
Dalam perjalanan Mark yang sedang menyetir raut wajahnya terlihat sedang menahan emosi dengan matanya yang berkaca-kaca, bukan keinginan dirinya meninggalkan gadis yang tidak tahu menahu mengenai masa lalunya. akan tetapi karena dendam masa lalu ia memaksakan dirinya harus bertindak kejam pada putri pembunuh kedua orang tuanya.
"Pertemuan kita adalah awal satu kesalahan, seharusnya kau tidak datang untuk menyelamatkanku. seharusnya kita tidak saling kenal. Zanilla Folan, aku pernah bersumpah pada orang tuaku. bahwa aku akan membalas dendam dan mengincarmu sampai dapat," ucap Mark.
Selama perjalanan Mark mengingat kembali pertemuan pertama mereka dan selama mereka bersama. perasaannya sangat berat dan sedih harus membalas dendam terhadap gadis itu. tidak bisa dipungkir bahwa Mark memiliki perasaan iba terhadap gadis itu.
Malam hari.
Mark kembali ke rumahnya, saat melangkah masuk ia disambut oleh Calvin.
"Tuan, Anda sudah pulang? apakah nona itu...?"
Mark mengabaikan pertanyaan asistennya dan ingin menuju ke ruang baca.
"Tuan, di meja ada makanan," kata Calvin yang ikuti langkah atasannya.
"Aku tidak selera," jawab Mark dengan mata berkaca-kaca.
"Makanan itu...nona Careless yang menyiapkan untuk Anda," ujar Calvin.
Mark menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan pria itu.
"Apa yang kamu katakan?" tanya Mark.
"Saat tuan pergi mandi, nona Careless memasak makanan untuk Anda, saya tidak berani membuangnya dan menunggu Anda pulang," jawab Calvin.
__ADS_1
Mark menuju ke ruang makan dan melihat dua jenis makanan yang di atas meja. bos mafia itu terdiam saat melihat hidangan tersebut.
"Tuan, dia mengatakan walau dia tidak bisa memasak akan tetapi untuk memasak sayuran dia masih bisa, dan mungkin ini adalah terakhir kali dia memasak untuk Anda. saya tidak mengerti kenapa gadis itu berkata demikian," ucap Calvin.
Mark duduk dan mengambil sayuran itu dan memakannya dengan perlahan, ia merasakan enaknya sayuran itu serta mengingatkan dia saat bersama dengan Careless yang selalu membuat dia marah.
"Zanilla Folan harus mati, hanya itu yang bisa membuatku melupakan dendam masa lalu,". batin Mark.
Di sisi lain Careless yang telah sadar dan tidak mengenal jalan ia kebingungan melihat sekitar sana yang gelap tanpa cahaya lampu.
"Kenapa aku bisa ada di sini? ini di mana? bukankah aku sedang sarapan di rumah kakak tampan?" gumam Careless yang tidak melihat apapun di jalan yang gelap gulita. ia hanya berdiri diam di sana karena tidak tahu harus ke arah mana.
"Di mana handphoneku? seingatku aku ada membawanya? di mana kakak tampan? apakah dia yang menelantarkan aku di sini? kenapa dia melakukan itu?"
Careless berusaha mengingat kembali apa yang telah terjadi pada dirinya hingga bisa tidak sadarkan diri.
Careless yang sudah paham bahwa dirinya dibuang begitu saja. ia menjadi lemas dan terduduk di tengah jalan itu.
"Kenapa kakak tampan melakukan ini padaku? apa salahku sehingga harus diperlakukan seperti ini? kenapa dia ingin aku mati? apakah dia merasa aku merisihkan dia setiap kali bertemu, sehingga dia tega membuangku di jalan yang sepi?" gumam Careless.
Gadis itu duduk dengan lesu dan putus asa, ia sadar walau mencoba mencari jalan keluar atau meminta bantuan tetap juga tidak akan berhasil. di malam itu ia seakan sedang menunggu kematian.
Gadis itu mengeluarkan air mata karena mengingat masa lalunya. di saat ia masih kecil.
15 tahun yang lalu.
__ADS_1
"Zanilla, kamu tunggu di sini ya, papa dan mama pergi membeli makanan untukmu, kami akan segera kembali," kata seorang wanita yang tak lain adalah Janine.
"Mama, aku takut di sini sangat gelap, kenapa aku harus menunggu di sini?" tanya Careless yang di saat itu baru berusia lima tahun.
"Zanilla, jangan takut dan jangan menjadi manusia yang tidak berguna! jangan ikut kami dan tunggu di sini saja," bentak Zavier yang menarik tangan Janine masuk ke mobil.
"Papa...Mama...," teriak Careless yang berlari mengejar mobil itu.
"Zavier, jangan tinggalkan dia di sini, kenapa kita tidak menyerahkan dia kepada Elizabert dan Robert?" tanya Janine.
"Janine, kau harus tahu, anak ini harus mati, kalau dia tinggal dengan Elizabert dan Robert maka mereka akan dalam bahaya. musuh kita akan mencari anak kita untuk membalas dendam.kalau saja anak ini bernasib baik maka dia akan bertahan hidup. dan kalau nasibnya tidak baik maka terima saja apa adanya," jawab Zavier yang menjalankan mobilnya.
"Papa...Mama...," teriak Careless yang mengejar mobil itu.
"Papa, jangan tinggalkan aku di sini...," tangisan Careless yang ketakutan.
"Mama...jangan pergi...," teriak Careless yang sambil mengejar mobil itu. mobil yang dia kejar semakin jauh. gadis kecil itu akhirnya tersungkur dan menangis di sana. ia merasa ketakutan karena ditinggalkan di tempat yang gelap dan tidak bisa melihat apapun. suatu kejadian yang sangat trauma bagi dirinya.
Careless yang ketakutan dan kedinginan sehingga mengigil ia menangis tanpa berhenti. setelah beberapa menit kemudian datang sebuah mobil yang menghampirinya.
Seorang pria yang turun dari mobil menghampiri anak kecil itu yang sedang menangis.
"Adik kecil, kenapa kamu bisa ada di sini? mana orang tuamu?" tanya pria itu yang memapah Careless.
"Paman, tolong carikan papa dan mamaku," tangisan Careless.
__ADS_1
Pria asing itu lalu membawa Careless pergi dan tidak ada yang tahu siapa pria yang telah menyelamatkan Careless di saat itu.