King Mafia & Careless Girl

King Mafia & Careless Girl
Penyerangan


__ADS_3

"Nona, aku yakin kamu yang salah jalan, tidak mungkin pamanmu menyuruhmu belanja di kuburan," kata Daniel.


"Tidak mungkin aku yang salah, paman mengirim pesan untukku. dan aku hanya mengikuti pesannya," jawab Careless yang menunjukan pesan yang dikirim pamannya itu.


Daniel kemudian membaca pesan dari paman Careless.


"Ehem...Nona, memang tidak ada salahnya dengan tulisan pamanmu," kata Daniel.


"Tidak mungkin tidak salah, karena alamat yang dia tunjukan adalah kuburan," kata Careless.


"Nona, coba nona baca alamatnya!" ujar Daniel.


"Arah matahari terbit, Blok B dan Nomor 77," ucap Careless yang sedang membaca pesan itu.


"Nona, masalahnya adalah di sini adalah bagian matahari terbenam, bagian barat, dan nona sudah salah arah," ujar Daniel.


"Bukankah bagian barat adalah matahari terbit?" tanya Careless.


"Bukan, Nona. kecuali kalau ada tanda-tanda kiamat," jawab Daniel.


"Ini semua salah paman, kenapa selalu saja mengunakan matahari dan bulan sebagai penunjuk arah," bentak Careless.


"Kakak tampan, apakah bisa tunjukan jalan pulang, aku tidak tahu jalan apa ini," kata Careless.


"Ikuti saja mobil kami! setelah jalan besar kau bisa pulang sendiri!" ujar Mark yang masuk ke dalam mobil.


"Baiklah!" jawab Careless.


Malam itu Careless yang lagi-lagi menyasar hanya bisa mengikuti mobil ketua mafia itu.


Sekelompok orang bersenjata tajam sedang berdiri di simpang jalan besar itu, niat mereka adalah ingin membunuh ketua mafia kelompok King Wolf, Mark Davidson.


Setelah menuju ke simpang jalan besar, Daniel tiba-tiba menginjak rem mobil.


"Hei...kenapa kau selalu saja suka tiba-tiba berhenti...," teriak Careless yang langsung menarik rem sepeda sehingga membuat dirinya lagi-lagi terlempar ke arah depan sana.


"Aarrghh...," teriakan Careless yang terlempar ke simpang jalan tepat di depan sekelompok orang bersenjata tajam itu.


Bruk...


"Aauhkk...," rintihan Careless yang kesakitan, posisi gadis itu sedang terlungkup dan kesakitan.

__ADS_1


Mark yang melihat gadis itu berada di depan sekelompok orang bersenjata ia pun langsung keluar dari mobilnya.


"Uhuk...uhuk...uhuk...sakit sekali. kenapa setiap kali kalau bawa mobil suka berhenti tiba-tiba," gerutu Careless.


"Nona, kamu baik-baik saja?" tanya Daniel yang keluar dari mobilnya sambil memegang senjata tajam.


"Apanya yang baik? setiap kali jalan di belakangmu aku pasti terlempar jauh," jawab Careless yang berdiri dan melihat pria asing yang di depannya.


Mark langsung maju dan menarik lengan Careless menjauh dari musuhnya yang bersiap akan bertindak


"Kalian siapa?" tanya Careless.


"Mark Davidson, malam ini kau tidak akan bisa lolos," ketu salah satu musuhnya.


"Pergi dari sini!" titah Mark pada Careless.


"Bagaimana kalau aku panggilkan paman gundul?"


"Tidak perlu! urusan mafia tidak ada hubungan dengan polisi. pergi!" jawab Mark yang maju berhadapan dengan mereka begitu juga dengan Daniel.


Careless langsung melarikan diri dan meninggalkan sepedanya di sana.


"Kejar gadis itu!" teriak salah satu musuh Mark.


Mark dengan lincahnya melukai leher dan tubuh lawan-lawannya.


Salah satu pembunuh ingin menikam bagian tubuh Mark. dengan cepatnya Mark mengelak ke kiri, dan kemudian menarik tangan pembunuh itu lalu Mark langsung menikam bagian perut pembunuh itu


Srek....


Tikaman dari Mark menembus ke bagian perut sasarannya


"Aarrgghh...," jeritan pembunuh itu dan sesaat kemudian dia tewas langsung di tempat.


Dua lainnya menyerang dari belakang dan di saat itu Mark langsung membalikkan badannya sambil menendang dengan kaki kirinya ke arah ke dua pembunuh itu sehingga mereka jatuh terpelanting.


Brugh...Brugh...


"Aarrgghhh...," jeritan serentak mereka yang tubuhnya terhentak kuat ke aspal.


Tiga pembunuh lainnya sama-sama menyerang dengan pedang tajam mereka, mereka menyerang bagian kanan kiri dan tengah, sehingga Mark berusaha untuk mengelak sambil memundurkan langkahnya dan kemudian ia membalikkan badannya sambil melompat dan langsung menendang tiga pembunuh itu

__ADS_1


Brugh...Brugh...Brugh .


"Aarrgghh...," pekikan mereka bertiga yang terpelanting keras ke aspal.


Dari sisi lain empat pembunuh mengeluarkan jurus sama yang menyerang Mark dengan cara melompat sambil mengarahkan pedang mereka ke arah Mark.


Mark memundurkan langkahnya mengelak dari serangan bertubi-tubi dari empat pembunuh itu, dan di saat yang sama dirinya juga di serang dari belakang, Mark langsung menoleh ke belakang dan menikam lawannya itu, dan menebas leher lawannya yang lain.


Srek...srek..


"Aarrgghh...," jeritan lawannya dan kemudian tewas langsung.


Empat pembunuh menyerang dengan pedang tajamnya ke kiri dan ke kanan, Mark yang berhasil mengelak lalu melompat tinggi dan menendang dengan kedua kakinya.


Brugh...Brugh...


Tendangan Mark mengenai dua pembunuh itu sehingga terkapar di jalan.


"Aarrgghh...," jeritan mereka yang merasa kesakitan.


Mark bergerak maju langkahnya menikam bagian perut dan menebas leher pembunuh dua lainnya.


Srek ..srek .


"Aarrrgghhh...," jeritan sesaat mereka yang kemudian tergeletak tidak bernyawa.


Sementara mereka yang sedang mengejar Careless sehingga tembus ke lampu merah. gadis itu sangat cepat dengan langkahnya dan melewati mobil-mobil yang berhenti di lampu merah.


"Hei, jangan lari!" teriak salah satu anggota mafia itu.


"Kalau begitu kau jangan mengejarku lagi, maka aku tidak akan lari," ketus Careless.


"Sial sekali hidupku, sudah menyasar ke kuburan sekarang malah dikejar lagi oleh mafia gila ini," gerutu Careless


Careless mempercepatkan langkahnya menuju ke gang kecil. ia menembus lagi ke jalan tadi tempat pertarungan Mark dengan musuhnya.


"Woi, tolong hentikan parasit yang ada di belakangku!" teriak Careless yang berlari menuju ke arah Mark.


Mark yang melihat gadis itu ia langsung menebas leher pria yang sedang mengejarnya.


Srek...srek..

__ADS_1


"Bukannya aku suruh kau pergi, kenapa kau malah kembali ke sini?" tanya Mark.


"Aku ingin ke kantor polisi tapi aku salah jalan dan kembali ke sini," jawab Careless.


__ADS_2