King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Pertemuan Jodoh


__ADS_3

Careless duduk berhadapan dengan pria yang telah diatur oleh bibinya.


"Apakah namamu adalah Careless?" tanya pria itu dengan sopan.


"Iya, siapa namamu?" balas Careless.


"Namaku adalah Aston," jawabnya


"Kamu bekerja apa? berapa usiamu? dan berapa pendapatanmu dalam sebulan? sebelum ini apakah kamu sudah pernah bersama dengan berapa wanita?" tanya Careless dengan panjang lebar.


"Kenapa kamu banyak pertanyaan?"


"Kenapa, apakah tidak boleh? lihat saja dirimu ini...sudah pendek seperti paman gundul, jelek seperti pamanku. dan tidak tampan sama sekali. bagaimanapun kakak tampanku lebih jauh tampan darimu," jawab Careless.


"Siapa kakak tampan yang kamu maksudkan?"


"Yang jelas kamu tidak mengenalnya, jadi tidak perlu bertanya. dirimu juga tidak sekaya dia," jawab Careless.


Di sisi lain Mark sedang melajukan mobilnya menuju ke sebuah restoran tempat Careless berada.


Ketua mafia itu berulang kali mencoba menghubungi nomor Careless


"Hallo, ada apa lagi? cepat katakan aku sedang sibuk," ujar Careless yang menjawab panggilannya.


"Jangan ke mana-mana dan tunggu aku datang!" ujar Mark.


"Kenapa kamu datang? dan kamu juga tidak tahu di mana aku berada, mana mungkin kau tahu aku di mana."


"Dengarkan saja kataku, jangan ke mana-mana!"


"Untuk apa aku mendengarkanmu, kau bukan siapa-siapa. dirimu hanya kakak tampan yang tidak ada hubungan denganku. aku sedang bersama dengan kakak tampanku yang sekarang. kamu jangan mengganggu aku!" kata Careless yang kemudian memutuskan panggilannya.

__ADS_1


"Sia*lan, berani sekali kau bertemu dengan pria lain," ketus Mark.


Sementara Careless masih sedang duduk bersama dengan pria itu.


"Ayo kita menikah!" ajak Careless.


"A-apa, menikah?" tanya Aston dengan heran.


"Iya, bukankah pada akhirnya harus menikah?"


"Tapi, kita baru kenal," jawab Aston.


"Begini saja! karena kita baru kenal. setelah menikah kau tidak boleh tidur di kamarku, tidak boleh menyentuhku, dan juga tidak boleh menciumku," kata Careless.


"Ha...tidak boleh menyentuhmu? ini mana mungkin. setiap orang yang telah menikah pasti harus saling bersentuhan."


"Jangan bandingkan kita dengan orang lain, kita baru kenal sehari mana mungkin langsung saling bersentuhan," kata Careless dengan tegas.


Tidak lama kemudian mobil Mark berhenti di depan restoran itu, Careless yang melihat mobil itu ia mengenal siapa pemilik tersebut.


"Jangan buang waktu lagi, mari kita pergi mendaftar nikah besok," ajak Careless dengan sengaja.


"Apakah tidak terlalu cepat, kita baru kenal?" tanya Aston.


Careless naik ke atas meja dan menarik krah baju pria itu dan berkata," kita menikah besok, bulan depan kita mulai berkencan, tahun depan mulai bersentuhan, lima tahun kemudian baru memiliki anak. sudi atau tidak sudi kau harus menerima kenyataan."


Mark yang melangkah masuk ke dalam ia langsung menghampiri gadis itu yang berada di atas meja. tentu saja tingkah gadis itu menarik perhatian semua orang yang di sana.


"Careless, apa yang kau lakukan?" tanya Mark dengan nada sedikit tinggi.


"Jangan ganggu aku! aku sedang bernegosisi," jawab Careless.

__ADS_1


"Yang benar adalah bernegosiasi, bodoh," ucap Mark yang berdiri di sana.


"Jangan buang waktu, sekarang kita melakukannya sebagai tanda setuju," ujar Careless sambil menarik kerah pria itu mendekat dengannyam


"Melakukan apa?" tanya Aston.


"Kita berciuman dulu," jawab Careless yang memonyongkan bibirnya seperti mulut bebek.


Mark yang melihat bibir gadis itu dan Aston semakin dekat, ia pun semakin emosi.


"Em...em...," suara Careless yang ingin mencium pria itu dengan memonyongkan bibirnya.


"Hentikan!" bentak Mark yang kesal dan menarik telinga Careless.


"Aarrghh...," teriak Careless yang kesakitan.


"Lepaskan tanganmu, jangan menarik telingaku," teriak Careless yang kesakitan.


"Anda siapa?" tanya Aston yang bangkit dari tempat duduknya.


Mark mengeluarkan pistolnya dan menodong ke arah pria itu, sambil berkata," jangan pernah muncul di depanku!"


Aston yang melihat tatapan Mark, ia ketakutan dan terduduk kembali di kursinya.


"Jangan peduli padanya, dia hanya suami tetanggaku yang sedang cari istri baru," kata Careless pada Aston.


"Ikut aku pergi!" bentak Mark pada Careless sambil menarik telinganya.


"Tidak mau!" jawab Careless yang terpaksa turun dari meja.


Gadis itu ditarik hingga keluar dari restoran.

__ADS_1


"Lepaskan tanganmu, cepat! apakah kamu keturunan paman gundul yang suka menarik telingaku," bentak Careless dengan kesal


"Diam dan ikut aku pergi!" bentak Mark yang melangkah ke arah mobilnya.


__ADS_2