
"Bibi, buka pintunya! Aku sudah lama menyukai kakak tampan, Walau dia terkadang agak dingin, Tapi, aku yakin dia adalah pria baik. Bibi, berilah kesempatan untukku," pinta Careless.
"Careless, jangan melawan!" teriak Elizabert.
"Katakan dulu alasan yang masuk akal, jangan mengunakan alasan yang tidak bisa ku terima," bentak Careless.
"Careless, dia akan membahayakanmu," ujar Elizabert.
"Alasan tidak masuk akal, aku tidak bisa terima," ujar Careless.
"Careless...," Ucap Elizabert.
"Kakak tampan salah apa? kenapa kalian tidak setuju? yang bahagia adalah aku saat bersamanya, kalau aku harus putus dengannya yang sedih dan terluka juga adalah aku. sedangkan kalian tidak tahu apa-apa dan tidak memahami perasaanku. nafasku bisa berhenti dan jantungku bisa berhenti berdetak kalau tanpa dia," kata Careless.
"Usiamu masih muda, suatu saat kamu pasti akan bertemu dengan pria yang baik, untuk apa bersikeras harus bersama dengannya. di dunia ini pria bukan hanya sisa satu," kata Elizabert.
"Paman yang begitu jelek kenapa bibi mau dengan dia? dibandingkan dengan kakak tampan, paman masih kalah sangat jauh," ujar Careless.
"Kenapa melibatkan pamanmu? pamanmu bukan mafia beda dengan Mark Davidson," ketus Elizabert.
__ADS_1
"Aku tidak mau dengar lagi alasan kalian yang tidak masuk akal, buka pintunya aku ingin keluar," teriak Careless.
"Tidak bisa!" jawab Elizabert dengan tegas.
"Bibi...."
"Tidak bisa!" jawab Elizabert dan Robert dengan serentak.
"Andaikan kalau aku melawan juga tidak ada gunanya, Tidak mungkin aku harus mendobrak pintu ini. Aku harus berpura-pura setuju dengan permintaan mereka," batin Careless.
"Paman, Bibi, beri aku waktu untuk mempertimbangkannya, Aku tidak bisa langsung putus dengannya, Tapi, aku bisa untuk tidak bertemu dengan dia," ujar Careless.
"Apakah kamu telah berubah pikiran?" tanya Robert.
"Apa yang dia katakan?" tanya Elizabert.
"Setahuku air laut tidak pernah kering walau musim panas," kata Robert.
"Apa hubungan perasaan dengan musim hujan?" tanya Elizabert lagi dengan penasaran.
__ADS_1
"Kau bukannya tidak tahu, Dia adalah bocah paling aneh," ucap Robert.
"Kakak tampan, mungkin suatu saat aku harus melupakanmu, Tapi, di lubuk hatiku yang dalam sedangkal lautan, cintaku tetap utuh untukmu," ucap Careless.
"Anak ini sudah tidak waras," ujar Robert.
"Yang benar adalah ... sedalam lautan, bukan sedangkal lautan," kata Elizabert.
"Terserah aku ingin bicara apa, lagipula aku sudah tidak bisa bertemu dengannya, Hati ini sangat sakit sehingga robek berkeping-keping dan tidak bisa bernafas. Bibi, pinjamkan oksigen dari rumah sakit!"
"O-oksigen? untuk apa?" tanya Elizabert.
"Untuk kugunakan untuk bernafas," jawab Careless.
"Dasar bocah jahanam," ketus Elizabert.
"Setidaknya bibi membantuku aku bernafas ketika aku kehilangan nafas karena kakak tampan," ucap Careless.
"Kau ini jangan aneh-aneh, sudah malam tidur sana!" ujar Elizabert
__ADS_1
"Baru sore mana bisa tidur, Apakah bibi tidak bisa membedakan siang dan malam?" jawab Careless.
"Jangan bicara yang aneh-aneh lagi! pergi istirahat dan pikirkan. baik-baik apa yang aku katakan!" kata Elizabert.