
Tidak lama kemudian seorang pria melangkah masuk ke dalam restoran, Careless yang duduk di pojokan langsung memandang ke arah pria tersebut.
Careless melihat foto pemberian pamannya dan kemudian ia memandang ke pria itu lagi ia langsung membulatkan mata besarnya.
"Hah...kenapa orang aslinya dengan foto bisa berbeda? di foto lumayan tampan tapi yang aslinya mirip dengan badak," gumam Careless yang dikejutkan dengan kegemukan pria itu.
Careless langsung beranjak dari tempat duduknya dengan melangkah cepat menuju ke salah satu ruangan makan itu.
"Hei, Nona...," suara teriakan pria itu yang melihat Careless sedang berjalan dengan terburu-buru.
Klek..
"Kakak tampan tolong aku...," teriak Careless yang masuk ke dalam ruangan makan yang di mana Mark bersama dengan temannya sedang duduk di sana. tentu saja kemunculan gadis itu membuat mereka heran.
Careless langsung masuk ke dalam bawah kolong meja bundar dan merangkak menghampiri Mark.
"Di sini mungkin lebih aman," gumam Careless.
"No-nona, kenapa kau masuk ke dalam sana?" tanya Daniel yang membungkuk melihat gadis itu.
"Pura-pura tidak tahu saja! jangan bilang aku ada di sini kalau ada seekor badak yang mencariku!" pesan Careless dengan nada rendah.
"Keluar dari sana!" bentak Mark sehingga mengejutkan rekan bisnisnya yang duduk bersamanya.
Careless mendekati Mark lalu mengeluarkan kepalanya dari bawah meja itu, dengan kedua tangannya menekan paha pria yang sedang menatap dingin terhadapnya.
"Kakak tampan, tolong selamatkan aku! aku dikejar oleh pria mesum. kalau dia datang jangan memberitahu dia aku di sini!" pinta Careless yang dengan jarak dekat.
Semua orang yang di sana saling memandang karena heran, sementara Mark yang kesal hanya bisa menahan emosinya. selama ini dirinya tidak suka disentuh oleh wanita manapun.
__ADS_1
"Nona Careless, kau di mana?" suara teriakan pria itu yang berada di luar.
Careless yang mendengar suara pria itu ia langsung menunduk dengan cepat sehingga kepalanya terbentur pusaka Mark dengan kuat
Bruk...
Dalam sekejap raut wajah Mark berubah menjadi kemerahan dan mengepal kepalan tangannya.
"Gawat, apa yang gadis itu lakukan di sana? dia pasti mati," batin Daniel.
Klek..
"Maaf, apakah nona Careless ada di sini?" tanya pria itu yang membuka pintu ruang makan itu.
"Tidak ada," jawab Daniel.
"Terima kasih!" ucap pria gemuk dan besar itu yang kemudian pergi dan menutup kembali pintu itu.
"Hah...apa yang sudah ku lakukan? aku sedang menunduk di atas senjatanya, pantasan seperti ada batangan di bagian dahiku," batin Careless.
"Jangan muncul di hadapanku lagi!" kecam Mark mengunakan jarinya menusuk dahi gadis itu.
"Ma-maaf, Kakak tampan. aku tidak sengaja. apakah bagian itu mu terasa sakit?" ucap Careless yang merasa malu ke ubun-ubun.
"Segera menghilang dari depan mataku sebelum aku menembak kepalamu," kecam Mark sambil menahan emosi.
"Tapi dia masih di luar, dia adalah pria mesum," ujar Careless.
"Bukan urusanku! keluar atau mati?" jawab Mark dengan tatapan aura membunuh sambil menahan sakit akibat benturan kuat kepala gadis itu yang mengenai pusakanya.
__ADS_1
"Iya, aku pergi!" jawab Careless dengan patuh dan kembali masuk ke dalam kolong bawah meja. sesaat kemudian Careless lagi-lagi mengeluarkan kepalanya dari bawah meja.
"Kakak tampan, apa benar ularmu tidak apa-apa?" tanya Careless yang membuat orang di sana ketakutan karena melihat ekspresi wajah Mark yang menakutkan.
Melihat tatapan pria itu yang begitu menakutkan Careless kembali masuk bawah meja. dan tidak lama kemudian ia merangkak keluar dari meja menuju ke pintu dan melangkah keluar.
Sementara Daniel dan lainnya hanya terdiam tidak berani bersuara.
"Bos, Anda baik-baik saja?" tanya Daniel yang memberanikan dirinya
"Tuan, abaikan saja gadis itu, jangan simpan dalam hati!" ucap salah satu rekan bisnisnya
"Hanya anak kecil, dia juga tidak mengerti," kata rekan lainnya.
Wajah Mark yang tadinya cerah menjadi gelap akibat sakit dan marah yang dia rasakan. sesaat kemudian dia bangkit dan melangkah menuju ke pintu itu.
"Apakah dia akan pergi membunuh gadis itu?"
"Tidak tahu, yang pasti adalah Mark pasti sedang emosi. selama ini tidak ada yang berani mendekatinya. tapi gadis itu sudah terlewat batas."
Beginilah perbincangan di antara mereka.
Daniel menyusul bosnya keluar dari ruang makan itu.
Saat Mark berjalan menuju ke salah satu arah tiba-tiba saja Careless menabraknya hingga terkapar.
Bruk...
"Aauhhkk...," jeritan Careless yang kesakitan.
__ADS_1
Mark yang sedang kesal semakin emosi melihat gadis itu yang lagi-lagi muncul di hadapannya.
"Hah...Kakak tampan, maaf. aku tidak sengaja. aku dikejar oleh badak itu," ucap Careless yang berubah posisi duduk di lantai.