King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Pembalasan Careleess


__ADS_3

"Aarrgghh...," jeritan wanita itu yang kesakitan.


"Kalian semua bekerja sama ingin menindasku, aku adalah Careless kalau mudah ditindas maka aku bukan Careless lagi!" bentaknya dengan kesal.


Di sisi lain Mark bersama Daniel berada di ruangan sebelah dan telah mendengar semua kejadian yang terjadi di ruangan pesta ulang tahun itu.


"Bos, gadis itu luar biasa. dia bisanya membuat masalah dengan sekumpulan anak orang kaya itu!" ujar Daniel yang sedang makan bersama dengan bosnya.


"Namanya sesuai dengan tingkah lakunya, sangat ceroboh!" kata Mark.


PRANG...PRANG...


Bunyi pecahan gelas dari kamar sebelah.


"Apakah dia berhasil mengalahkan lima orang itu, apa lagi terdapat dua orang pria di sana," kata Daniel.


"Kita lihat saja nanti hasilnya," jawab Mark dengan sambil menyantap makanan.


PRANG...PRANG...PRANG...


Bunyi barang pecah yang terdengar dari sebelah.


"Arrrghh...," teriakan para wanita itu.


"Kelihatannya nona itu cukup ganas," ujar Daniel yang mendengar suara keributan di sebelahnya.


"Aaargghh...," teriakan salah satu pria yang menembus hingga ke ruangan sebelah.


"Tidak berguna kalian semua!"ketus Careless dengan kesal.


Salah satu pria itu memeluk Careless dari belakang.


"Lepaskan tanganmu!" bentak Careless dengan berusaha meronta-ronta.


Saat dirinya dipeluk oleh pria itu dari belakang, Fiorancy langsung mengambil kesempatan ingin melayangkan tamparan ke wajah Careless.


BRUGH..


Tendangan Careless yang mengenai bagian bawah Fiorancy.


"Aaarghhh...," teriakannya yang kesakitan sehingga berjongkok.


"Lepaskan tanganmu!" bentak Careless.


"Tidak akan ku lepas!" ujar pria itu yang memeluknya dengan erat.


Careless lalu memundurkan langkahnya sehingga tubuh pria itu menghentak ke dinding.


BRUK....BRUK...


Careless berkali-kali menghentakan tubuh pria itu ke dinding sehingga pegangan pria itu terlepas. saat terlepas Careless menarik tangan pria itu ke depan dan membantingnya ke lantai.


BRUGH...


"Aarghh...," jeritnya yang sedang kesakitan.

__ADS_1


"Lihat saja bagaimana aku menghajarmu, gadis kampung!" bentak salah satu teman laki-laki Fiorancy yang maju ke arah Careless.


Careless yang berlari dan mendorong tubuh pria itu dengan sekuat tenaga sehingga membuat pria itu mundur tanpa berhenti, karena tidak seimbang langkahnya akhirnya mereka pun sama-sama terhempas ke kaca besar itu.


PRANG....PRANG....


Bunyi pecahan kaca besar itu yang pecah berkeping-keping.


"Aaarghh...," teriakan pria itu yang kesakitan di punggungnya, sementara Careless menimpa tubuh pria itu.


"Sudah ku bilang jangan menindasku!" bentak Careless yang duduk di atas tubuh pria itu.


Di saat Careless masih duduk di atas tubuh lawannya, teman pria Fiorancy yang lainnya mengambil kursi dengan berniat ingin menghantam kepala Careless.


"Rasakan ini gadis kampung!" teriaknya yang ingin melayangkan kursi itu, akan tetapi aksinya dihentikan oleh seseorang dari belakang.


"Siapa yang berani menghalangku?" teriaknya lalu menoleh ke orang yang menahan tangannya.


"Kakak tampan?" panggil Careless yang menoleh ke arah Mark.


"Melakukan kekerasan terhadap seorang wanita, kalian berdua adalah pria pengecut," ketus Mark yang mengenggam tangan pria itu dengan kuat, sehingga kursi yang di pegangnya terlepas dan jatuh ke lantai.


"Aaarghh...," jeritnya yang sedang kesakitan.


"Nona, apa kamu baik-baik saja?" tanya Daniel yang menarik lengan Careless.


"Kakak Daniel, aku tidak apa-apa. terima kasih!" ucap Careless yang berdiri di hadapan pria itu.


"Sama-sama," jawab Daniel.


"Jangan membiarkanku melihat kalian lagi! pergi dan bayar semua kerusakan di sini" bentak Mark dengan nada kesal.


