lembaran uang itu tidak percaya dan merasa semakin curiga dengan keponakannya.


"Careless, di dunia ini tidak ada orang yang akan memberimu uang secara gratis, jangan berbohong lagi! cepat katakan dari mana kau dapat uang ini?" tanya Robert.


"Paman kalau tidak percaya tanya saja kepada kakak tampan itu, dia yang menyelamatkan aku! dia juga melihat ayah Fionez memberiku uang," ujar Careless yang mulai kesal.

__ADS_1


"Kakak tampan yang mana maksudmu?" tanya Robert.


"Sebelumnya dia pernah selamatkan aku, dan mengantar aku pulang," jawab Careless.


"Apakah pria muda yang kemarin itu?" tanya Elizabert.


"Dia orangnya, Bi," jawab Careless.


"Kamu mengenalnya?" tanya Robert pada istrinya.


"Aku pernah melihatnya sekali, dia yang mengantar Careless pulang," jawab Elizabert.


"Careless, siapa pria itu sebenarnya? kenapa kau sering bertemu dengan dia?" tanya Robert.


"Tidak tahu! dia sangat kaya dan rumahnya seperti istana. tapi dia sangat angkuh," jawab Careless


"Lain kali jangan bertemu dengan dia lagi! berhati-hati dengan pria asing!" pesan Robert yang khawatir.


"Tapi dia bukan pria jahat, dia sudah menyelamatkanku beberapa kali," jawab Careless.


"Mungkin kalau aku bertemu dengan kakak tampan itu aku bisa bertanya apa isi hatinya," batin Careless.


"Careless, besok kamu pergi ke restoran untuk bertemu Julian!" kata Robert yang memberikan selembar foto kepada keponakannya.


"Siapa pria ini?" tanya Careless yang melihat foto itu.


"Dia akan dijodohkan dengan kamu, bersikaplah seperti seorang gadis dan jangan menakuti orang!" jawab Elizabert.


"Fotonya sangat tampan, lumayan juga dijadikan suamiku," ujar Careless.


"Mencari pasangan tidak perlu yang tampan, yang penting bertanggung jawab saja!" ucap Elizabert.


"Apakah seperti paman yang begitu setia pada bibi?" tanya Careless.


"Benar! sama seperti pamanmu ini hanya setia pada bibimu seorang," jawab Robert yang membanggakan dirinya.

__ADS_1


"Paman bukan setia, tapi tidak ada wanita yang mau melirik paman, karena paman sama sekali tidak tampan," kata Careless yang membuat pamannya merasa kesal.


"Apa yang kamu katakan, Careless?" tanya Robert dengan menahan emosi.


"Paman suka melirik bibi janda tetangga kita, mana kesetiaan paman? bibi janda itu tidak ingin melihat paman karena paman tidak tampan. dan hanya bibi yang mau bersama paman saja," ujar Careless dengan ceplas ceplos.


"Robert, apa benar kata Careless bahwa kau sering melihat janda itu?" bentak Elizabert.


"Tidak ada! dia berbohong. itu tidak benar!" jawab Robert.


"Robert jahanam, malam ini kau dilarang tidur di kamar!" bentak Elizabert yang bangkit dari tempat duduknya dan masuk ke dalam kamarnya.


"Hei, sebentar!" teriak Robert yang menuju ke kamarnya.


"Ambil semua bantalmu dan tidur di luar!" bentak Elizabert yang melempar bantal dan selimut ke arah suaminya. ia kemudian menutup pintu kamar dengan cara membanting.


Prak.


"Hei, buka pintunya!" teriak Robert.


"Paman, tidur saja di kamar bibi tetangga itu," kata Careless dengan sengaja.


"Kau ini...malam ini aku akan menghajarmu," bentak Robert dengan kesal dan menarik telinga keponakannya.


"Bibi, tolong aku...," teriak Careless yang menembus keluar rumah.


Keesokan harinya.


Restoran.


Careless sedang duduk menunggu kedatangan seorang pria yang akan dijodohkan dengannya. tidak lama kemudian matanya berfokus pada seorang pria yang baru masuk ke restoran bersama dengan beberapa pria lainnya.


"Kakak tampan kenapa ada di sini?" gumam Careless.


Pria yang dia lihat adalah Mark yang sedang berbincang dengan beberapa pria lainnya. mereka menuju ke salah satu ruangan makan restoran itu.

__ADS_1


"Kakak tampan adalah mafia ya? di saat itu dia memiliki pistol dan membunuh orang, dan sekarang gaya pakaiannya serba hitam," gumam Careless.


__ADS_2