
"Kamu hanya perlu menjawab apakah kamu mengenal pria itu atau tidak," ujar Detektif Khennet.
"Paman gundul, jawab aku dulu, apakah dia akan dijatuhi hukuman karena membunuh seekor burung?" tanya Careless.
"Untuk apa kamu ingin tahu masalah ini?" tanya Detektif Khennet.
"Jawab saja pertanyaanku kalau ingin tahu jawabanku," kata Careless.
"Kau ini...sebenarnya siapa yang polisi...ha? kau atau aku?" tanya Detektif Khennet.
"Kalau begitu aku pergi dulu!" ujar Careless yang ingin melangkah pergi.
Detektif Khennet langsung mengejar gadis itu dan menghadang dari depannya," sebentar! jangan pergi dulu!"
"Ada apa lagi?" tanya Cereless.
"Kenapa hanya bertanya siapa orang itu saja, kau tidak ingin menjawab?"
"Paman juga aneh, mana mungkin aku bisa mengetahui siapa dia, saat menerima elang itu aku langsung pergi," jawab Careless.
"Apakah kamu bisa ingat ciri-cirinya?"
"Hah...aku ingat," jawab Careless.
"Katakan ciri-cirinya sekarang juga," pinta Detektif Khennet yang menarik lengan Careless dan duduk kursi dekat mejanya.
"Cepat lukis wajah yang dikatakan oleh Careless!" perintah Detektif Khennet pada salah satu rekannya.
Atas perintah Detektif Khennet rekannya langsung menyiapkan pensil dan kertas dan duduk di samping Careless.
"Katakan ciri-cirinya!" pinta Detektif Khennet.
"Pemilik pelurunya atau yang menembaknya?" tanya Cereless.
"Apa bedanya, bukankah sama saja," jawab Detektif Khennet.
__ADS_1
"Eh...itu...," jawab Careless yang kebingunan untuk menjawab.
"Sudah cepat katakan siapa pemiliknya!" titah Detektif Khennet.
"Bagaimana aku menjawabnya, aku tidak ingat wajah pria itu, lagi pula aku juga tidak bisa katakan kalau pria itu adalah orang yang mengincar kakak tampan," batin Careless.
"Ayo cepat katakan!" desak Detektif Khennet.
"Iya...iya aku katakan sekarang juga," jawab Cereless.
Rekan Detektif Khennet bersiap ingin melukis sketsa wajah yang akan diberitahu Careless
"Pria itu tidak tua, dia lebih muda dari paman gundul, rambutnya juga lebih tebal dari rambut paman gundul," jawab Cereless.
Rekan Detektif Khennet melukis bagian rambut pria yang dikatakan oleh Careless sambil menahan tawa.
"Jangan bandingkan aku dengan dia!" bentak Detektif Khennet.
"Dia juga lebih tinggi dari paman gundul, sekitar 190 cm ketinggiannya," lanjut Careless.
"Sudah ku katakan jangan bandingkan aku dengan dia?" bentak Detektif Khennet dengan kesal.
"Wajahnya tidak berkerut seperti paman gundul, kalau tidak salah lihat hidungnya mancung dan matanya ada dua. haa...yang satu lagi aku sangat yakin," jawab Careless..
"Apa itu?" tanya Detektif Khennet dan rekannya dengan serentak.
"Dia sama jeleknya dengan paman gundul," jawab Careless yang terus terang.
"Careless, apakah kamu sudah bodoh ya? kenapa lain yang ditanya lain yang kamu jawab?" tanya Detektif Khennet dengan kesal.
"Aku sudah menjawab dengan benar," jawab Careless.
"Ini tidak bisa membantu sama sekali, semua orang juga memiliki dua mata," bentak Detektif Khennet dengan nada tinggi.
"Paman gundul, kenapa harus tahu siapa dia? memangnya dia sudah menculik istri paman dan menjualnya keluar negeri?" tanya Careless yang mulai kesal.
__ADS_1
"Dia adalah pembunuh, peluru ini digunakan untuk membunuh. dan bukan untuk membunuh seekor burung," jelas Detektif Khennet sambil menahan emosi.
"Saat itu aku lupa tanya dia berasal dari mana," ujar Careless.
"Kalau kau bertanya kau juga akan mati karena sudah tahu identitasnya," jawab Detektif Khennet.
"Mungkin saja dia sudah mati juga," jawab Careless.
"Apakah kau tidak ada ingatan sama sekali?" tanya Detektif Khennet.
"Yang ku ingat sudah ku katakan semuanya," jawab Careless.
"Yang kau katakan semua itu tidak berguna sama sekali, tidak bisa membantu," ketus Detektif Khennet.
"Kalau begitu aku pulang dulu!" ujar Careless yang bangkit dari tempat duduknya.
"Ssbentar! tadi kau bertanya pemilik peluru atau yang menembak burung elang itu, apakah mereka orang yang berbeda?" tanya Detektif Khennet.
"Paman gundul, apakah membunuh seekor burung ada hukumannya dan melanggar undang-undang?" tanya Careless.
"Ada," jawab Detektif Khennet.
"Kalau begitu aku tidak tahu siapa yang membunuhnya," kata Careless.
"Kau ini...," ucap Detektif Khennet.
"Apakah tidak sengaja juga kena hukuman?" tanya Careless
"Tidak ada hukuman, apakah sudah puas kau bertanya?" tanya Detektif Khennet dengan kesal.
"Sudah puas!" jawab Careless.
"Lalu, apakah kau bisa memberitahuku siapa yang membunuh burung elang ini?" tanya Detektif Khennet dengan menahan emosi.
"Tidak tahu!" jawab Careless.
__ADS_1
Detektif Khennet semakin kesal dan ingin emosi.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