"I-iya, cepat lepaskan tanganmu! akan ku bayar!"pinta Fiorancy dengan menahan sakit.


Setelah membayar uang sebuket bunga, Fiorancy dan teman-temannya berlari dengan cepat meninggalkan ruangan itu.


"Wah...Kakak tampan, Anda sangat hebat. mereka langsung lari!"


"Adik kecil, apa kamu tidak terluka?" tanya Mark.


"Aku baik-baik saja! aku belum puas menghajar mereka!" jawab Careless dengan girang.


"Pulanglah!" titah Mark yang melangkah keluar dari ruangan itu.


Careless yang melangkah keluar lewat kaca besar yang telah pecah berkeping-keping itu, ia menuju ke tempat parkiran sepedanya.


"Kenapa ban sepeda ku pecah? tadi masih bagus. hah...ini dibelah dengan pisau, siapa pelakunya?" ucap Careless.


Tidak lama kemudian Mark melangkah keluar dari restoran itu bersama Daniel. langkahnya terhenti saat melihat gadis itu sedang kebingungan sambil melihat ban sepedanya.


Dan di saat yang sama Fiorancy mengendarai mobilnya dengan ditemani oleh empat temannya itu sambil berteriak dengan mengejek.


"Hei...gadis kampung...." teriakkan mereka dengan tertawa.


"Buang saja sepedamu itu, barang murahan!" teriak mereka dengan serentak dan ingin melewati tempat Careless berdiri.

__ADS_1


Careless yang melihat mereka ingin melewati sana, ia pun membawa sepedanya berdiri di tengah jalan.


"Aap yang ingin dia lakukan di sana?" tanya Daniel yang sedang melihat ke arah Careless.


Melihat Mobil itu yang jaraknya sudah dekat Careless mengangkat sepedanya dan melempar ke arah mobil tersebut.


PRAK...PRAK...


Hentakan sepeda Careless mengenai kaca mobil sehingga retak.


"Aargghh...," teriakan Fiorancy dengan temannya.


Mobil yang hilang kendali belok ke kiri dan kanan. suara teriakan dari dalam mobil itu terdengar sangat jelas.


"Ha-ha-ha+ha....sudah ku bilang aku adalah Careless, selama hidupku aku yang menindas orang!" kata Careless tertawa dengan gembira.


Brak...


Suara tabrakan mobil Fiorancy ke salah satu toko yang di pinggir jalan sana.


"Akhirnya aku menang, walau aku tidak pintar tapi aku tidak bodoh juga. jadi jangan berharap bisa menindasku...," teriak Careless.


Mark tersenyum tipis di saat melihat aksi gadis pemberani itu.


Careless mengambil sepedanya yang sudah patah bagian depan dan bengkok di bagian lingkaran bannya.


"Sudah bengkok begini, hanya bisa angkat pulang saja!" ucap Careless yang sambil mengangkat sepedanya dan berjalan menuju ke tokonya.


Tidak lama kemudian mobil Mark berhenti di sampingnya, Daniel yang duduk di depan menurunkan kaca mobilnya.


"Nona, di mana alamatmu? naik saja mobil kami!" ajak Daniel.


"Tapi sepeda ini?" tanya Careless


"Taroh saja di bagasi!" jawab Mark yang keluar dari mobil dan membuka penutup bagasi dan memasukan sepeda itu.


Perjalanan.


"Kakak tampan, kakak Daniel, terima kasih karena mengizinkan ku menumpang mobilnya," ucap Careless.


"Apa kamu selalu saja tanpa ragu menghancurkan barang di tempat orang?" tanya Mark tanpa menoleh ke arah Careless yang duduk di sampingnya.


"Tidak! aku melakukannya hanya terpaksa, itu karena mereka yang ingin menindasku dulu!" jawab Careless.


"Nona, apa tokonya jual bunga?" tanya Daniel yang sedang sambil menyetir.


"Benar! masuk jalan di sebelah kanan. di sana alamatnya!" jawab Careless.


Setelah beberapa saat kemudian mobil Mark berhenti di depan toko bunga yang bernama toko Elizabert.


"Siapa Elizabert?" tanya Daniel yang turun dari mobilnya.


"Dia adalah bibiku," jawab Careless.


"Bibi...aku pulang...." teriak Careless dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Ada apa denganmu ha..? kenapa harus berteriak?" tanya bibinya yang keluar dari tokonya dengan kesal.


"Bibi, ini kakak tampan dan kakak Daniel mengantarku pulang!" jawab Careless dengan nada tinggi.


__ADS_2