King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Penyerangan Di Pelabuhan


__ADS_3

"Pergi ya pergi," jawab Careless yang mengambil APAR dan meninggalkan tempat itu.


Setelah gadis itu pergi Detektif Khennet melanjutkan interogasi terhadap Mark dan lainnya.


Dua jam kemudian.


"Aku sudah dua jam di sini, apakah aku masih belum bisa pulang?" tanya Mark.


"Sudah bisa! setelah tanda tangan di sini, kamu dan teman-temanmu sudah bisa pulang," jawab Detektif Khennet.


Tidak lama kemudian Mark dan ketua mafia lainnya meninggalkan kantor polisi. Mark dijemput oleh pengawalnya, Daniel yang tadinya tidak ikut bersama saat di restoran.


"Paman K, bagaimana dengan kaca yang pecah itu?" tanya salah satu rekannya.


"Gadis itu benar-benar...," ucap Detektif Khennet dengan mengusap kasar wajahnya.


"Berapa kali Mark Davidson terlibat dalam perkelahian dan penembakan, akan tetapi kita tetap tidak bisa menangkapnya," kata rekan lainnya.


"Kita tidak memiliki bukti kesalahannya, dia adalah mafia oleh sebab itu aku tidak percaya kalau dia tidak melakukan kesalahan. dia pasti menyembunyikannya dengan baik," ujar Detektif Khennet.


Perjalanan pulang.


"Bos, barang kita sudah tiba dan ada di kapal sekarang, akan tetapi pelabuhan kita sepertinya ada yang mengintai. oleh sebab itu Dennis langsung menurunkan sejumlah anggota untuk melindungi barang-barang kita," ujar Daniel yang sedang menyetir.


"Utuskan lebih banyak anggota! mereka akan bertindak dalam waktu dekat!" perintah Mark.


"Baik, Bos," jawab Daniel.


Setengah jam kemudian mereka pun tiba di pelabuhan tempat yang biasa mereka menerima barang, setiap pemasukan barang akan dikirim ke pelabuhan yang sudah menjadi wilayah kelompok mafia. ratusan anggota yang bersenjata berjaga di pelabuhan sana.


Saat Mark tiba dia disambut oleh Dennis dan sejumlah anggotanya.


"BOS," sambut semua anggota dengan hormat.


"Mari kita periksa barangnya!" ucap Mark yang berjalan menuju ke kapal yang memuatkan barang-barangnya.


"Bos," sapa serentak anggotanya yang berdiri di dekat kapal sana.


"Hm...." jawab Mark dengan melangkah masuk ke dalam kapal itu.

__ADS_1


"Bos, semua barang sudah sampai, tidak ada yang kurang silakan diperiksa, Bos!" ucap salah satu wakilnya yang selama ini melakukan transaksi.


Mark memeriksa semua barang yang ada di dalam peti tersebut, satu-persatu dia memeriksanya dengan teliti dan mencicipi serbuk putih dan halus itu dengan jarinya.


"Bagus. Peter, kirim langsung ke pelanggan kita!" perintah Mark.


"Siap, Bos," jawabnya dengan sopan.


"Jangan ada kesalahan sedikit pun! apakah kapal 1 dan 2 sudah bersiap?" tanya Mark.


"Mereka sudah berada di tengah laut untuk menunggu kami," jawab Dennis.


"Jalankan sekarang kapalnya! kalau ada yang tidak beres langsung membuang barang ini ke laut!" perintah Mark.


"Baik, Bos," jawab Dennis.


Dor....dor...dor...dor...dor...dor..


Bunyi tembakan yang terjadi di luar sana.


"Semua awasi barang kita! dan jalankan kapal ini, cepat!" perintah Mark dengan mengeluarkan senjatanya.


Mark bersama Daniel, Peter langsung keluar dengan membawa senjata mereka.


Dor....dor.....dor....dor....dor....


Bunyi tembakan beruntun terjadi di antara dua kelompok.


"Aarrggghhh...," teriakan serentak anggota Mark dan musuh mereka yang sama-sama terkena tembakan.


Daniel dan anggota lainnya maju sambil melepaskan tembakan ke arah lawan.


Dor....dor....dor....dor...dor...dor...


Tembakan dari pihak Daniel yang mengenai beberapa lawannya.


"Aarrgghh...," teriakan mereka yang ditembus sejumlah butir peluru dan langsung tewas sesaat kemudian.


Pihak lawan terdiri dari 80 anggota bersenjata yang berniat ingin merebut wilayah dan juga narkotika milik Mark.

__ADS_1


"Bunuh mereka semua dan rebut semua yang ada di sini!" perintah bos mereka yang mengetuai kelompoknya.


"Apa kalian mengira bisa berhasil? jangankan barang yang kalian inginkan, bahkan nyawa kalian saja tidak akan sanggup kalian pertahankan," bentak Daniel yang sambil maju dan melepaskan tembakannya.


Dor....dor...dor...dor....dor...dor..


Tembakan dari kelompok Mark


Dor...dor....dor....dor....dor.....dor.


Tembakan dari pihak lawannya.


"Aarrgghh...," teriakan serentak dari dua kelompok yang sama-sama tertembak.


Mark bersama Peter dan Daniel melepaskan tembakan secara beruntun.


Dor...dor....dor....dor....dor....dor..


Tembakan serentak dilakukan Mark dan anggotanya.


"Berani datang mengusik wilayahku, tidak semudah itu kalian akan berhasil," ketus Mark yang sedang berjalan maju melepaskan tembakan mereka.


Dor...dor...dor...dor...dor...dor


Tembakan dari Mark mengenai sejumlah lawannya.


"Aarrgghh..." jeritan sesaat mereka yang ditembak oleh Mark dan akhirnya tewas langsung di tempat.


Dor...dor....dor....dor....dor....dor..


Tembakan dari pihak Mark secara serentak mengenai para musuhnya.


"Aarrgghhh...," teriakan dari musuhnya yang memenuhi pelabuhan itu.


Ratusan butir peluru menembus semua anggota pihak lawan yang menyerang ke pelabuhan, sebanyak 78 musuhnya yang tergeletak tidak bernyawa dan sisa 2 orang yang masih bernafas dalam kondisi terluka tembakan di bagian tubuhnya.


Mark melayangkan pukulan ke wajah musuhnya yang masih hidup itu.


Brugh...

__ADS_1


Brugh...


"Kurang ajar! berani sekali kalian datang menyerang wilayahku," bentak Mark dengan emosi.


__ADS_2